
Setelah pernikahan dan penobatan itu. Banyak orang yang memandang mereka. Ada yang kasihan terhadap Permaisuri, ada yang mencemoh Elisha dan ada juga yang mencemoh Permaisuri yang dianggap tidak bisa membuat Kaisar Alex nyaman.
Permainan musik biola dan piano pun mulai berjalan. Para bangsawan mulai berdansa dengan pasangannya masing-masing. Lain halnya dengan Kaisar Alex ia bingung harus mengajak siapa. Sementara Permaisuri Anastasya hanya bersikap acuh. Sedangkan Elisha penuh harap bisa di ajak dansa dengan Kaisar Alex.
Permaisuri Anastasya menghela nafas, ia hendak pergi namun di hentikan oleh suara.
"Permaisuri," Seketika mereka menoleh dan melihat seorang laki-laki tersenyum di balik topengnya. Laki-laki itupun melangkah kan kakinya ke arah Permaisuri Anastasya, lalu berjongkok dan menjulurkan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya berada di dada. Layaknya sebuah ajakan berdansa.
"Maukah Permaisuri berdansa dengan saya," ucap laki-laki itu.
Permaisuri Anastasya tersenyum, lumayan untuk menghilangkan rasa bosannya di pesta itu.
Tanpa berfikir panjang, Permaisuri Anastasya menerima uluran tangan itu. Dengan mudahnya laki-laki yang tak lain Pangeran Gabriel mencium punggung tangan Permaisuri Anastasya. Setelah itu Pangeran Gabriel mengajak Permaisuri Anastasya berdansa di tengah-tengah para bangsawan.
Kaisar Alex membulatkan matanya, hatinya mulai panas melihat kelakuan Pangeran Gabriel.
Salah satu tangan Pangeran Gabriel memegang pinggang Permaisuri Anastasya, sedangkan salah satu tangan Permaisuri Anastasya memegang bahu Pangeran Gabriel. Sementara tangan satunya, saling menggenggam. Sesekali Permaisuri Anastasya berputar. Kelincahan dan kemolekan tubuh Permaisuri Anastasya membuat para bangsawan tertegun. Mereka langsung berhenti, membiarkan pasangan itu bebas berdansa. Baru kali ini mereka melihat Permaisuri Anastasya berdansa. Tapi bukan dengan Kaisar Alex melainkan dengan saudaranya.
Seiringnya dengan irama, sesekali tubuh Permaisuri Anastasya berputar. Hal itu pula membuat para bangsawan yang melihatnya takjub. Tidak ada wajah takut, tidak ada wajah sedih, yang ada hanyalah senyuman di wajahnya. Baru kali ini pula mereka melihat Permaisuri Anastasya tersenyum lepas, menambah kecantikan di wajahnya.
Kaisar Alex sedari tadi yang memeperhatikannya. Darahnya mendidih, ia tidak terima melihat pasangan di depannya bermesraan. Ingin sekali Kaisar Alex mengusir Gabriel. Namun hal itu tidak mungkin.
__ADS_1
"Mari kita berdansa," ucap Kaisar Alex seraya berjongkok di depan Selir Elisha. Elisha pun menyambut uluran tangan itu.
Merekapun saling beradu dansa. Para Bangsawan memperhatikan mereka. Dimana pasangan yang paling terbaik diantara mereka.
"Andai saja Yang Mulia berdansa dengan Permaisuri. Mereka sangat cocok," ucap salah satu Duchess yang diangguki teman di sampingnya.
Elisha yang mendengarkan itu pun menahan amarah, ingin rasanya ia merobek mulutnya dan membuang tubuhnya ke kandang singa. Tak ingin di remehkan lagi, Elisha berusaha tampil sebaik mungkin.
Setelah sekian lama dirinya bersama dengan Kaisar Alex. Selama itu pula Kaisar Alex mengajarinya berdansa. Bahkan dia tidak lupa saat berdansa di bawahnya sinar bulan purnama.
"Yang Mulia, apa masih ingat saat Yang Mulia mengajari hamba berdansa,"
"Hem, tentu aku ingat." jawab Kaisar Alex di iringi senyuman. Walaupun hatinya sedang kesal melihat pasangan di sampingnya.
Seiring berjalannya irama piano dan biola. Pasangan itu berganti. Sejenak Kaisar Alex dan Permaisuri Anastasya beradu pandang. Mereka saling memasang wajah datar.
"Hem, aku tidak tau jika Permaisuri bisa berdansa?" tanya Kaisar Alex sekedar basa-basi. Namun ia juga penasaran.
"Itu tidak penting," jawab Anastasya acuh.
Kaisar Alex memutar badan Anastasya, ia memeluk Anastasya dari belakang sementara tangan satunya memeluk erat perut Anastasya.
__ADS_1
"Apa yang di bicarakan Permaisuri dengannya?" tanya Kaisar Alex berbisik di telinga Permaisuri Anastasya.
"Hamba hanya bilang, di balik topengnya tersimpan wajah tampan."
Perkataan Permaisuri Anastasya membuat Kaisar Alex marah. Dadanya mulai naik turun. Ia segera memutar badan Anastasya hingga berhadapan dengannya.
"Akulah yang paling tampan disini," ucapnya datar.
"Tapi nyatanya Pangeran Gabriel lah yang paling tampan. Bahkan hatinya di penuhi kelembutan." balas Permaisuri Anastasya tersenyum sinis.
Sementara satu pasangan mulai tadi hanya diam dan melirik ke arah Permaisuri Anastasya dan Kaisar Alex.
"Apa Pangeran menyukai Permaisuri?" tanya Elisha selembut mungkin.
"Jika iya kenapa dan jika tidak kenapa?" tanya Pangeran Gabriel.
"Jika iya saya akan membantu Pangeran, bukankah cinta itu harus di perjuangkan dan jika tidak.."
"Dan jika tidak, jangan coba-coba menyentuhnya se ujung kuku pun. Aku bisa membuat mu menyesal." ancam Pangeran Gabriel.
Elisha menghentikan dansanya, ia masih memperhatikan ke arah pasangan itu. Setelah sekian lama irama piano dan biola berhenti.
__ADS_1
#Kakak jangan penasaran kenapa di TimeTravel ada piano dan biola?
Nah novel ini kan bercerita tentang masuk kedalam dunia novel dan komik dan tentunya di dalam novel itu zamannya tidak terlalu kuno. Kalian tentu tau jika Kerajaan eropa, gak mungkin ya terlalu kuno apalagi ini masuk dunia novel.🤭🤭Author saja sudah bingung mau cerita kayak gimana. Jika ada salah kata maaf ya🙏🙏🙏