
Hey kak maaf buat terkejut, awalnya tu Bab 76 udah aku hapus sebelum go publish.. tapi ternyata malah terbit🤭..
Jangan tanyakan kenapa author kepikiran Anastasya punya dua suami.. Ya, inilah ke Eror ran author. Jadi jangan bilang author mesum atau lainnya lah..
Jujur saja author sendiri sudah ada imajinasi buat novel tentang Kaisar Wanita yang memiliki 4 Selir atau 3 Selir, author sekarang hanya milih tema kerajaan nya saja. Mau Versi China apa Versi Eropa. Jadi masih bingung 🤣🤣 Entah setuju ide author atau tidak ya, tidak masalah. Author tidak bermaksud menyinggung para wanita dan para laki-laki.
__Dan semoga masih suka dengan novel author yang ini.. Semoga saja cepet tamat hehe..
Ke esokan paginya..
Istana Kekaisaran Matahari dan rakyatnya di buat riuh. Setelah mendengar kabar semalam. Jika Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel telah kembali. Jujur saja mereka sangat bersyukur menerima kehadiran keduanya. Namun mereka bingung Permaisurinya harus memilih yang mana. Ada yang berpihak keduanya, ada yang berpihak Pangeran Gabriel dan ada yang berpihak Kaisar Alex. Dan semua itu mereka akan menghargai Permaisuri atau Ibu Negeri mereka akan keputusannya. Lain halnya dengan para bangsawan yang sedang berunding dengan kehadiran dua sosok itu. Mereka memilih bagaimana jika keduanya menjadi suami Permaisuri Anastasya? lagi pula saat menikah jiwa mereka di jadikan satu.
Sementara di ruangan yang elegan, bersih dan perfect. Terlihat seorang wanita bangun lebih pagi. Dirinya telah selesai berias dan kini dia bermaksud menyiapkan hidangan untuk Kaisar Alex yang masih tidur pulas di ranjangnya.
"Mery aku ingin ke dapur untuk menyiapkan sarapan Yang Mulia."
"Permaisuri biar hamba saja yang melakukannya." sanggah Mery menawarkan diri. Ia tidak ingin Anastasya turun lansung, walaupun di mata Anastasya dapur istana bersih, tapi tidak bagi Mery. Dapur tetaplah kotor.
"Mery apa Pangeran Gabriel, Enzo dan Enzi sudah bangun?"
"Sepertinya iya Permaisuri, karna sekarang sudah waktunya untuk sarapan."
Anastasya paham, ia bergegas pergi menuju ruang makan. Sesampainya disana Anastasya hanya melihat Enzo dan Enzi yang baru saja duduk. Sepertinya kedua anak itu baru saja sampai.
"Hormat hamba, Permaisuri." Anastasya membalikkan badannya. Ia melihat Pangeran Gabriel yang sedang menunduk tidak seperti biasanya.
__ADS_1
"Apa Pangeran ingin sarapan?" tanya Anastasya.
"Be, benar Permaisuri." Pangeran Gabriel semakin gugup, tidak berani menatapnya secara langsung. Karna terbaringnya Kaisar Alex adalah kesalahannya.
Anastasya hanya tersenyum kecut, ia pun langsung menggenggam tangan Pangeran Gabriel menuju ke meja makan. Sedangkan Pangeran Gabriel semakin gugup semakin pula detak jantungnya tak karuan.
Masih dalam mode mematung, Pangeran Gabriel tidak sadar jika Anastasya telah mengambil nasi, sayuran dan soup daging sapi.
"Pangeran,"
Pangeran Gabriel terkejut ketika Anastasya memegang bahunya.
"Makanlah,"
"Baiklah, aku akan menyiapkan sarapan untuk Yang Mulia. Kalian makanlah, maaf tidak bisa menemani kalian." ucap Anastasya merasa bersalah.
"Tidak perlu Permaisuri," Kaisar Alex yang baru datang, mendengarkan perkataan Anastasya ia sangat senang. Bahkan di dalam perutnya telah bertaburan bunga-bunga.
"Yang Mulia,"
Anastasya menuju ke arah Kaisar Alex, ia mengganti Hector yang memapah tubuh Kaisar Alex. Dengan sigap Hector menarik kursi sebagai tempat duduk Kaisar Alex.
"Terimakasih," ucap Anastasya tersenyum ramah ke Hector. Hector pun hanya menerimanya, ia membungkuk hormat.
Anastasya mengambil piring Kaisar Alex menjalankan tugas sebagai seorang istri.
__ADS_1
"Yang Mulia ingin makan apa?" tanya Anastasya melihat ke arah Kaisar Alex.
"Terserah Permaisuri," jawabnya.
Anastasya pun hanya mengambil beberapa menu seperti yang ia siapkan untuk Pangeran Gabriel.
Keheningan hanya menghiasi ruang tamu itu, sesekali Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel melirik ke arah Anastasya. Sementara Anastasya merasa risih dengan kedua lirikan itu, dia pun langsung melihat ke arah mereka.
"Ada apa?" tanya Anastasya.
Seperti maling yang ketahuan, Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel mendadak jantungnya ingin melompat. Mereka di buat gugup sendiri dan merutuki kebodohannya sendiri.
"Ti, tidak Permaisuri."
Kekompakan jawaban mereka membuat Anastasya terkekeh, "Apa Yang Mulia dan Pangeran Gabriel ingin menambah?"
"Iya,"
Lagi-lagi mereka menjawab kompak seraya menyodorkan piring masing-masing.
Anastasya tersenyum, ia menggeleng pelan. Lalu mengambil piring Kaisar Alex lebih dulu. Setelah itu Pangeran Gabriel.
"Maaf aku tidak ingin berbuat serakah pada kalian, jika aku memilih. Aku hanya ingin memiliki satu Suami. Tapi..."
"Kami menerimanya Permaisuri," ucap Kaisar Alex mantap di ikuti Pangeran Gabriel.
__ADS_1