Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 61_kebenaran


__ADS_3

Anastasya menangis ketika melihat Arnoz terbaring lemah tak berdaya, "Ini salahku," lirihnya..


Kaisar Alex memeluk Anastasya dengan erat, ia mengelus punggung Anastasya dengan lembut, "Ini bukan salah mu Permaisuri,"


"Hormat hamba, Yang Mulia. Tidak ada yang mencurigakan semua bahan-bahan dapur Yang Mulia. Hamba sudah memeriksanya dengan teliti." ucap Hector dan Isak.


"Pasti ini ulah mereka, bagaimana bisa mereka masuk ke dalam istana kita? bagaimana jika sup itu di makan Permaisuri?" Kaisar Alex mengepalkan tangannya, "Perketat di seluruh istana," perintah Kaisar Alex yang diangguki oleh kedua pengawalnya.


"Permaisuri tenanglah, Arnoz akan baik-baik saja." ucapnya lagi memegang kedua pipi Anastasya.


Anastasya menatap Mery, seketika ia ingat penawar racun yang pernah di berikan padanya.


"Mery cepat ambil obat penawar itu," ucap Anastasya .


Mery mengerti yang dimaksud junjungannya itu, ia segera melaksanakan perintahnya.


Sesaat kemudian, Mery telah menemukan penawar racun dan memberikannya ke Anastasya.


Anastasya pun langsung meminumkan obat itu ke mulut Arnoz.


"Arnoz, Arnoz." teriak seseorang dengan wajah khawatir.


"Arnoz, bangunlah Nak," ucap Kendrix menepuk pelan pipi Arnoz.


15 menit kemudian Arnoz membuka matanya. Arnoz mengedarkan seluruh pandangannya, yang pertama kali ia lihat Ayahnya yang menangis di sampingnya dan Anastasya dengan mata membengkak. Sementara Kaisar Alex menunjukkan wajah khawatirnya.


"Ayah,"


"Iya sayang, ini Ayah." lirih Kendrix di sela tangisannya.


"Permaisuri, sebaiknya Permaisuri istirahat. Biarkan Arnoz di temani oleh Ayahnya."

__ADS_1


"Tapi Yang Mulia,"


"Benar Permaisuri biar hamba yang menjaganya," timpal Kendrix menatap Anastasya.


Setelah Anastasya dan Kaisar Alex pergi, Kendrix melihat ke wajah Arnoz yang kelihatan pucat, "Arnoz bagaimana bisa kamu keracunan?" tanya Kendrix.


"Ayah sebenarnya Ibu ingin mencelakai Permaisuri, pada saat itu aku ke istana gelap. Karna aku merindukan Ibu, tapi aku mendengarkan semua pembicaraan Ibu yang berniat mencelakai Permaisuri dengan memberinya racun dan aku sudah berhasil mencegahnya." ucap Arnoz membuat urat-urat di tangan Kendrix terlihat.


"Aku akan memberitaukannya pada Yang Mulia, " ucap Kendrix.


"Tunggu Ayah, bagaimana jika Ibu di hukum."


"Itu adalah kesalahannya, Arnoz." ucap Kendrix.


Sementara Anastasya yang telah sampai di kamarnya, ia di bantu oleh Kaisar Alex duduk di tepi ranjangnya itu.


"Mery temani Permaisuri dan ingat setiap masakan yang di antar ke Permaisuri kau harus mencicipinya dulu." perintah Kaisar Alex dengan tegas.


Anastasya masih dilanda ketakutan, tubuhnya gemetar. Anastasya mengusap wajahnya dengan kasar, bagaimana jika nasib Arnoz sama dengan di dalam novel? bahkan ia sudah berusaha sebisa mungkin untuk mencegah hal buruk yang terjadi


Sedangkan Kaisar Alex di dalam kamarnya tengah menatap Pangeran Gabriel yang beberapa saat ia keluarkan dari dalam tubuhnya.


