
"Aku mohon setidaknya tolong turuti saja permintaan ku,"
Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel saling menatap, "Tapi simbol itu.." Kaisar Alex masih ingin bernegosasi.
"Tolong Yang Mulia, jika kalian masih saja menolak. Jangan harap aku menjadi Permaisuri kalian.."
Ancaman Anastasya membuat Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel tak berkutik.
"Tapi simbol itu bisa melindungi mu di saat keadaan darurat Permaisuri."
"Kalian,"
Anastasya melangkah kan kakinya keluar, tapi genap dua langkah. Pangeran Gabriel menghentikannya.
"Baiklah,"
"Kapan ritualnya bisa dilakukan?" tanya Anastasya menatap ke arah ketua.
"Malam ini juga bisa Permaisuri,"
"Yang Mulia bisa berbaring di samping Pangeran Gabriel. Permaisuri hanya menyentuh kedua kening Pangeran dan Yang Mulia. Tapi yang menjadi permasalahannya, apa Permaisuri bisa menerima Mantra Kutukan itu,"
"Aku bisa,"
Ketiga orang itu di buat jantungan oleh ucapan Anastasya. Hal seperti itu tidak mungkin terjadi, hanya orang yang terpilih yang bisa menerima mantra itu.
"Aku tidak tau apa yang terjadi, yang jelas aku hanya membacakannya saja. Tapi tidak terjadi apa-apa ini dengan tubuh ku," jelas Anastasya santai seraya menaikkan kedua bahunya.
"Istriku memang jenius," ucap Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel.
Tidak salah Negeri ini memiliki Permaisuri yang tangguh batin Ketua istana.
"Yang Mulia tunggu apa lagi, kita harus cepat." ucap Anastasya, ia menaiki ranjang Pangeran Gabriel lalu menepuk bantal di sebelahnya.
Kaisar Alex pun mengangguk, ia membaringkan tubuhnya di samping Pangeran Gabriel. Sebelum itu dia mengecup kening Pangeran Gabriel, "Selamat tinggal Pangeran dan selamat datang Pangeran,"
Pangeran Gabriel tersenyum, "Lakukan Permaisuri, setidaknya aku bisa bersama mu. Walaupun di kenal sebagai Yang Mulia."
Anastasya mengangguk, ia mengalihkan pandangannya dan sekilas mencium kening Kaisar Alex.
Anastasya telah siap, jari kirinya menyentuh dahi Pangeran Gabriel dan jari kanannya menyentuh dahi Kaisar Alex.
__ADS_1
Anastasya memejamkan matanya, kemudian merapalkan Mantra Kutukan itu, terjadilah dua cahaya di dahi kedua laki-laki itu.
Perlahan tubuh Pangeran Gabriel menghilang dan menjadi cahaya lalu masuk ke dahi Kaisar Alex.
Kaisar Alex pun mengerang kesakitan, tubuhnya seperti dikuliti hidup-hidup. Ia pun jatuh pingsan.
Anastasya terus merapalkan Mantra itu hingga selesai. Anastasya menghembuskan nafas lega, akhirnya ia tidak harus kehilangan Pangeran dan menyatukan kembali jiwa yang telah lama berpisah.
"Sebaiknya Permaisuri dan Yang Mulia beristirahat, butuh beberapa jam lagi, Yang Mulia akan siuman." ucap Ketua istana menunduk hormat dan berlalu pergi.
Anastasya menarik selimut ke atas tubuh Kaisar Alex, setelah itu dia membaringkan tubuhnya di samping Kaisar Alex dan mengelus pipinya. Lalu mengecup pipi Kaisar Alex.
Ke esokan paginya..
Anastasya merasakan keanehana, ada sesuatu yang menidih nya. Ia membuka matanya, melihat seorang laki-laki dengan senyuman menggodanya itu. Anastasya menelan ludahnya, melihat dada bidang Kaisar Alex yang menggiurkan.
