Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Season 2_End


__ADS_3

Ke esokan paginya.


Terlihat sepasang insan yang kini telah terikat dengan janji suci. Gaun putih serta mahkota putih yang melekat di tubuh sang mempelai wanita dengan memegang serangkai bunga dan busana merah yang melekat di tubuh mempelai laki-laki. Mereka bergantian mengungkapkan sumpah dan janji setia sehidup semati.


Setelah mengatakan sumpah dan janji sang mempelai laki-laki membuka penutup kepala dan mencium mempelai wanita. Banyak orang yang menatap haru atas kejadian itu. Mereka semua merasa senang, lebih lagi dari keluarga mempelai laki-laki yang tidak perlu khawatir lagi masa depan putranya.


Setelah selesai Putri Viola dan Pangeran Abigail turun menyapa para tamu.


Pangeran Abigail yang silih berganti memeluk keluarganya, Kaisar Emerald, Permaisuri Flavia dan Pangeran Cyrk. Setelah menyelesai kan urusannya dengan Emma. Semua keluarga Kekaisaran Emerald bergegas siap-siap menuju ke Kaisaran Matahari dan sampai di Kekaisaran Matahari tepat pukul 12.30. Kekaisaran Emerald pun di sambut baik oleh keluarga Kekaisaran Matahari.


Sementara Putri Viola masih memeluk erat Anastasya, ingin rasanya ia berteriak dan menangis. Kebahagiaan yang ia rasakan tidak bisa di ungkapkan dengan apa pun.


Dan kini alunan musik piano serta biola beriringan. Menemani setiap orang yang berpasangan untuk berdansa. Sementara kedua mempelai itu hanya saling menatap dan tersenyum.


"Putri Viola." sapa lelaki itu seraya mengeratkan genggamannya.


"Tampaknya Pangeran gugup dan jangan memanggilku Putri lagi. Aku sekarang istri mu." ujar Putri Viola.


Pangeran Abigail tersenyum seraya mengangguk. Ia membungkuk dan mengulurkan tangannya. "Maukah Istri ku berdansa dengan ku,"

__ADS_1


Putri Viola tersenyum ia menerima uluran tangan itu. Dan kini mereka berdansa bersama para bangsawan lainnya.


"Istri ku," sapa Pangeran Abigail, rupanya dia masih belum bisa menghilangkan ke gugupannya.


Putri Viola tersenyum, ia mendekatkan bibirnya ke bibir Pangeran Abigail, mereka berdua berciuman di tengah-tengah alunan tak memperdulikan jika mereka menjadi pusat perhatian semua orang. Namun para bangsawan dan keluarga Kekaisaran hanya saling pandang dan tersenyum.


"Sayang mari kita lakukan seperti anak dan menantu kita." ujar Kaisar Alex seraya tersenyum genit.


"Jangan mengada-ngada pesta ini untuk mereka, bukan untuk kita." tolak Anastasya. Jika di bandingkan dengan dirinya dulu. Ia tidak pernah merasakan seperti Putrinya. Dulu saat pernikahannya, dia hanya di diamkan dan Kaisar Alex setelah berdansa dengannya, ia memilih sibuk menemani bangsawan lainnya.


Kaisar Alex mengerti apa yang di pikirkan oleh Anastasya, tanpa sungkan ia mendaratkan ciumannya ke bibir Anastasya.


Anastasya menarik sudut bibirnya, "Sudahlah semua itu telah berlalu."


"Ibunda dimana Adik?" tanya Putri Viola, saat pesta dansa ia tidak menemukan Putri Maya.


"Lihatlah," Anastasya memberikan kode ke arah Putri Maya.


Putri Viola pun terkekeh, rupanya ia benar memberikan pelajaran pada Duke Rachid.

__ADS_1


Terlihat jelas di raut wajah Duke Rachid seakan berputus asa membujuk Putri Maya. Merekapun kembali berdansa.


Tak terasa malam telah menyapa. Di balkom kedua insan yang berpakain baju tidur itu hanya saling menatap dan tersenyum, mereka menikmati suasana malam itu dengan berpelukan.


"Apa istri ku akan melakukannya dengan ku?" tanya Pangeran Abigail merasakan malu, jika istrinya merasakan kulit kasar saat akan bersamanya.


Putri Viola membuka pakain tidur Pangeran Abigail, yang hanya menyisakan celana putih panjang.


Putri Viola mengusap lembut kulit kasar itu. "Apa maksud Pangeran ini?" tanya Putri Viola.


Pangeran Abigail hanya mengangguk, Putri Viola pun berjinjit ia mencium Pangeran Abigail, menelusuri setiap jejak di mulut mereka. Kedua mulut itu saling bersautan, saling membalas. Putri Viola mengalungkan tangannya. Tanpa sadar jiwa kelakian Pangeran Abigail terpancing, juniornya menegang. Segera Pangeran Abigail menggendong Putri Viola, ia membaringkan Putri Viola dengan hati-hati. Setelahnya ia mencium kening Putri Viola, mata lalu turun ke bibirnya. Dirasa cukup puas, Pangeran Abigail mencium, menjilat leher Anastasya. Hingga Anastasya merasakan darahnya mendidih, reaksi tubuhnya meminta lebih dan lebih.


Tangan Pangeran Abigail pun masuk, ia bergerilya di kedua benda kenyal itu. Putri Viola memejamkan matanya, sentuhan Pangeran Abigail membuatnya melayang. Entah kapan ia sudah bertelanjang bersama Pangeran Abigail, ia tidak mempermasalahkannya, yang ia rasakan hanya sentuhan lembut di setiap lekuk tubuhnya. Pangeran Abigail kembali mencium dan ******* bibirnya, kedua tangannya pun kini beralih membuka lebar paha Putri Viola. Pelan-pelan dari ujung sang junior masuk. Putri Viola mencengkram bahu Pangeran Abigail ada rasa sakit di bagian bawahnya.


Perlahan namun pasti rasa sakit itu berubah menjadi kenikmatan. Pangeran Abigail juga tak segan menancap seraya ******* kedua buah benda kenyal itu. Ia alunkan maju mundur, memberikan sebuah kenikmatan yang bersahutan. Bokongnya ia gerakkan sesuai irama desahan dari mulut Putri Viola.


Desahan terus keluar dari mulut mereka, hingga kenikmatan yang sudah sampai puncaknya itu muncul, Pangeran Abigail mengeluarkan benihnya. Ia berharap kelak ada Pangeran Abigail kecil di rahim Putri Viola.


Setelah melakukan hal itu Pangeran Abigail ambruk di samping Putri Viola, ia mengecup mesra kening Putri Viola, membenarkan selimutnya dengan benar lalu memeluknya dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2