"Aku sekarang tidak berniat untuk berkelahi dengan mu," ucap Kaisar Alex.


"Bilang saja jika kau takut,"


"Ada yang sengaja ingin meracuni Permaisuri,"


Seketika Pangeran Gabriel membulatkan matanya, "Lalu bagaimana dengan keadaan Permaisuri Anastasya?" tanya Pangeran Gabriel seraya mencengkram kerah baju Kaisar Alex.


"Dia baik-baik saja, tapi Arnoz yang memakannya dan lebih anehnya lagi Anastasya memiliki penawar racun,"

__ADS_1


"Sepertinya dia telah masuk kedalam istana ini," Pangeran Gabriel melepaskan kerah baju Kaisar Alex, "Tidak semudah itu, sebaiknya Yang Mulia mencari tau lebih dulu. Hamba rasa orang yang menyakiti Permaisuri berada di sekitar kita. Sebaiknya Yang Mulia menyelidiki Selir Elisha,"


Kaisar Alex mengkerutkan dahinya, "Tidak mungkin dia melakukannya. Sekarang dia di hukum di istana gelap. Jangan coba-coba memfitnahnya,"


Pangeran Gabriel tersenyum sinis," Baik di depan belum tentu baik di belakang," ucap Pangeran Gabriel berlalu pergi, setelah langkah kakinya tepat berada di pintu. Pangeran Gabriel menghentikan langkah kakinya, "Urusan kita belum tuntas Yang Mulia," ucap Pangeran Gabriel melanjutkan langkah kakinya menuju ke kamar Anastasya.


"Hormat hamba Yang Mulia, tuan Kendrix ingin bertemu Yang Mulia." ucap Isak.


Kaisar Alex mengangguk, ia sudah tau. Pasti yang di bahas masalah Arnoz. Maka dari itu ia akan berusaha mencari pelakunya dan meminta maaf atas kejadian tadi.


"Hormat hamba Yang Mulia," ucap Kendrix menunduk hormat.


"Hempz, aku minta maaf soalnya yang tadi. Tapi aku berusaha akan mencari pelakunya." ucap Kaisar Alex dengan nada bersalah.


Deg


Hati Kendrix semakin sakit, sang penguasa di Kekaisaran ini benar-benar meminta maaf dengan tulus padanya. Orang rendahan yang tak pantas di berlakukan baik oleh anggota Kekaisaran.


"Yang Mulia bukan itu yang hamba ingin bahas tapi ada sesuatu yang hamba harus katakan. Entah Yang Mulia mempercayai atau tidak." ucap Kendrix dengan wajah menunduk.


"Yang Mulia hamba adalah suami dari Elisha dan Anak hamba Arnoz, Anak dari Elisha. Karna masalah ekonomi hamba tidak bisa memberikan kebahagian pada Elisha hingga dia memilih pergi dan untuk racun itu, hamba tau siapa pelakunya. Elisha, orang itu adalah Elisha. Anak hamba Arnoz mengetahui semua rencananya. Jika Yang Mulia tidak percaya, nyawa hamba taruhannya. Yang Mulia boleh memeriksa Selir Elisha yang amat Yang Mulia percayai."


brak


"Jaga ucapan mu, jika kau berani berbohong. Aku bisa membunuh mu saat ini juga."


Kaisar Alex mengingat kembali pertemuannya dengan Elisha. Disaat itu ia mabuk berat dan hanya tidur sendiri, tapi setelah bangun ia melihat Elisha berada di tempat tidurnya tanpa busana.


Kaisar Alex tidak bisa lagi menahan amarahnya, ia menuju ke arah istana gelap menemui Elisha.


(cerita ini di skip ya oleh Anastasya saat membaca novelnya, jadi Anastasya atau Cellin tidak tau kejadian sesungguhnya, yang Cellin tau Kaisar Alex membawa Elisha ke istananya)

__ADS_1


__ADS_2