"Yang Mulia, Yang Mulia sudah sadar. Bagaimana dengan tubuh Yang Mulia."
Kaisar Alex hanya tersenyum, ia mencium leher Anastasya dengan lembut.
"Aku menginginkan dirimu Permaisuri,"
"Bu, bukan kah tubuh Yang Mulia masih sakit," Anastasya menahan nafsunya, ciuman Kaisar Alex membuat tubuhnya memanas.
Ah
"Yang Mulia,"
Tangan Kaisar Alex pun menaiki tubuh Anastasya dari perutnya hingga berhenti ke dalam dua benda kenyal itu.
Anastasya mendesah, ia terlena dengan sentuhan Kaisar Alex. Segera Kaisar Alex melucuti pakaian Anastasya, tubuhnya pun polos tanpa pakaian yang melekat. Kaisar Alex mencium bibir Anastasya dengan rakus, lalu turun ke leher, setelah itu ciuman itu turun ke kedua gundukan kenyal itu. Kaisar Alex ******* kedua gundukan itu dengan bergantian.
"Shit ! Permaisuri aku sudah tidak tahan."
Kaisar Alex membuka kedua kaki Anastasya, hingga Kedua kakinya melekat erat di pinggang Kaisar Alex. Kaisar Alex menyatukan ikan piranha nya yang sudah mencari santapan liarnya, rasa itu masih sempit. Ikan piranha nya belum masuk sepenuhnya. Dengan hati-hati Kaisar Alex mendorongnya, hingga Ikan piranha itu lolos masuk sepenuhnya. kaisar Alex menggoyangkan pinggangnya. Ia melajukan maju mundur seiring irama desahan Anastasya.
Kaisar Alex kembali mencium rakus salah satu gundukan Anastasya. Sementara di bawahnya, ia lajukan dengan kecepatan sedang.
"Ah, Yang Mulia. Aku menginginkan lebih." Tanpa sadar Anastasya mengatakan hal itu. Urat malunya sudah tidak lagi terlihat, yang ia rasa bahwa tubuhnya menginginkan yang lebih.
Kaisar Alex tersenyum menyeringai, "Dengan senang hati Permaisuri."
__ADS_1
Kaisar Alex melajukan dorongannya dengan cepat. Anastasya pun sudah mencapai puncaknya. Sementara Kaisar Alex belum mencapai puncaknya. Cairan putih mulai mengalir. Namun Kaisar Alex tidak berhenti, ia terus melajukan miliknya. Hingga kenikmatan itu mencapai puncaknya. Cairan putih itu keluar di rahim Anastasya. Keringat tubuh mereka membasahi satu sama lainnya.
"Aku berharap, ada Alex junior disini." ucap Kaisar Alex mengecup singkat perut Anastasya.
"Aku mencintai mu Permaisuri,"
"Begitupun hamba, hamba juga mencintai mu Yang Mulia,"
Sekilas mereka berciuman, Kaisar Alex tersenyum. Ia tidur di dada atas Anastasya, membenamkan kepalanya di ceruk leher Anastasya.
Anastasya pun memeluk tubuh Kaisar Alex dengan erat. Kedua insan itu tertidur karna kelelahan tanpa melepaskan penyatuan mereka.
Silahkan mampir jika berkenan.
#Permaisuri Sang Penguasa
#Selir Yang Terbuang
#Mandadak Selir
#Putri Mahkota Yang Terbuang (Terbit)
#Permainan Sang Permaisuri
#Permaisuri Jahat !
#Oh, Kaisar Ku
#Istri Kontrak Kaisar Kejam
#Paman, Duke
#Istri Pengganti Sang Duke
#Pembalasan Permaisuri Yang Dingin
#Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
#lapak orenz / aplikasi W A T T P A D
#Istri Kedua Sang Duke
__ADS_1
#Istri Kontrak Ke Empat Pangeran.