Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Season 2_kembali kekaisaran Matahari


__ADS_3

Selama di perjalanan, Putri Viola bercerita tentang Putri Maya dan Duke Rachid. Sesekali Pangeran Abigail terkekeh, mendengarkan pertengkaran Duke Rachid. Ia tidak menyangka dirinya yang lemah bisa berpasangan dengan Putri Viola, bahkan Permaisuri Anastasya terang-terangan mengatakan untuk menjodohkannya.


"Kenapa Putri mau menikah dengan ku?"


"Apa cinta butuh alasan? jika cinta hadir karna sebuah alasan. Lalu saat alasan itu hilang, apakah cinta itu masih bisa bertahan?"


tanya balik Putri Viola.


"Aku tidak tau Putri, aku merasa nyaman dengan Putri. Saat Putri pergi aku merindukan Putri. Setiap waktu aku ingin bersama Putri."


"Sama halnya dengan Ku Pangeran. Sudahlah jangan membahas ini itu, ayo kita keluar. Kita akan menikmati malam ini." Seru Putri Viola seraya melihat ke arah luar. Tanpa terasa mereka sudah sampai di perbatasan pada sore hari.


"Berhenti,"


Seketika kusir kuda itu menghentikan kudanya.


Pangeran Abigail turun lebih dulu, ia menjulurkan tangannya, berniat membantu Putri Viola turun.


"Pangeran kita coba disana," tunjuk Putri Viola ke arah toko Kue.


"Bukankah toko kue itu Permaisuri Anastasya,"


"Benar, e tunggu dulu." Putri Viola menghentikan langkah kakinya, ia menoleh ke arah kereta di belakangnya, melihat ke arah dua pelayan yang menatap berbinar.


"Mery, Clara dan Arnod." panggil Putri Viola.

__ADS_1


"Hamba Putri."


"Ayo ikut, kalian harus berbelanja dengan ku. Jangan sungkan, pastikan apa pun yang kalian inginkan harus beli." perintahnya langsung menarik lengan Pangeran Abigail.


Sampai di toko Kue Rose, Putri Viola memesan semua Kue yang ia ingin cicipi. Ia tak sungkan menyuapi Pangeran Abigail. Sementara Mira dan Clara serta Arnod memilih tempat duduk berbeda, mereka pun juga menikmati setiap Kue yang mereka pesan.


Setelah selesai memesan Kue, Putri Viola mengajak Pangeran Abigail mencoba sebuah baju, sudah sekian kalinya Pangeran Abigail mencoba berbagai macam baju yang di suruh Putri Viola. Bahkan baju yang semua Pangeran Abigail coba langsung di beli oleh Putri Viola. Tak sungkan juga Putri Viola memanjakan kedua pelayannya.


"Putri ini terlalu banyak," ujar Pangeran Abigail melihat tangan Mira terdapat dua belas bungkus pakaian. Sementara tangan Clara baju yang di belikan untuk dirinya dan Mira serta Arnod.


"Sudah lah, kapan lagi kita bisa menikmati seperti ini." jawab Putri Viola, "Ayo." ajak Putri Viola.


Mereka pun kembali menaiki kereta kudanya. Karna kelelahan Putri Viola tertidur dengan menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi belakangnya. Pangeran Abigail yang melihat itu, membantu Putri Viola agar tidur di pahanya. Ia mengelus kepala Viola, menyentuh matanya. Bulu mata yang panjang dan lentik serta bola mata biru seperti warna lautan yang mampu menenangkan hati. Hidung mancung ini dan bibir ini untuk pertama kalinya mencium ku.


Saat Pangeran Abigail membuka matanya ia terkejut melihat Putri Viola yang terbangun, segera ia menghentikan aktivitasnya dan duduk dengan kegugupan serta ketakutan. Ia takut Putri Viola akan memarahinya karna sudah berani mengganggu tidurnya.


Putri Viola bangun, ia menatap tajam ke arah Pangeran Abigail. Tanpa basa-basi ia menarik tangan Pangeran Abigail dan mencium bibirnya.


"Mulai sekarang jangan mencurinya saat aku tidur." ucap Putri Viola seraya menghapus jejak air liur di bibir Pangeran Abigail.


Seketika wajah Pangeran Abigail dan sekujur tubuhnya merasakan panas. Malu dan senang itulah yang di rasakannya.


Putri Viola memeluk Pangeran Abigail, ia mengelus pucuk kepala Pangeran Abigail. Membiarkan kepala Pangeran Abigail bersandar di dadanya.


"Pangeran malu kah,"

__ADS_1


Putri Viola membuka suaranya untuk menggoda Pangeran Abigail yang di balas derheman saja.


Tepat jam dua belas malam, mereka sampai di gerbang istana Kekaisaran Matahari. Mery dan Ana yang sudah tau kedatangan Putri Viola dan Pangeran Abigail dari salah satu pengawal. Segera ia menuju ke kamar Permaisuri Anastasya dan Kaisar Alex. Sementara Ana menyambut kedatang Putri Viola dan Pangeran Abigail.


"Hormat hamba Putri Viola dan Pangeran Abigail. Dan selamat datang." sapa Ana dengan lembut.


"Putri ku dan menantu ku." sapa Permaisuri Anastasya seraya turun dari tangga.


Permaisuri Anastasya memeluk Putri Viola, "Ibunda merindukan mu,"


"Syukurlah kalian masih bisa bersama," ucap Kaisar Alex seraya memeluk Pangeran Abigail.


"Baiklah, karna kalian sudah kembali. Ayah tidak akan mengulur waktu lagi untuk pernikahan kalian. Besok kalian harus menikah."


"Tapi Ayah, Kaisar Emerald dan Permaisuri Flavia tidak mungkin datang. Karna besok adalah hukuman Emma." sangkal Putri Viola.


"Dua hari lagi kalian akan menikah. Jadi sebaiknya kalian beristirahat dulu."


"Terimakasih Yang Mulia dan Permaisuri, telah mau menerima hamba yang lemah ini."


Kaisar Alex menepuk bahu Pangeran Abigail seraya tersenyum, "Sudahlah, Putri ku akan bahagia bersama mu."


"Mery, Ana cepat bawa barang-barang mereka." perintah Anastasya.


Pangeran Abigail di antar oleh Ana menuju ke kamarnya, sementara Putri Viola masih memeluk Permaisuri Anastasya menghilangkan kerinduannya.

__ADS_1


__ADS_2