Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 54_pertengkaran


__ADS_3

"Yang Mulia maaf, hamba tidak menjaga Selir Elisha di kamarnya. Sedari tadi Selir Elisha memberontak untuk keluar."


Langsung saja Kaisar Alex menatap tajam Elisha.


Elisha yang takut dengan tatapan Kaisar Alex. ia mengalihkan pandangannya ke arah Anastasya, "Maaf Permaisuri, siapa lagi orang asing yang Permaisuri bawa ke istana?" tanya Elisha dengan nada tenang. Sebisa mungkin Elisha tidak membuat Kaisar Alex dan Anastasya tidak curiga, jika kedua orang yang ia kenal membongkar rahasianya.


"I,," sebelum Arnoz memanggil Elisha dengan sebutan Ibu, segera Kendrik menutup muluta putra semata wayangnya. Ia yakin melihat perubahan Elisha sekarang. Elisha tidak akan mengakui mereka berdua.


Apalagi melihat penampilan Elisha, membuat Kendrik berfikir dua kali. Jika dirinya salah langkah, ia yakin Elisha akan berbuat macam-macam dengan dirinya dan putranya itu.


"Ada apa Arnoz?" tanya Anastasya sedikit curiga, ia menatap Kendrix yang sangat gugup.


Sebenarnya apa hubungan mereka batin Anastasya..


"Tidak apa-apa Permaisuri, hamba hanya takut jika Putra hamba melakukan kesalahan." ucap Kendrix yang terlihat gugup.


Baguslah jika laki-laki seperti dia tau diri batin Elisha.


"Mery antarkan mereka ke kamar tamu," perintah Anastasya yang diangguki pelayan Mery.


"Permaisuri mari aku antar ke kamar mu, dan kau Elisha aku akan menemui mu sebentar lagi." ucapnya Kaisar Alex.


Anastasya hanya diam saja dan berlalu pergi di ikuti Kaisar Alex. Kaisar Alex terkejut melihat Pangeran Gabriel yang sedang mondar-mandir di depan pintu kamar Permaisurinya.

__ADS_1


"Untuk apa Pangeran datang kesini?" tanya Kaisar Alex dengan datar.


Pangeran Gabriel menoleh, "Apa aku salah merindukan is.."


"Jika kalian ingin berdebat, silahkan kalian berdebat tapi jangan di depan kamar ku. Aku lelah, dan kau Yang Mulia. Tadi kan Yang Mulia ada urusan dengan Elisha. Sebaiknya Yang Mulia menemuinya. Sementara Pangeran Gabriel tolong beri aku istirahat." ucap Anastasya datar dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Setelah kepergian Anastasya, terjadi tatapan sengit antara Pangeran Gabriel dan Kaisar Alex.


"Jangan mengganggunya, camkan itu." ucap Kaisar Alex dengan nada menekan dan menuju ke kamar Elisha.


Sampailah Kaisar Alex di kamar Elisha, ia masuk dan melihat Elisha dengan mata bengkak menuju ke arahnya..


"Yang Mulia maaf," ucap Elisha seraya memeluk Kaisar Alex dengan erat.


"Kenapa kau melakukan hal seperti itu Elisha, apa kau tau. Semua perbuatan mu memiliki dampak negatif dari tanggapan rakyat." ucap Kaisar Alex dengan dingin.


"Yang Mulia hamba,,"


"Elisha apa aku terlalu memanjakan mu. Sehingga kamu melakukan hal di luar batas." bentak Kaisar Alex dengan suara meninggi membuat Elisha membeku.


"Apa Yang Mulia takut jika Permaisuri kecewa atau rakyat yang kecewa?" tanya Elisha memberanikan diri menatap bola mata Kaisar Alex.


"Seratus persen jawaban mu benar, aku takut Permaisuri kecewa terhadap ku." tegas Kaisar Alex.

__ADS_1


Elisha tersenyum, "Apa Yang Mulia pikir Permaisuri akan memaafkan Yang Mulia dan mencintai Yang Mulia?" Elisha meremas gaunnya sekuat tenaga, "Sadarlah Yang Mulia, Permaisuri tidak akan mencintai Yang Mulia dan Yang Mulia hanya kasihan padanya. Hamba mohon Yang Mulia sadar." teriak Elisha seraya memukul dadanya, "Hambalah yang menemani susah dan bahagia Yang Mulia."


Kaisar Alex merenungi perkataan Elisha, ia menghela nafas kasar, yang di katakan oleh Elisha ada benarnya, "Benar Elisha, justru sekarang aku ingin memperbaikinya."


"Yang Mulia dia tidak akan..."


"Cukup Elisha," sargah Kaisar Alex.


"Jangan memperburuk keadaan dan aku tidak akan segan menceraikan mu. Jika kamu berbuat ulah, rasanya aku menyesal membawa mu kesini," sambungnya lagi dan meninggalkan Elisha yang mematung.


"Anastasya, Anastasya aku akan membunuh mu." teriak Elisha dengan nafas memburu.


"Ana,"


Pelayan Ana pun masuk, sedari tadi dia diam di luar pintu kamar Elisha. Mendengarkan pertengkaran Elisha dengan Kaisar Alex.


"Apa kamu sudah mendapatkannya?" tanya Elisha.


"Hamba sudah mendapatkannya Yang Mulia." jawabnya seraya melirik ke arah Elisha.


"Baiklah, nanti malam aku akan menemuinya dan juga kamu harus mengawasi dua orang yang di bawa Permaisuri tadi. Jika ada sesuatu yang mencurigakan. Kau harus secepatnya memberitau ku." ucap Elisha.


Elisha melirik pelayan Ana yang keheranan dengan perintahnya, "Kau tidak perlu tau, cukup menuruti perintah ku saja." ucap Elisha seraya duduk di sofa panjangnya dengan santai..

__ADS_1


__ADS_2