Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Season 3_Rencana licik Baron Verland


__ADS_3

"Tenang saja, kita masih memiliki kesempatan. Bukankah Putri Maya akan melanjutkan ke Akademik. Berarti saat itu kamu harus berusaha untuk mendapatkan hatinya. Lagi pula besok malam Ayah mengundangnya kan. Maka dari itu Putri ku yang cantik ini, harus berdandan lebih cantik." serunya sambil mengelus kepala Nona Ingrid.


"Ayah sudah merencanakan sesuatu, tunggu saja. Sisanya kau hanya melakukannya dengan baik." sambungnya.


"Baiklah Ayah, aku akan berusaha yang terbaik. Lalu apa rencana Ayah?" tanya Ingrid penasaran.


"Ayah akan membuat jiwa kelakiannya bangun dan kamu harus bisa menggodanya. Lakukanlah dengan baik."


"Baiklah." Ucapnya tersenyum licik seraya melihat punggung putrinya yang mulai menjauh. Dirinya harus bisa memasuki keluarga Duke Rachid bagaimana pun caranya. Ia tidak peduli dengan seorang Putri sekalipun, yang ada di dalam hidupnya hanyalah kemewahan.


Tak terasa bulan purnama bersinar terang, memperlihatkan keindahan kastil yang menjulang tinggi. Sebuah kereta megah berhenti tepat di depan gerbang itu. Seorang laki-laki dengan rahang tegas turun dari kereta itu dan menjulurkan tangannya, membantu seseorang untuk turun dari sang kereta.


"Besok pagi aku akan datang menjemput mu, untuk memanjakan mu."


Putri Maya mengangguk, "Dan ingat kamu harus menunda dulu tentang keberangkatan mu." sambungnya lagi.


Pikiran Putri Maya melayang tinggi, pikiran mesumnya mulai menjalar. Ia menggelengkan kepalanya, tidak mungkin seorang Duke yang berwibawa akan melakukan itu dengannya.

__ADS_1


"Jangan memikirkan yang aneh-aneh." Ucap Duke Rachid seraya menjitak kening Putri Maya. Hingga Putri Maya mendengus kesal.


"Sebaiknya kita berkeliling istana, lagi pula malam ini udara segar." Duke Rachid melepas jubahnya, lalu memakaikan ke tubuh Putri Maya, ia menggenggam tangan Putri Maya dan melangkahkan kakinya sejajar dengan langkah Putri Maya.


"Paman, seperti apa Ibunda ku dulu? apa Ayah melakukan Ibunda ku begitu baik?" tanya Putri Maya, ia teringat dengan nama Elisha saat mendengarkan salah satu pelayan membedakan nama Elisha dengan Ibundanya.


"Apa yang ada di dalam Permaisuri, tentu saja ada pada dirimu." jawabnya.


"Lalu siapa Elisha?" tanya Putri Maya menghentikan langkah kakinya. "Dan siapa Pangeran Gabriel?"


Duke Rachid menarik napasnya, mau tidak mau ia harus mengatakan sejujurnya.


"Apa Ibunda menangis?"


"Ibunda mu orang yang kuat, mana mungkin dia menangis. Justru dia bertahan hingga Yang Mulia sadar. Siapa Permaisuri baginya? satu tahun Ibunda mu menghilang membuat Yang Mulia tidak bisa berfikir jernih. Setiap malam sebotol cairan merah selalu menemaninya."


"Siapa yang menculiknya?"

__ADS_1


"Kaisar Emerald." Putri Maya melongo membentuk huruf O.


Duke Rachid tertawa, melihat wajah Putri Maya yang terkejut begitu menggemaskan, membuatnya langsung mencubit hidungnya.


"Itu hanya masa lalu, jangan dipikirkan. Ah aku ingin menyentuhnya." ucap Duke Rachid mengusap bibir Putri Maya. "Tunggu saja besok aku akan memanjakan mu."


"Hah,"


"Apa Putri sudah tidak tahan ingin bersama ku? bagaimana jika esok hari kita menikah saja?" Duke Rachid pun menggoda Putri Maya sambil menaikkan kedua alisnya.


"Ih, Paman ada-ada saja. Siapa yang ingin menikah dengan Paman?" Putri Maya mengkerucutkan bibirnya dan memalingkan wajahnya.


"Tentu saja dirimu, lalu siapa lagi? apa Putri ingin. Paman tampan mu ini menikah dengan Nona Ingrid."


Seketika Putri Maya menetap tajam ke arah Duke Rachid. "Lakukan, aku juga bisa mencari seseorang yang lebih baik dari paman. Lihat saja nanti, jangan bilang diriku Maya, jika aku tidak bisa mendapatkan laki-laki yang lebih dari Paman." Ancam Putri Maya.


Duke Rachid menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, tubuhnya terasa kedinginan seketika. Ia menoleh kanan kiri dan mendapati seorang wanita yang menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


Apa Permaisuri mendengarkan nya? matilah aku batinnya


#Buat yang promosi maaf, belum bisa mampir entar author juga mampir😊😊


__ADS_2