Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
season 2_pertemuan


__ADS_3

#untuk sekarang masih fokus ama Putri Viola dulu, entar season 3nya Duke Rachid sama Putri Maya🤭🤭 awalnya author sudah buat novel baru, Bab 1 nya sudah, tapi karna kalian minta Putri Maya dan Tuan Duke ya sudah, author lanjutin, tapi jangan bosen ama ceritanya ya😊


Tak terasa perjalanan Kaisar Alex hingga sore yang ia tempuh telah sampai di halaman depan di gerbang istana Kekaisaran Emerald.


Kaisar Alex turun dari keretanya di ikuti Anastasya. Setelah itu Putri Viola dan Putri Maya, lalu yang lainnya Pangeran Enzo dan Enzi yang turun dari kudanya di ikuti kedua Kesatria Kekaisaran Matahari, Isak dan Hector.


"Bagaimana kabar mu?" tanya Kaisar Emerald yang memeluk Kaisar Alex seraya menepuk bahunya.


"Ya, seperti yang kamu lihat Aku baik." jawab Kaisar Alex.


Sementara Anastasya juga saling memeluk dan menyapa dengan Permaisuri Flavia.


"Apa ini Putri mu?" tanya Permaisuri Flavia melihat ke arah Putri Viola dan Putri Maya.


"Hormat hamba Permaisuri dan Yang Mulia, hamba Putri Viola De Lexius dan hamba Putri Maya De Lexius." ucap mereka se sopan mungkin.


"Wah, kedua Putri Permaisuri Anastasya sangat cantik,"

__ADS_1


"Dimana Pangeran Abigail?" tanya Anastasya melihat kanan kiri.


"Pangeran Abigail mungkin masih bersiap-siap, ayo masuk dulu."


"Permaisuri bolehkah hamba dan Adik hamba jalan-jalan," tanya Putri Viola, ia tidak sabar melihat sekeliling istana Emerald. Sedari tadi ia merasa bosan berada di dalam istana dan sekarang waktu yang tepat untuk menghirup di lingkungan baru.


"Baiklah," Permaisuri Flavia tersenyum, ia melihat ke arah ketiga orang yang berada di belakangnya," Arban, Arnod dan kau Mira layani Putri Viola dan Putri Maya dengan baik." perintah Permaisuri Flavia dengan tegas.


"Baik, Permaisuri."


"Baiklah, kalian hati-hati ya," ucap Anastasya melihat ke arah kedua Putrinya.


"Dan istana kecil itu untuk apa?" tanya Putri Viola menunjuk ke arah istana kecil berwarna putih di kelilingi Bunga Bakung berwarna kuning dan serbuk sarinya berwarna orenz, serta di tengah bunga itu terdapat Pohon Cemara.


"Apa kita boleh ke sana?" tanya Putri Viola melihat ke arah pelayan Mira yang tampak gugup dan melirik ke arah kedua pengawal di samping Putri Maya.


"Bo, boleh Putri. Si, silahkan."

__ADS_1


Putri Viola mengangguk, ia dan Putri Maya bergandengan tangan seraya menuruni tangga. Namun langkah mereka berhenti ketika mendengarkan sesuatu yang terjatuh.


prang


Putri Viola dan Putri Maya menoleh, ia melihat seorang anak kecil menabrak pot besar dan ia ikut terjatuh ke lantai. Segera Putri Viola dan Putri Maya menuju ke arahnya. Sementara Mira, Alban dan Arnod sudah berwajah pias, mereka takut Putri Viola dan Putri Maya akan menghina Pangeran Abigail, mereka harus siap, siapa pun yang menghina Pangeran Abigail mereka tidak akan tinggal diam.


Putri Viola melepaskan genggamannya dengan tangan Putri Maya, ia mengambil sebuah tongkat berwarna coklat itu yang terbuat dari kayu dengan pegangan melengkung terbuat dari emas.


Putri Viola melangkah kan kakinya menuju ke arah anak kecil yang kebingungan dan sedang meraba-raba di sekelilingnya mencari keberadaan tongkatnya itu, ia berjongkok di depan anak kecil, ia meraih tangannya yang memakai sarung tangan kain berwarna hitam itu lalu memberikan tongkat yang ia ambil tadi.


Sejenak Laki-laki di depannya melihat sekilas wajah Putri Viola dengan jarak yang sangat dekat, matanya yang buta masih mampu melihat jarak yang paling dekat dan dapat merasakan hembusan nafas wangi dari tubuh mereka.


"Lain kali, berhati-hatilah." ucap Putri Viola dengan lembut.


Sementara laki-laki di depannya masih diam, ia masih menikmati aroma harum bunga mawar di tubuh Putri Viola yang sangat menenangkan di hatinya. Walaupun detak jantungnya seakan ingin meledak.


"I, iya te terimakasih." ucap dengan gugup.

__ADS_1


"Pangeran Abigail maaf, hamba terlambat.." ucap seorang gadis yang tiba-tiba datang seraya melihat ke arah Putri Viola tanpa berkedip.


__ADS_2