Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Season 2_pertemuan kembali setelah 16 tahun


__ADS_3

Kini gadis bermata biru itu telah tumbuh menjadi gadis dewasa. Diusinya yang masih berumur 16 tahun, ia telah selesai dalam pelajaran Akademik, kecerdasannya dan kelembutannya terkenal di semua Kekaisaran. Semua rakyat pun bangga, selain cerdas ia mahir dalam ilmu pedang, memanah, dan tombak. Tak heran gadis yang beranjak dewasa itu menjadi kebanggaan bagi semua orang.


Sedangkan Putri Maya kini umurnya menginjak 14 tahun, selain itu Putri Maya mengikuti jejak sang Kakak. Ia juga mahir dalam ilmu bela diri. Duke Rachid yang selalu menemani harinya, tak pernah ia lepas dari pandangan Putri Maya. Seakan kedua orang itu telah terikat oleh benang.


Sementara Pangeran Abigail, walaupun tubuhnya lemah. Ia tidak pernah berputus asa menjadi kuat. Ya, harapannya adalah menjadi orang yang pantas untuk Putri Viola. Kutukan tubuhnya selain buruk, kutukan itu menjadikan tubuhnya lemah.


Sedangkan Emma, ia selalu saja menaruh perhatian pada Pangeran Abigail, berharap Pangeran Abigail menoleh padanya, meski begitu ia tetap memperjuangkan Pangeran Abigail. Dan sekarang lagi-lagi ia membujuk Pangeran Abigail keluar istana dengannya.


"Pangeran, sebaiknya Pangeran berhenti latihan. Pangeran juga harus menjaga kesehatan Pangeran." ucap Emma seraya memberikan segelas air ke arah Pangeran Abigail.


Pangeran menghentikan latihan memanahnya, sudah 7 kali ia berlatih namun hasilnya hanya satu yang tepat sasaran.


"Terimakasih Emma." ucapnya seraya meminum air di gelas itu dalam sekali teguk.


"Aku harus berlatih Emma, aku harus pantas berdiri di sisinya." seru Pangeran Abigail dengan wajah lesu. Ia berjalan ke arah pohon cemara itu, lalu duduk di bawahnya. Emma pun juga ikut duduk, ia mengambil sapu tangan mengelap wajah Pangeran Abigail.


"Pangeran, dia mencintai Pangeran. Putri Viola pasti menerima Pangeran."


"Aku tau itu, tapi Aku malu menjadi laki-laki yang lemah Emma." lirihnya dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Pangeran," panggil Mira seraya berlari tergesa-gesa.


Dengan cepat Pangeran Abigail menuju ke arah pelayan Mira, "Apa Putri membalas surat ku,"


Dengan nafas ngos-ngosan, pelayan Mira memberikan amplop kecil.


Pangeran Abigail membuka surat itu dan membacanya. Selama hubungan jarak jauh dan kesibukan Putri Viola membuat Pangeran Abigail mengerti, ia tidak menuntut untuk bertemu dengannya, ia mengerti Putri Viola harus fokus menjadi Putri Mahkota, yang sebentar lagi dia akan menjadi seorang Kaisar wanita.


"Baiklah, aku akan segera membalasnya. Dimana Hector?" tanya Pangeran Abigail melihat ke arah belakang pelayan Mira, namun tidak menemukan apapun.


"Oh, baiklah. Aku harus membalas suratnya." ucap Pangeran Abigail berlari tergesa-gesa.


Sementara pelayan Mira, ingin menghentikan Pangeran Abigail. Namun karna berlari suaranya terasa tercekat.


Pangeran milikku Viola batinnya seraya mengepal kuat.


Disisi lain.


Pangeran Abigail membaca surat itu dengan teliti.

__ADS_1


Salam Pangeran.


Bagaimana hari Pangeran? apakah menyenangkan? apa Pangeran masih belum bisa memanah dengan benar? ah, aku rasa Pangeran pasti belum bisa. Awas saja jika bertemu dengan ku. Aku akan menarik telinga Pangeran.


Seketika Pangeran Abigail tertawa, "Benar aku belum bisa memanah dengan baik." lirihnya, ia kembali melanjutkannya.


Bulan ini adalah musim dingin, Aku harap Pangeran bisa menjaga kesehatan Pangeran dan Tahun ini Aku sudah lulus Akademik. Dan secepatnya aku akan menemui Pangeran.


Pangeran..❤️❤️


Pangeran tidak perlu menjadi kuat untuk mendampingi Ku, Aku sanggup melindungi Pangeran. Pangeran cukup menjaga hati Pangeran.


O, iya Pangeran Aku memesan baju hangat untuk Pangeran. Semoga Pangeran menyukainya.


❤️❤️❤️


Pangeran Abigail menutup surat itu, ia menyimpan surat itu kedalam kotak emas yang berukuran sedang. Bahkan sudah banyak surat di dalam kotanya. Setiap kali ia menerima surat dari Putri Viola, ia akan menyimpannya dengan baik.


Pangeran Abigail kembali mengingat pertemuannya dengan Mira, ia tidak menemukan sebuah kado.

__ADS_1


"Aku harus menanyakannya,"


Pangeran Abigail beranjak berdiri, ia melangkah kan kakinya keluar kamarnya, tapi saat Pangeran Abigail membuka pintu. Alangkah terkejutnya dia, melihat wanita di depannya dengan senyuman merekah.


__ADS_2