Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Kamu bukanlah berasal dari bangsawan


__ADS_3

Kedua pria gagah itu terkesiap, ia menatap tajam ke arah anak kecil yang sedang berdecak pinggang. "Siapa kalian?" tanya Deros. Tak heran jika umur lima tahun sudah bersikap dewasa. Di kalangan bangsawan. Umur lima tahun pun sudah tau kerasnya pendidikan. Setiap harinya dia belajar dengan Viscount Elza, wanita yang di hormati oleh para kalangan bangsawan. Viscount Elza terkenal karena pendidikannya. Di usia Lima tahun, dia sudah menghafal sejarah yang lumayan tebal, bisa berhitung dengan cepat. Ya, inilah bangsawan. Seorang putri dan putra tidak akan bebas seperti rakyat biasa.


Sebagai tempat beristirahat, Deros sering menaiki pohon rindang di pojok depan rumahnya. Matanya yang terpenjam langsung terbuka ketika telinganya menangkap sesuatu dan melihat dua sebuah kereta yang tak jauh dari depannya. Dan matanya membulat ketika melihat kedua laki-laki yang memantau kediamannya. Ia langsung beringsut duduk dan melompat ke ke luar pagar.


"Katakan siapa yang menyuruh kalian? O, aku tau, kalian di suruh oleh dia." Ejek Deros. Gigi gemetar melihat wanita yang turun dari keretanya dan berjalan dengan angkuhnya.


"O, Deros sayang. Nama yang indah, sangat cocok dengan ketampanan mu." Ujar wanita itu seraya memegang topi berenda putih. Melihatnya saja membuatnya ingin muntah. Apalagi memeluknya, mungkin dia akan sekarat.


"Aku tidak ingin mendengarkan pembicaraan mu, pergi sana." Deros menunjuk ke sembarang arah. "Jangan pernah mengganggu ibu ku dan ayah ku." Bentaknya.

__ADS_1


Liera terkekeh, dia merasa lucu dengan sikap angkuhnya itu. Anak haram yang jelas tidak tau siapa ayahnya. Kini membentaknya, hanya karena dia di akui oleh keluarga Viscount.


"Hah, kamu tidak ingin berterima kasih pada ibu mu. Jika bukan karena ibu mu yang berbaik hati, kamu tidak akan menjadi bagian keluarga Viscount. Jangan terlalu membenci ku, aku ibu mu, Deros." Ucapnya dengan nada sedih.


"Siapa kamu? aku tidak memiliki ibu macam dirimu." Bentaknya seraya berdecak pinggang. "Ibu ku hanya Michelia,"


Liera berjalan ke arahnya dengan bibir gemetar, dengan kasarnya, ia merangkup kedua pipinya. "Dengar, aku ibu mu. Aku yang melahirkan mu. Apa kamu pikir dengan bertingkah seperti bangsawan kamu akan menjadi bangsawan? darah mu, bukan darah bangsawan. Dan perlu kamu ingat, Ibu mu tengah mengandung. Aku yakin, saat ibu mu melahirkan. Dia tidak akan mencintai mu lagi. Dia akan lebih mencintai anaknya dari pada anak angkatnya." Liera melepaskan cengkramannya dengan kasar.


"Kenapa kamu diam? apa kamu merasakan sesuatu? apa kamu sudah mengenal status mu dan perbedaan mu. Aku tidak menyangka, umur lima tahun memiliki pemikiran dewasa. Ternyata Viscount Elca memperlakukan mu dengan baik, tapi sayang, semuanya akan berakhir."

__ADS_1


"Aku tidak percaya, Ibu dan Ayah tidak akan pernah membuang ku. Aku percaya pada mereka."


"Apa yang perlu kamu percayai? apa perlu aku mengulangnya, kamu bukanlah berasal dari bangsawan." Ucap Liera seraya menunjuk dadanya.


"Apa yang kamu ingin kan?" tanya Deros mengalihkan pembicaraannya. Ia takut ketika mengingat semuanya menjadi nyata. Ia sangat takut kehilangan sosok ibunya.


Ehem


"Karena kamu berbicara seperti itu, aku akan langsung ke intinya. Aku tidak akan mengganggu ibu dan ayah mu lagi. Asalkan dirimu mau ikut dengan ku. Ya, setidaknya aku akan menebus semua kesalahan ku." Liera terus memancarkan aura kelicikannya. Sedangkan Deros ia tidak percaya dengan Liera. Tapi setidaknya, dengan mengikutinya, wanita iblis di depannya tidak akan mengganggu ibu dan juga ayahnya.

__ADS_1


"Aku tidak mau ikut dengan mu,"


"Tidak perlu buru-bur menjawabnya," Liera menepuk bahu gemetar yang menahan tangis itu. "Pikirkan baik-baik. Aku yakin kamu anak yang cerdas, yang tidak mau ibu dan ayah mu di pandang rendah oleh bangsawan. Aku akan menunggu mu di luar, taman Ibu Kota." Sambungnya lagi. Lalu berjalan menuju ke arah keretanya. Sebelum ia masuk, ia memutar lehernya, menatap anak kecil yang menunduk.


__ADS_2