Jalan panjang Vania

Jalan panjang Vania
69. Dia siapa?


__ADS_3

Baru saja Shinta membuka pintu dan hendak turun tiba-tiba Wira menarik lengannya lalu, dengan gerakan cepat langsung mencium bibir ranum yang akhir-akhir ini telah menjadi candu baginya. Begitu dalam dan penuh kelembutan.


Mata Shinta membola sempurna tak siap akan serangan mendadak dari suaminya itu. Namun, ia pun sejenak terlena akan perlakuan lembut tersebut. Hingga ia tersadar dimana mereka berada saat ini, Shinta refleks mendorong dada Wira hingga tautan bibir keduanya terlepas." Tuan, apa yang anda lakukan? Banyak orang yang akan melihat kita."


"Biarkan saja mereka melihat, memangnya mencium istri sendiri tidak boleh apa?" Wira dengan santainya berucap padahal dada Shinta sudah dag dig dug tak karuan.


"Tu–eh...Mas, bukannya tidak boleh tapi, lihat tempat dan situasinya. Ini di tempat umum dan pastinya akan ada banyak spekulasi dari orang-orang yang memang tidak mengetahui tentang hubungan kita. Kayaknya sebentar lagi aku akan menjadi bulan-bulanan semua orang terutama kaum perempuan." Shinta menghela nafas lesu.


Wira malah tersenyum menyeringai, rasanya puas mengerjai istri kecilnya yang semakin tampak menghemaskan dimatanya itu. "Sudah ngak usah berpikir yang aneh-aneh. Santailah. Selamat belajar,istriku sayang. Muachh–!" Wira kembali mendaratkan ciuman menggemaskan di pipi merona Shinta.


Tanpa sejoli itu sadari,pintu mobil yang agak sedikit terbuka membuat siapa pun bisa melihat adegan romantis tersebut. Dan benar saja, beberapa mahasiswi memekik histeris karena adegan romantis di depan mata mereka langsung.


"Waaa–bukankah itu Pak Wira dan eh....itu si Shinta, kan. Mahasisiwi baru yang dari kampung itu?" Ucap salah satu mahasiswi yang ikut menonton.


"Iya, benar. Itu Shinta mahasiswi program beasiswa. Tapi, kok bisa sama Pak Wira? Ih....sumpah gue ngak percaya. Jangan-jangan cewek itu sugar baby nya Pak Wira?" Mereka mulai berpikiran negatif tentang Shinta dan menduga jika, Shinta adalah simpanan Wira.


Bisik-bisik diantara mereka pun terhenti ketika Shinta turun dari Audi R 8 warna merah tersebut. Setelah itu Wira langsung tanjap gas keluar dari lingkungan kampus.


Kini tinggalah Shinta yang saat ini sedang menjadi santapan empuk dari tatapan mata para mahasiswi yang tampak tak menyukainya.


Shinta melangkah memasuki gedung kampus sambil menunduk tak berani melihat tatapan penuh intimidasi dari mereka, terutama para pengagum Wira. Baru sehari menjadi dosen tamu, laki-laki itu seketika langsung menjadi idola di kampus tempat Shinta menimba ilmu.


"Eh Shinta, kenapa lo jalan sama Pak Wira, jangan-jangan lo jadi simpenannya ya. Maksud gue jual diri gitu,deh?" Ketika memasuki kelasnya, tiba-tiba Shinta di hadang oleh beberapa mahasiswi dan langsung di berondong dengan berbagai pertanyaan yang memojokkannya. Parahnya lagi mereka menuduh Shinta sebagai cewek sugar baby alias simpanan om om. Namun, Shinta sama sekali tak mau meladeni mereka semua. Ia hanya diam saja lalu, duduk disalah satu kursi. "Hei, dihanyain malah jadi gagu lo. Kayaknya bener guys dia itu cewek sugar baby dan yang jadi targetnya ya Pak Wira. Dasar cewek murahan."


BRAKK

__ADS_1


"Apa kamu bilang?jangan sembarangan bicara ya....kalau tidak tahu apa-apa. Nanti kalian yang akan menyesal sendiri jika tahu kebenarannya.Dasar cewek-cewek nyinyir yang sukanya cuma ngehalu." Lama-lama Shunta tak tahan juga di tuduh dlsedemikian rupa. Seenaknya saja mereka menuduhnya sebagai simpanan dari suaminya sendiri. Ya, Wira Bheru Ghazala adalah suaminya. Apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya pada mereka semua.


"Trus, kalau bukan simpanan. Loe ngapain juga lo dianter sama Pak Wira?" Masih tetap mencerca Shinta.


"Karena Pak Wira adalah suami Shinta. Terus mau apa kalian, Hah?" Tiba-tiba datang Tari dan langsung mengungkapkan hal yang sebenarnya. Ya, Tari memang telah mengetahui pernikahan sahabatnya itu.Hari dimana tengah dilangsungkannya prosesi ijab qobul. Tari mendatangi rumah dimana Shinta tinggal. Dan ketika itu ia dilarang untuk masuk karena petugas security mebgatakan jika tengah ada acara pernikahan tuan muda mereka dan yang membuat Tari begitu terkejut ternyata yang menjadi mempelai wanitanya adalah Shinta. Itulah kronologis bagaimana ia bisa mengetahui hal yang sebenarnya. Jadi, mereka telah sembarangan menuduh orang tanpa tahu kebenarannya.


Semuanya tampak begitu syok mendengar penuturan Tari.Mereka seakan masih tak percaya jika, Shinta sj gadis biasa saja bisa menjadi istri dari seorang Wira, laki-laki idaman setiap wanita. "Eh, Tari. Mentang-mentang lo sohibnya bisa-bisanya mengarang bebas setinggi itu. Jangan halu ya." Ternyata mereka masih tak percaya dan menganggap Tari hanya membual saja.


