Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 47_pilihlah di antara kami


__ADS_3

Kaisar Alex terus mengikuti langkah kaki Permasiuri Anastasya yang tergesa-gesa, "Permaisuri tunggu, semua ini tidak seperti Permaisuri pikirkan," ucap Kaisar Alex seraya menggenggam lengan Anastasya.


"Lalu hamba harus memikirkan apa Yang Mulia?" tanya Anastasya menatap tajam.


"Aku mohon, aku salah. Aku hanya mi..."


"Yang Mulia ada apa?" tanya seorang wanita dari belakang Anastasya. Menghentikan perkataan Kaisar Alex.


"Dia sudah datang kalian memang pantas bersanding," ucap Anastasya melepaskan lengan yang di genggam Kaisar Alex.


Anastasya pun menerobos wanita di depannya, tanpa memperdulikan keberadaanya.


"Permaisuri apa hamba adalah duri di pernikahan kalian?" tanya Elisha menghentikan langkah kaki Anastasya.


"Keberadaan mu memang melebihi duri," jawab Anastasya datar.


Elisha menjatuhkan dirinya ke lantai, "Ampun Permaisuri. Hamba mohon jangan marah pada Yang Mulia, ini semua kesalahan hamba." ucap Elisha seraya menangis tersedu-sedu.


Kaisar Alex langsung menghampiri Elisha, ia membantu Elisha berdiri. Semua kejadian malam ini tidak ada sangkut pautnya keberadaannya. Dia lah yang membawa Elisha ke situasi sulit maka dirinya pula yang harus bertanggung jawab.

__ADS_1


"Tidak ini bukan salah mu, aku lah yang bersalah disini." ucap Kaisar Alex menghela nafas, menatap Elisha dengan lembut. Ia melihat ke arah Permaisuri Anastasya menatapnya.


"Aku tau ini adalah salah ku Permaisuri, tidak ada sangkut pautnya dengan Elisha. Jadi tolong hargai Elisha disini." ucapnya lembut menatap nanar ke arah Permaisuri Anastasya.


"Menghargai," Anastasya memalingkan wajahnya. Rasa sesak, itulah yang ia rasakan sekarang.


"Hamba tanya pada Yang Mulia, sewaktu Elisha datang kesini. Apa Yang Mulia menghargai hamba? tidak kan, jadi kenapa hamba harus menghargai Yang Mulia. Jika pun Yang Mulia membuang hamba pada waktu itu."


"Dia adalah orang baik Permaisuri,"


Elisha tersenyum kecut, "Orang baik,, Apa segitu baiknya dia di hatimu Yang Mulia. Jika dia orang baik tentu dia tau jika Yang Mulia sudah memiliki istri dan tidak menggoda Yang Mulia." ucap Anastasya menatap lekat Kaisar Alex.


"Dan Yang Mulia mencegah hamba pergi di waktu yang salah dan di tempat yang salah." sargah Anastasya.


"Permaisuri ini bukan salah Yang Mulia. Ini salah hamba. Maka dari itu hamba rela melepaskan Yang Mulia asalkan Yang Mulia bahagia dengan Permaisuri." timpal Elisha tersenyum licik. Waktunya ia memainkan peran wanita yang lemah dan teraniaya.


"Apa dirimu akan mengatakan jika Elisha wanita yang teraniaya. Elisha merelakan cintanya hanya demi wanita lain. Dan di situlah dia akan dianggap sebagai pahlawan."


Anastasya terkekeh seraya menggelengkan kepalanya. Ia tau permainan Elisha. Apa yang dipikirkan wanita semacam Elisha.

__ADS_1


"Permaisuri," ucap Kaisar Alex lembut. Ia ingin Anastasya menerima Elisha. Ia juga iba melihat Elisha yang berada di situasi buruk karna dirinya.


"Yang Mulia memilih siapa diantara hamba dan dia. Pilihlah di antara kami," Anastasya menunjuk ke arah Elisha. Ia butuh kepastian. Ia juga sadar ucapannya akan mendapatkan jawaban apa. Maka dari itu dirinya tidak berharap banyak.


"Permaisuri jangan menyudutkan ku di situasi seperti ini. Aku menyayangi kalian dan mencintai kalian."


"Bohong," teriak Anastasya dadanya naik turun menahan amarah yang mulai naik pitam.


"Semua itu bohong, jika Yang Mulia mencintai hamba. Yang Mulia tidak akan mencintainya, Yang Mulia tidak akan membawanya." Anastasya mendonggakkan wajahnya, ia memejamkan matanya sejenak dan menghirup udara segar. "Hamba lupa jika Yang Mulia tidak mencintai hamba. Sungguh ironis bukan mencintai dua orang wanita. Yang satunya wanita pandangan pertama yang satunya lagi wanita penghancur yang pernah di buang lalu memungutnya dan menyatakan mencintainya. Lelucon apa itu Yang Mulia?" Anastasya membuka matanya ia melihat ke arah Elisha dan Kaisar Alex.


"Cinta hanya untuk satu orang dan tidak untuk di bagi. Jika cinta untuk dua orang berarti bukan cinta namanya serakah." ucap Anastasya dengan nada menekan.


Kaisar Alex hanya diam menikmati umpetan Anastasya. Ia siap hukuman apapun asalkan tidak membahayakan Elisha dan juga Anastasya. Disini dirinya lah yang bersalah.


"Maka dari itu, aku harap Yang Mulia menurunkah mahkota hamba," ucap Anastasya membalikkan badan dan hendak pergi.


"Jangan pernah bermimpi, apa Permaisuri lupa jika Permaisuri memiliki seorang ayah?" tanya Kaisar Alex dengan nada mengancam.


"Hentikan Yang Mulia," Semua orang itu menoleh ke asal suara itu. Langkah tegas dan penuh kemarahan ia menghampiri Anastasya, menerobos Kaisar Alex dan Elisha yang berdiri tak jauh dari Anastasya.

__ADS_1


"Seharusnya Yang Mulia membahagiakannya, bukan menyakitinya. Dan sekarang nikmatilah waktu kalian." ucap Pangeran Gabriel seraya menggandeng tangan Anastasya dan berlalu pergi.


__ADS_2