Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 41_merebut perhatiannya


__ADS_3

Sepanjang jalan Anastasya tersenyum, sebenarnya tadi ia merasakan aneh terhadap perubahan sikap Elisha dan ia mulai curiga. Telinganya yang tajam bak elang mendengarkan langkah kaki menuju ke arahnya. Sudah pasti ia tau orang itu Kaisar Alex jika di hirup dari aroma tubuhnya, wangi maskulin yang memabukkan wanita tapi tidak untuk dirinya.


Elisha, Elisha apa kamu pikir dengan mudahnya menyingkirkan kau. Tapi kita lihat saja nanti aku masih mau bermain-main dengan mu.


Anastasya senyum puas akan kemenangannya, ia terus berjalan dengan membawa kewibawaan.


Sementara ke empat orang hanya mengikutinya langkah kaki Anastasya dengan diam.


Sesampainya di ruang kerja, Anastasya duduk di sofa berhadapan dengan mereka berempat.


"Duduklah," perintahnya.


Merekapun duduk saling berhadapan.


"Langsung saja, aku ingin bertanya pada mu Sean. Apa kamu bisa ilmu berpedang atau semacam lainnya."


"Hamba hanya lihai tehadap tombak dan panah Permaisuri."


Anastasya mengangguk, mengerti. Di dalam novel yang ia baca memang benar jika Sean hanya lihai terhadap kedua benda itu.


Anastasya beralih menatap Duke Rachid, "Duke Rachid aku ingin kamu mengajari Sean ilmu pedang." perintahnya dengan tegas.


"Dan tunggu sebentar ada sesuatu yang harus kamu urus,"


Anastasya beranjak duduk di kursi kerjanya, ia mengambil sebuah kertas beserta alat tulis dan mulai menulis sesuatu.


Setelah 15 menit, Anastasya telah selesai bergulat di depan kertas. Ia pun menghampiri ke empat orang itu yang hanya memperhatikan dirinya sedari tadi.


"Ini," Anastasya menyodorkan kertas itu pada Duke Rachid dan di terima olehnya.


"Itu adalah resepnya, seminggu lagi aku akan mengunjungi tempat itu, Dan iya, jangan lupa tempatnya harus selalu bersih dan tentu kokinya juga harus memperhatikan kebersihan dirinya." jelas Anastasya panjang lebar.

__ADS_1


Di dalam kertas itu tertulis, "Cara membuat Teh Susu, cara membuat Kue Chapssaltteok/kue Mochi berbentuk bulat terbuat dari tepung ketan yang dikukus lalu di uleni dengan gula hingga menjadi kenyal dan berisi kacang merah dimasak dengan gula, cara membuat kue Songpyoen yang di masak dengan tepung beras dengan isian kacang tanah atau kacang merah. Segala resepnya telah ia tulus dan hanya koki perlu mengikuti yang tertulis di kertas itu.


Kue itulah yang paling Cellin sukai dan bermaksud memperkenalkan kue itu pada lingkungan Kekaisaran yang tidak pernah ada.


"Baik Permaisuri." ucap Duke Rachid dengan mantap.


Selang beberapa saat datanglah seorang pelayan Kaisar Alex menghampiri mereka.


"Permaisuri hamba sudah menyiapkan hidangan untuk Permaisuri." ucapnya dengan menunduk hormat.


Anastasya hanya mengernyitkan dahinya, pasalnya ia tidak pernah menyuruh membuat hidangan, "Ekhem siapa yang menyuruh mu? Aku tidak pernah memerintahkan mu,"


"Hamba di suruh oleh Yang Mulia Kaisar Permaisuri, Permaisuri sudah di tunggu oleh Yang Mulia di ruang makan dan Yang Mulia juga mengundang Duke Rachid dan Tuan,"


Anastasya mengangguk, "Ayo." ajaknya.


Merekapun menuju ruang makan bersama-sama. Sesampainya disana Anastasya hanya melihat Kaisar Alex hanya menopang dagu dengan kedua makannya.


"Yang Mulia dimana Elisha?" tanya Anastasya seraya mengambil nasi ke piringnya.


"Dia sudah makan," jawabnya datar.


Salah satu pelayan maju berniat menyiapkan hidangan untuk Kaisar Alex. Anastasya pun berniat mengambilkannya untuk Kaisar Alex dan menghentikan pelayan itu.


"Tidak usah, biar aku saja yang mengambilkan nasi untuk Yang Mulia," ucap Anastasya seraya mengambil nasi yang tak jauh dari jangkauannya.


Deg


Seketika hati Kaisar Alex menjadi hangat karna tindakan Anastasya. Ia tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya ke siapa pun.


"Yang Mulia ingin sayur apa?" tanya Anastasya melihat ke arah Kaisar Alex yang hanya diam memperhatikannya.

__ADS_1


"Hem, terserah Permaisuri." jawabnya sedikit lembut.


Tanpa sadar seorang wanita masuk dan langsung duduk berhadapan dengan Anastasya. Ia ingin mengamuk melihat Anastasya yang perhatian terhadap Kaisar Alex. Dirinya tidak terima jika Kaisar Alex perlahan akan luluh padanya.


"Elisha, kenapa baru datang?" tanya Anastasya sekedar basa-basi.


Setidaknya aku akan membuat drama disini batin Anastasya tersenyum licik.


"Hamba hanya ingin makan bersama Yang Mulia dan Permaisuri,"


"Oh," Anastasya mengalihkan pandangannya ke arah Enzo dan Enzi serta kedua pemuda itu.


"Kalian makanlah jangan sungkan," ucap Anastasya tersenyum.


Sial, kedua orang ini merebut perhatian Permaisuri. Awas saja batinnya merasa geram melihat ke arah kedua pemuda itu


"Ekhem, kenapa kalian makan bersama aku tidak di undang." ucap seorang laki-laki seraya menarik kursi untuk ia duduki.


"Hem, tidak biasanya Pangeran Gabriel ikut gabung," ucap Anastasya yang merasa keheranan. Selama ini Pangeran Gabriel hanya makan di ruangannya saja dan tidak pernah menunjukkan batang hidungnya jika tidak ada hal penting.


"Aku hanya merindukan Permaisuri. Maka dari itu aku ikut bergabung dan ya, tolong Permaisuri mengambilkan beberapa makanan untuk ku."


"Oh baiklah,"


prang


Semua orang menoleh ke asal suara itu, melihat seorang laki-laki yang menatap tajam ke arah Pangeran Gabriel. Sudah cukup tadi ia melihat perhatian kecil yang ditunjuki Permaisurinya ke orang lain dan sekarang harus menambah lagi.


Mereka semua merebut perhatiannya batinnya seraya mengepalkan tangannya


Sementara yang di tatap hanya senyam-senyum tanpa dosa.

__ADS_1


__ADS_2