Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
S4 : Viscount Luis, apa yang harus aku lakukan?


__ADS_3

"Pesta dansa sudah di mulai, apa Nona tidak ingin berdansa?" Michelia melirik ke samping, ia memutar bola matanya. Malas meladeni orang yang ia tidak kenal sama sekali.


"Malas saja." Ujarnya dengan singkat.


Viscount Elca terkekeh, ia menutup mulutnya dengan salah satu jari tangannya. "Apa Nona lelah karena berkeliling di kota?" tanya Viscount Elca seraya melihat lurus ke depan. Kedua lengannya bersandar ke pagar di balkom itu dan saling menyelipkan kedua jarinya.


Michelia menaikkan alis kanannya seraya memonyongkan bibirnya ke kiri. "Aku hanya berjalan-jalan saja." Jawabnya.


"Aku ras tadi Yang Mulia Kaisar mengatakan, Nona tidak pernah keluar."


Michelia menggigit bibir bawahnya, ia tidak suka seseorang ikut campur urusannya. "Apa mau mu, hah? jangan mengatakannya pada semua anggota keluarga ku." Pekik Michelia sambil menatapnya.


Viscount Elca membungkukkan badannya, ia menjulurkan tangan kanannya sementara tangan kirinya menyentuh perutnya. "Maukah Nona berdansa dengan saya."


"Hah," mulut Michelia membulat sempurna. "Aku tidak mau berdansa." Ujarnya. Karena memang sifatnya yang tak menyukai dansa. Sedari kecil jika ada pesta, maka dia akan diam di teras depan. Tarian bangsawan itu membuatnya bosan. Ia tidak bisa berlenggok-lenggok sesukanya.


"Baiklah, Nona. Alangkah baiknya, Duchess Maya tau kejadian tadi pagi. Aku hanya kasihan padanya."

__ADS_1


"Diam ! kamu tidak tau, aku memang tidak suka berdansa." Bentak Michelia.


"Baiklah, saya tidak akan memaksa Nona. Sepertinya Duchess sedang menunggu ku." Viscount Elca membalikkan badannya. Hatinya pun merasa kecewa. Baru kali ini dia di tolak seorang gadis.


"Baiklah." Seketika langkah itu berhenti di iringi seulas senyuman.


"Aku mau berdansa dengan mu, tetapi jangan lama-lama." Michelia menabrak lengan Viscount Elca. Lalu menuju ke tengah-tengah kerumuan para bangsawan yang berdansa.


Ingin sekali aku meremukkan orang ini. Dasar laki-laki licik.


Viscount Elca menjulurkan tangannya, dengan berat hati Michelia menerima tangan itu. Mereka pun berdansa mengikuti alunan biola itu. Wajah Viscount Elca di penuhi wajah senang, tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ada getaran aneh di dadanya. Mengusili gadis di depannya, membuatnya senang. Pada saat pernikahannya, seharusnya dia senang, tetapi tidak. Entahlah, dia merasa hanya menganggap istrinya tak lain adalah temannya bukan teman hidupnya.


"Ada apa dengan anak itu? apa dia mulai bermasalah? tapi syukurlah, baru kali ini aku melihatnya." Ujar Duchess Maya.


"Seharusnya kamu bersyukur dia berubah." Timpal Putri Viola.


Sementara Caroline tidak mengkedipkan matanya, baru kali ini ia melihat Viscount Elca tersenyum bebas bersama dengan seorang wanita. Senyumannya saat bersama dengan istrinya sangatlah berbeda. Senyuman terpaksa dan senyuman tulus. "Elca." Duchess Caroline menunduk, ia semakin membedakan kedua senyuman itu.

__ADS_1


"Ibu," sapa Anabella. "Apa ibu juga merasakannya?" sambungnya.


"Lihatlah senyuman Kakak, rasanya berbeda."


"Kakak mu tidak mungkin tertarik padanya. Ibu yakin, dia hanya sebatas menghormatinya." Kilah Duchess Caroline. Ia masih belum percaya. Jika sampai terjadi sesuatu. Maka akan ada hati yang terluka.


"Aku berharap kakak hanya menghormatinya, tapi .."


Duchess Caroline berlalu pergi meninggalkan Viola begitu saja. Ia butuh udara segar sehingga ia memilih berada di teras depan tempat Michelia tadi.


flasback


"Nak, apa kamu yakin menikahinya?" tanya Duchess Caroline.


"Ibu tidak perlu khawatir, bagi ku senyuman Ayah adalah segalanya. Mungkin sekarang aku tidak bisa mencintainya. Tapi aku yakin, cinta itu akan tumbuh seiringnya waktu."


Perkataan itu lah yang selalu ia khawatirkan. Elca menikahinya hanya karena Duke Elios menjodohkannya. Ayahnya berteman baik dengan Duke Elios, gadis itu memang bukan seorang putri bangsawan. Dia hanyalah seorang rakyat biasa. Tetapi karena kedua orang tuanya meninggal. Duke Elios mengajukan permintaan itu. Sebelumnya mereka telah berunding, hingga Elca mengatakan perkataan seperti itu.

__ADS_1


Nak bagaimana aku akan mengatakannya pada Ayah mu. Aku tidak ingin hubungan mu rumit dan sakit hati. Viscount Luis, apa yang harus aku lakukan jika semua itu terjadi?


__ADS_2