Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 52_membuat keributan


__ADS_3

Sesampainya di istana, Elisha langsung menuju ke ruangan Kaisar Alex dengan menitikkan air matanya. Ia menangis tersedu-sedu dan ingin mengadukan kejadian tadi.


"Yang Mulia," ucap Elisha menuju ke arah Kaisar yang sedang membaca laporan istana.


"Elisha kenapa?" tanya Kaisar Alex menatap khawatir.


"Tadi hamba ke toko kue, tapi toko itu menolak hamba Yang Mulia. Katanya hamba tidak berhak membeli kue di toko itu karna hamba hanyalah..." ucap Elisha tidak meneruskan perkataannya.


Kaisar Alex menatap iba, "Baiklah aku akan kesana," ucap Kaisar Alex berlalu pergi. Ia tidak ingin Elisha meneruskan perkataannya karna ia sudah tau apa yang di maksud Elisha. Tapi sebelum itu, ia harus mencari tau kebenarannya dulu, tidak mungkin dirinya langsung mengatakan jika seorang pelayan toko bersalah.


Sementara Anastasya mendapatkan laporan dari Duke Rachid jika Elisha datang ke tokonya dan membuat keributan. Semua penjelasan Duke Rachid membuatnya geram. Anastasya beranjak berdiri menuju me ruangan Kaisar Alex. Sudah pasti Elisha akan mengadukannya ke Kaisar Alex.


Sesampainya di ruangan Kaisar Alex, Anastasya menanyakannya ke pada pelayan tentang Kaisar Alex yang tidak ada di ruangannya. Ternyata dirinya terlambat Kaisar Alex bersama Elisha sudah keluar istana. Ia pun dan Duke Rachid langsung menaiki kereta sedangkan Duke Rachid menaiki kuda.


Sesampainya di toko, Anastasya melihat orang yang berdiri dengan menundukkan kepala, berjejer rapi di depan tokonya. Anastasya mengepalkan tangannya.


Apa tidak bisa wanita itu tidak membuat onar batin Anastasya.


"Katakan apa benar kalian menjelekkan nama istriku?" tanya Kaisar Alex datar.


"Ti, tidak Yang Mulia. Hamba hanya menyuruh Selir Elisha untuk mengantri karna hamba tidak tau jika Nyonya itu adalah istri Yang Mulia," ucap pelayan tadi yang menyuruh Elisha mengantri, ia duduk lemes di lantai berharap Kaisar Alex mengampuninya.


"Tidak Yang Mulia, hamba tidak mengatakan itu," jawabnya terbata-bata.


"Tidak Yang Mulia dia berbohong," timpal Elisha tidak terima.


"Kau tau bukan jika berbohong dengan ku," ucapnya dengan nada dingin. Kaisar Alex mengarahkan pandangannya ke seorang laki-laki di samping pelayan itu.

__ADS_1


"Katakan siapa pemilik toko ini?" tanya Kaisar Alex membuat bulu kuduknya merinding seketika.


"Hamba pemilik toko ini, Yang Mulia." ucap Anastasya dengan lantang. Semua orang menoleh ke asal suara itu.


Sementara Kaisar Alex begitu tertegun, ia tidak mengira wanita yang ia kenal dengan penakut dan tidak tau apa-apa ternyata mengembangkan sebuah bisnis.


"Ya, hamba pemilik toko ini," ucap Anastasya tersenyum licik.


"Ada apa Yang Mulia dan Elisha datang kesini?" tanya Anastasya melirik ke arah Elisha yang dengan wajah syok.


"Sebelum Yang Mulia melakukan sidang, sebaiknya Yang Mulia mendengarkan dulu para saksi."


Anastasya pun memberikan kode melalui matanya dengan Duke Rachid.


Duke Rachid yang mengerti maksud Anastasya, ia segera membawa beberapa saksi dari luar. Dua orang wanita masuk dengan mengekorinya.


Kedua wanita itu menunduk, "Ham,, hamba tadi .. melihat, dan,, dan mendengarkan Selir Elisha tidak mau mengantri dan Selir Elisha mengancam akan mengadukannya pada Yang Mulia Kaisar," jelas wanita yang memakai gaun berwarna merah.


"Be, benar Yang Mulia." timpal wanita satunya yang memakai gaun berwarna kuning dengan badan gemetar.


Kaisar Alex menghela nafas, ia menatap Elisha, "Apa benar Elisha?" tanya Kaisar Alex menatap dingin.


"Ti,, tidak Yang Mulia semua itu bohong."


Anastasya membuang mukanya, ia sangat kesal dengan Ratu drama di depannya itu.


"Jika tidak ada hal lain sebaiknya Yang Mulia dan Elisha tidak membuat keributan di toko kecil hamba ini," ucap Anastasya.

__ADS_1


Elisha apa yang kau lakukan ini membuat ku dengan Permaisuri akan berada dalam jarak batin Kaisar Alex menahan amarahnya.


"Isak bawa Elisha ke istana dia tidak boleh keluar dari kamarnya sebelum aku kembali. Dan aku masih ada beberapa hal yang perlu di tanyakan pada Permaisuri." ucap Kaisar Alex dengan nada dingin.


"Kalian boleh bubar," ucap Kaisar Alex seraya menarik lengan Anastasya masuk kedalam ruangan kerja yang di tempati oleh bawahan Duke.


"Kenapa Permaisuri melakukan ini? apa belanja istana kurang? Kenapa Permaisuri tidak memberitau ku," cerocos Kaisar Alex.


"Jawabannya hanya satu, aku hanya ingin mandiri. Sudahlah Yang Mulia aku tidak ingin membahas apapun. Hamba lelah mau pulang." ucap Anastasya berlalu pergi.


Kaisar Alex menggelengkan kepalanya, ia menyusul langkah Anastasya seraya menggenggam erat tangannya. Seulas senyuman muncul di bibirnya ketika Anastasya menatapnya.


Sesampainya di luar toko, Anastasya bermaksud melepaskan tangannya. Namun Kaisar Alex menggenggam erat tangannya.


"Yang Mulia,"


"Diam lah !" jawab Kaisar Alex.


"Ck, ck.."


"Nyonya bolehkah saya minta kuenya?" ucap Seorang anak kecil dengan berpakain lusuh seraya menarik gaun salah satu wanita.


Deg


Anastasya menghentikan langkah kakinya, ia menoleh ke asal suara yang mampu membuat jantungnya seakan berhenti.


#maaf update satu bab,,, author sek ada acara hehe

__ADS_1


__ADS_2