Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
season 3 : harus menjauhi


__ADS_3

Sedangkan di sebuah ruangan terlihat wanita cantik yang sedang berias, ia mengelus rambutnya perlahan demi perlahan, rambut hitam dan harum, sesekali ia mengelus wajahnya, apa ada kerutan atau tidak. Ia tersenyum, ternyata tidak ada kerutan sama sekali.


"Hormat hamba, Permaisuri." ucap pelayan Ana dengan wajah panik. "Permaisuri gawat, ada rumor jika pertunangan Duke dan Putri Maya batal." cerocos pelayan Ana tanpa jeda.


Permaisuri Anastasya menghentikan riasannya, tanpa berpikir panjang ia langsung menuju ke ruangan Kaisar Alex. Sesampainya disana ia melihat Kaisar Alex yang sedang berbicara dengan Sean.


"Yang Mulia." panggil Permaisuri Anastasya seraya berlari kecil menuju ke arahnya.


"Keluarlah." perintah Kaisar Alex, Sean pun membungkuk hormat dan berlalu pergi.


Kaisar Alex menarik lengan Anastasya, hingga ia duduk di dalam pangkuan Kaisar Alex.


"Permaisuri mengkhawatirkannya?"

__ADS_1


Anastasya mengangguk, "Pasti Putri kita lagi sedih."


Kaisar Alex tersenyum, ia mengelus rambut panjang Anastasya seraya menciumnya. "Jangan khawatir, kali ini aku akan mengurusnya. Aku tidak akan membiarkan Putri Maya bersedih." ucap Kaisar Alex, ia mendaratkan bibirnya ke bibir Anastasya.


"Aku sedang menunggu Duke Rachid, mungkin dia bisa menjelaskannya." Kaisar Alex menyandarkan kepala Permaisuri di dada bidangnya. "Selama ini Permaisuri selalu berusaha menangani setia permasalahan Putri kita. Maka dari itu sekarang giliran ku yang harus berusaha."


Hector langsung masuk, ia tidak begitu risih melihat junjungannya yang selalu memanjakan Permaisuri Anastasya. Karna setiap waktu, ia selalu menemui kemesraan keduanya. Bahkan ia sering melihat adegan ciuman hot Kaisar Alex.


"Duke Rachid ingin menemui Yang Mulia." ucap Hector, membungkuk hormat.


Dari arah pintu terlihat Duke Rachid masuk, ia memberi hormat pada kedua penguasa itu. Jantungnya berdetak begitu cepat. Ia tidak tau harus memulainya dari mana? yang ia khawatirkan Permaisuri Anastasya langsung turun tangan membatalkan pertunangannya.


"Tanpa basa-basi aku ingin mendengarkan langsung dari mulut mu, sebenarnya ada apa sehingga ada rumor seperti ini. Apa Duke memang berniat membatalkan pertunangan ini."

__ADS_1


"Mohon Yang Mulia tidak mempercayai adanya rumor ini. Hamba dan Putri Maya hanya ada sedikit masalah. Hamba akan berusaha menyelesaikan permasalahan hamba." ujar Duke Rachid.


Permaisuri Anastasya geram, ia takut Duke Rachid menyakiti Putri Maya. "Tapi aku tidak akan tinggal diam, jika Duke membuat Putri Maya ku sakit hati. Sampai aku tau Duke menyakitinya, aku yang akan membatalkan pertunangan Duke."


Perkataan Permaisuri Anastasya mencolos langsung melukai hatinya, dadanya terasa panas dan perih.


"Begitu pun aku Duke, aku tidak akan memihak mu. Jika permasalahan ini dari dirimu sendiri. Untuk sekarang hilangkan rumor ini. Lalu jelaskan permasalahan mu."


Duke Rachid semakin gugup, ia menatap Permaisuri Anastasya membuat tubuhnya semakin menggigil.


"Putri Maya salah paman dengan hubungan hamba dan Hilda Yang Mulia. Putri Maya mengatakan hamba memiliki perasaan khusus." ucap Duke Rachid seraya memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya.


"Andaikan dugaan Putri Maya benar, apa yang akan kamu lakukan Duke Rachid?" tanya Permaisuri Anastasya dingin.

__ADS_1


Duke Rachid menunduk, ada rasa tidak tega di hatinya untuk mengembalikan Hilda ke rumah Bibinya. Semenjak kecil ia sudah paham sifat Hilda, karna hal itu iya juga kebingungan. Mana yang benar dan mana yang salah.


"Untuk sementara waktu jauhi Putri Maya, biarkan dia menangkan hatinya. Dan setelah selesai dari Akademik, aku akan mempertemukan kalian dengan Putri Maya. Tapi ingat sekali kamu mendekati Putri Maya. Jangan harap Duke bisa bertemu dengannya." Ancam Permaisuri Anastasya.


__ADS_2