Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Season 3 : aku ingin kamu menjaga jarak dengan ku, Hilda


__ADS_3

Sedangkan pelayan Ana yang melihat Duke Rachid duduk seraya menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya. Ia merasa iba, pelayan Ana turun dari kamar Putri Maya. Ia sudah membersihkan semua kamar tidur Putri Maya, setiap harinya kamar itu sangat di jaga kebersihan, bahkan tidak ada debu sekecil pun yang menempel disana dan wangi kamar yang begitu menyegarkan, pelayan Ana setiap harinya mengganti bunga mawar yang lebih segar.


"Yang Mulia Duke."


Duke Rachid segera menghapus jejak air matanya, ia melihat ke arah pelayan Ana. "Ada apa?" tanya Duke Rachid.


"Bersabarlah Duke, semua ini ujian akan hubungan Duke. Apa Duke mempercayai Putri Maya."


"Aku mempercayainya," balas Duke Rachid seraya memandang ke sembarangan arah.


Pelayan Ana bingung, "Jika Yang Mulia Duke mempercayai Putri Maya. Kenapa Duke membuatnya marah?" tanya pelayan Ana panjang lebar.


"Aku bingung Ana, aku salah. Bukan maksud ku, memarahinya. Aku hanya ingin menasehatinya." ujar Duke Rachid dengan wajah memelas.


"Yang Mulia Duke, selidikilah dengan teliti. Mungkin yang dikatakan Putri Maya ada benarnya juga, tapi hamba berharap semuanya tidak benar. Bisa saja Nona Hilda memang menaruh perhatian, karna perhatian Duke sendiri." ucap pelayan Ana, jujur saja ia ingin Putri Maya berbaikan dengan Duke Rachid mengingat kenangan manis serta ucapan janji yang telah di sepakati. "Setiap keluarga pasti mempunyai masalah. Kita hanya perlu mengingat semua kemanisannya jangan sampai hanya mengingat satu keburukannya saja, membuat keluarga itu hancur seketika." ucap pelayan Ana menasehati Duke Rachid.


"Terimakasih atas semua nasehat mu Ana, ternyata semua perkataan mu ada benarnya juga, tapi bagaimana jika Putri Maya membatalkan pertunangan ku. Bahkan saat aku ke Akademik pertengkaran itu, Putri Maya sudah memutuskan pertunangan ku."

__ADS_1


Pelayan Ana terkejut, berarti hanya tinggal menunggu surat resmi dari Kaisar Alex dan Permaisuri Anastasya. Jika Kaisar Alex dan Permaisuri Anastasya menyetujui keputusan Putri Maya, hubungan mereka akan hancur.


"Aku akan mencoba menasehati Putri Maya Duke, selebihnya Duke harus memperjuangkannya. Mungkin Duke harus memulainya kembali. Meyakinkan Putri Maya."


"Baiklah, terimakasih Ana. Aku harus pulang." ucap Duke Rachid tersenyum masam dan berlalu pergi.


"Kasihan sekali kamu Duke," gumam pelayan Ana menatap punggung Duke Rachid yang mulai menjauh.


Sesampainya di kediamannya.


Duke Rachid masuk dengan langkah lelah dan letih, rasanya ia tidak memiliki tenaga sama sekali. Lebih-lebih hatinya merasa tidak ada harapan lagi. Ia hanya berjalan dan berjalan, tidak tau siapa di sampingnya, siapa yang memberikan hormat, mengabaikannya begitu saja.


Duke Rachid tidak membalas pelukannya, ia mendorong Hilda dengan kasar. "Aku ingin kamu menjaga jarak dengan ku, Hilda."


Hilda yang mendengarkannya pun membulatkan matanya tanpa berkedip. Sekujur tubuhnya membeku, tenggorakannya kering, hatinya panas dan perih. Hilda menunduk, ia tidak kuasa menahan air matanya jatuh begitu saja.


Sementara pelayan Eve menggertakkan giginya, ia tidak terima. Lain halnya Bibi Diane yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Duke Rachid.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan Duke? apa kamu pikir dia juga salah. Dia juga korban disini." bentak Bibi Diane.


"Korban?" Duke Rachid tertawa tak jelas. "Disinilah aku yang jadi korbannya Bibi. Seharusnya Bibi tidak membawanya kesini. Bibi lihat."


Bibi Diane geram, ia tidak terima Hilda dikatakan perusak hubungan orang. "Hilda tidak mungkin memiliki perasaan pada mu Duke. Dia sudah tau kamu memiliki tunangan. Selesaikan masalah mu dengan Putri Maya. Jangan membawanya ke dalam masalah kalian."


"Yang jadi akarnya Dia, Bibi." tunjuk Duke Rachid, ia tidak bisa menahan amarahnya lagi.


"Seharusnya Bibi tidak membawanya kesini." sambungnya lagi. Sementara Hilda menangis terisak-isak. Dadanya begitu nyilu.


"Paman aku minta maaf, aku akan pergi dari sini. Jika itu mau Paman." lirih Hilda di iringi derasnya air mata.


"Hentikan Duke, jangan menekannya. Lagi pula, dia juga baik. Bibi tidak akan menentang hubungan mu dengan Putri Maya, karna dia Putri dari Yang Mulia Kaisar Alex dan Permaisuri Anastasya. Dari dulu, Bibi sudah berniat menjodohkan mu dengan Hilda." teriak Bibi Diane mengepalkan tangannya.


"Jadi Bibi sudah memiliki niatan untuk menghancurkan hubungan ku. Jadi Bibi sangat ingin membunuh ku secara perlahan." ucap Duke Rachid dengan mata berkaca-kaca.


"Cukup," teriak Hilda menahan sakit di dadanya. Ia memegang dadanya dan ambruk di lantai.

__ADS_1


Bibi Diane dan pelayan Eve seketika menghampirinya. Sementara Duke Rachid hanya menatapnya sekilas. Mata Hilda tak pernah berhenti melihat wajah Duke Rachid yang memalingkan wajahnya hingga mata itu tertutup.


__ADS_2