Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Season 3_kecewa


__ADS_3

Duke Rachid dan Putri Maya menuju ke kamar atas. Mereka terkejut melihat Seorang wanita dan seorang laki-laki tanpa busana dan hanya menutupi dirinya dengan selimut.


"Nona Ingrid," ucap Putri Maya terkejut.


Jadi ini jebakan mu batinnya seraya mengepalkan tangannya.


Sementara Baron Verland langsung pingsan, ia begitu syok melihat putri satu-satunya bersama dengan seorang laki-laki. Baron Verland segera di papah oleh para pelayan menuju ke kamarnya.


Lain halnya dengan Para bangsawan, mereka saling berbisik-bisik dan merasa jijik melihat sesuatu di depannya.


"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan." teriak Nona Ingrid.


Putri Maya mengabaikan perkataan Nona Ingrid, ia langsung menarik lengan Duke Rachid. Sesampainya di luar, Putri Maya melepaskan tangannya.


"Lain kali berhati-hatilah, jika sampai minuman itu di minum oleh paman. Aku tidak tau apa yang akan terjadi."


Duke Rachid merasa malu, baru kali ini ia di lindungi oleh perempuan. Dan membuat wajahnya memerah. Bahkan ia tidak sanggup memperbaiki harga dirinya yang tiba-tiba runtuh dalam sekejap.


"Maaf kan Paman." lirihnya seraya menggaruk pipinya yang tidak gatal.


Putri Maya hanya melirik sekilas, ia mengabaikan perkataan Duke Rachid dan melangkah kan kakinya menuju ke arah kereta.


Duke Rachid pun mengikuti Putri Maya, ia tidak berani mendonggakkan wajahnya lagi.

__ADS_1


Selama di dalam kereta, hanya ada keheningan yang menemani perjalan mereka. Putri Maya dan Duke Rachid hanyut ke dalam pikiran masing-masing.


Putri Maya yang hanya memikirkan perkataan Nona Ingrid tentang Nona Hilda. Ia ingin menanyakannya pada Duke. Sedangkan Duke Rachid memikirkan harga dirinya. Ia ingin meminta maaf atas kejadian tadi. Jika bukan karna Putri Maya yang menolongnya. Sudah pasti dirinya besok pagi akan menjadi bahan pembicaraan


"Putri."


"Duke."


Mereka serempak saling memanggil, membuat mereka kegugupan sendiri.


"Putri dulu." ucap Duke Rachid.


"Paman dulu." ucap Putri Maya.


Mereka saling menatap dan tersenyum, "Baiklah aku dulu." ucap Duke Rachid dengan jantung berdebar-debar.


"Ya, lain kali paman jangan ceroboh." balasnya.


"Lalu Putri ingin mengatakan apa?" tanya Duke Rachid penasaran.


Putri Maya diam sejenak, "Apa Duke memiliki keponakan?" tanya Putri Maya, jantungnya berdetak begitu cepat. Entah kenapa hatinya begitu takut.


Duke Rachid memikirkan pertanyaan Putri Maya, otaknya kembali teringat tentang gadis kecil yang pernah bersamanya."Aku memilikinya?"

__ADS_1


"Apa namanya Hilda?"


"Benar, memangnya ada apa?" tanya Duke Rachid merasa aneh.


"Apa Paman menyukainya? karna aku baru mendengarkan dari Nona Ingrid. Semenjak kecil Nona Hilda menempel pada paman." lirihnya.


Duke Rachid menolak mentah-mentah pikiran Putri Maya, tidak mungkin Hilda memiliki sebuah perasaan padanya.


"Jangan memikirkan yang aneh-aneh, tidak mungkin dia menyukai Paman. Lagi pula Paman hanya menganggapnya seperti adik Paman sendiri. Jadi jangan khawatir."


Perkataan Duke Rachid sedikit membuat hati Putri Maya lega, tapi tidak bisa di pungkiri bahwa hatinya masih merasakan khawatir dan takut.


"Apa Paman sering bermain dengannya atau sering mengunjunginya ?" tanya Putri Maya.


Duke Rachid tersenyum, "Pernah, apa Putri ingat. Dulu Paman tidak bisa menepati janji Paman membawa Putri keluar. Karna pada saat itu, Hilda sakit dan sering menyebut nama Paman. Jadi Paman mengurungkan niat untuk mengajak Putri."


Deg


Ada rasa sesak di dada Putri Maya, ia meremas gaunnya. Segera ia memalingkan wajahnya, ia tidak ingin Duke Rachid menyadari kemarahannya. Ia berpura-pura melihat ke arah keluar jendela. Ingin rasanya Putri Maya langsung turun dari kereta, jika bukan karna perjalanan masih lumayan jauh.


Ia tidak mengira Duke Rachid berani membatalkan perjanjiannya, bahkan seharian ia menunggu Duke Rachid dengan perasaan sedih. Hingg seorang pelayan mengatakannya jika Duke Rachid ada urusan mendadak dan tidak bisa di batalkan.


Dan kini ia tau alasannya, bukan urusan istana melainkan urusan yang mampu membuat hatinya terluka. Ada rasa kecewa, marah yang sekarang menjadi satu.

__ADS_1


Aku tidak akan pernah mengeluarkan air mata hanya karna masalah ini batinnya berteriak sekuat mungkin agar air mata tidak jatuh.


#maaf kak datengin konflik lagi. Masak iya baru mulai langsung END, yang penting kan keteguhan hati putri Maya


__ADS_2