"Itu benar. Shinta Amisha adalah istriku!" Sontak mereka semua menoleh kearah suara seseorang yang begitu familiar dipendengaran mereka. Ya, ternyata Wira kembali ke kampus untuk mengantarkan ponsel milik Shinta yang tertinggal di mobilnya.


"Tu–Mas Wira. Mau apa datang kesini?"Shinta hampir saja keceplosan memanggil tuan. Bisa kena hukuman ia nanti. Degup jantung berdetak kencang. Kenapa Wira sendiri yang malah membongkar rahasia pernikahan mereka.


"Ini ponselmu, sayang. Selesai kuliah nanti Mas akan menjemputmu. Oke, kalau begitu Mas kembali ke kantor ya."


CUP


"Gimana, sekarang kalian baru percaya kan? Berhati-hatilah kalian jika sampai Pak Wira tahu istrinya kalian bully maka, bersiaplah berhadapan dengan Pak Wira secara langsung. Rasakan." Tari merasa puas melihat wajah-wajah cewek-cewek yang bisanya cuma nyinyirin orang saja.


"Sudah ah, Tar. Kamu ini ya. Jangan hiraukan mereka. Aku saja ngak perduli sama kicauan mereka. Yang penting kita ngak ngerugiin siapapun." Tak berapa lama dosen memasuki ruang kelas.


Dan benar saja, tepat pukul 14.00 WIB. Wira benar-benar menepati janjinya yang akan menjemput Shinta. Laki-laki berparas tampan itu saat ini sedang berdiri sambil bersandar di samping mobil mewahnya. Tentu saja kehadiran Wira menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Cie cie–yang dijemput sama suami tercinta. Sudah sana samperin nanti cewek-cewek gatel nggodain suami ganteng kamu itu loh, Shin." Tari menggoda sahabatnya


"Ih, Apaan sih kamu Tari. Biasa aja. Ya udah, aku duluan ya." Shinta pun berpamitan pada Tiara lalu, berjalan menghampiri suaminya yang telah menunggunya sejak tadi.

__ADS_1


Melihat kedatangan Shinta, Wira pun langsung membukakan pintu mobil depan disamping kursi pengemudi. "Silahkan nyonya Wira." Memperlakukan Shinta bak seorang ratu.


Perlakuan Wira itu tentu saja membuat Shinta tersipu malu. Memangnya dia siapa? Wira terlalu berlebihan memperlakukannya. Yang Shinta takutkan nanti sikap suaminya itu akan berubah lagi. Shinta masih belum bisa memahami seperti apa sifat Wira yang sesungguhnya. Sebelum menutup pintu mobil itu kembali, Wira sekilas membisikkan sesuatu sambil agak membungkuk mendekatkan wajahnya tepat ditelianga Shinta. "Aku kangen,sayang. Ayo, kita pulang!"


Memdengar ucapan ambigu sang suami sontak Shinta membulatkan matanya. Ini apa mentang-mentang masih pengantin baru atau Wira memang sedang aji mumpung. Ya maksudnya mumpung baru menikah dan lagi hangat-hangatnya. Bukan hangat lagi sih, si Wira setiap hari dan setiap saat selalu panas. Shinta sampai kuwalahan menghadapi suami mesumnya itu.


Sepanjang perjalanan hening tanpa suara. Shinta fokus melihat pemandangan di sepanjang jalan yang mereka lewati. Sedangkan Wira fokus menyetir sesekali ia melirik Shinta.


"Ekhem–" Suara deheman Wira spontan membuat Shinta menoleh dan menatap suaminya.


"Iya, ada apa Tu–Mas?" Hampir saja ia melakukan kesalahan dan pastinya akan mendapatkan hukuman dari sang suami.


Wira mengerutkan keningnya. "Siapa yang bertanya sama kamu?"


"Oh, saya kira Mas bertanya sesuatu pada saya. Emm...bukankah ini masih siang, apa Mas tidak ada pekerjaan di kantor?" Talut-takut Shinta bertanya. Karena aneh saja. Mana ada orang bekerja cuma setengah hari.Lagian tumben-tumbenan suaminya itu rajin sekali pake menjemputnya segala.Pasti ada udang dibalik bakwan ini.Perasaan Shinta jadi tidak enak.


"Mau pulang jam berapa pun tidak akan ada yang protes. Karena aku adalah boss nya. Buat apa ada asisten yang bisa diandalkan. Lagipula harusnya aku juga masih dalam masa cuti. Papa dan Mama bahkan menyarankan agar kita pergi berbulan madu. Masalah perusahaan ada Papa dan kak Liam yang bisa membantu menangani perusahaan.


GLEKK


Susah payah Shinta menelan salivanya. Apakah ini benar-benar Wira, suami yang selalu bersikap jutek dan dingin sejak pertama kali mereka bertemu. Rasanya tidak mungkin. Tapi, Kenyataannya sekarang laki-laki itu telah berubah. Jadi super genit dan mesum. Ya, begitulah laki-laki kalau sudah menikah dan telah merasakan yang namanya surga dunia pasti akan keluar sifat aslinya.


Mereka sampai di Apartemen dan terlihat seorang wanita cantik bertubuh semampai sedang berdiri didepan pintu apartemen Wira.


"Wira– apa kabar? Aku kangen kamu, honey."

__ADS_1


Wanita cantik nan sexy itu tiba-tiba langsung berhambur memeluk Wira. Tentu saja kejadian itu membuat Shinta syok dan dadanya bergemuruh. Suaminya di peluk oleh wanita lain, istri mana yang tak sakit hati. " Dia siapa?"


Bersambung


__ADS_2