Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
98. Proses


__ADS_3

" dimana Gael dan Ansel?" tanya Sonia sambil mencari, menatap luar pintu kamar.


" mereka langsung mengurus sesuatu, kau jangan khawatir sebentar lagi mereka pasti kembali" ucap Myria berbohong, Gael sudah berpesan agar masalah Ansel jangan diceritakan dulu. tunggu saat Ansel sedikit tau keadaan yang sekarang.


" oh begitu" jawab Sonia lemah.


" kau jangan sedih, oh ya aku punya berita bagus" Myria langsung mengganti topik pembicaraan.


" apa?" tanya Sonia antusias.


" aku tengah hamil sama sepertimu" ucap Myria sambil merentangkan tangannya dan langsung memeluk Sonia erat.


" oh Astaga. wah selamat, kita akan memiliki baby bersamaan" Sonia sangat senang mendengarnya. Dia tidak menyangka mereka bisa hamil di waktu yang bersamaan.


" iya, kita bisa belanja bersama, cerita bersama" imbuh Myria.


" berapa usia kandunganmu?" Sonia menatap perut Myria.


" masih 3 minggu, kau berapa?"


" aku sudah 8 minggu" jawab Sonia mengelus perutnya.


" jadi saat kau kemari kau sudah tau jika hamil?, kenapa tidak memberitahu ku sebelumnya?" Myria terlihat kesal, ternyata usia kandungan Sonia terbilang lebih lama darinya dan dia baru tau.


" aku ingin memberitahu mu tapi aku takut jika kau bercerita pada Gael dan Gael mengatakannya pada Ansel" cicit Sonia.


" jadi Ansel belum tau kabar kehamilanmu?" tanya Myria kaget, mengingat usianya yang sudah 2 bulan. Sonia menggeleng terus mengangguk, membuat Myria bingung.


" aku kira dia tidak tau, tapi Gael mengatakan jika Ansel tau" jawab Sonia masih membuat Myria belum faham.


" maksudnya Ansel berpura-pura tidak tau apa?" tanya Myria sekali lagi.


" Aku kira Ansel tidak menginginkan anak dariku, jadi aku terpaksa menyembunyikan hal ini. Tapi selama ini Ansel diam-diam memberiku pil penguat kandungan. Jadi sebenarnya dia tau jika aku hamil" jelas Sonia, Myria mengangguk mengerti.


" untung saja tidak terjadi apa-apa pada janinmu" lirih Myria, mengingat bagaimana kerasnya tabrakan mobil mereka waktu itu.


" kau juga, untung saja bisa bertahan, aku pikir mungkin anak kita sama kuatnya dengan ayah mereka" celetuk Sonia. Mereka terus berbincang hingga masuk makan siang.


" nona makan siang anda" suster masuk ke kamar.


" oh ya nona Myria, anda mungkin ingin melihat kamar anda, mari saya tunjukkan" ucap Suster menawarkan.


" ah ya boleh, kau makanlah dulu nanti aku akan kemari lagi" Myria dan suster keluar menuju kamar Myria.


" disini nona" Suster menunjukkan kamar yang ternyata sedikit berdekatan dengan kamar Sonia.

__ADS_1


" terimakasih suster" jawab Myria senang. Kemudian berjalan masuk.


" oh ya didalam sudah ada makan siang anda, silahkan di nikmati" saut Suster sebelum Myria menutup pintu.


" oh terimakasih banyak" ucap Myria sekali lagi, suster mengangguk kemudian pergi.


Di sisi lain Angel baru selesai membersihkan tubuhnya, dia berniat membaringkan tubuh sejenak. Sejak di rumah sakit waktu tidurnya menjadi berantakan, belum lagi mengurus hal-hal medis. Dia akan mengistirahatkan tubuh dan fikirannya. Namun keinginannya harus tertunda saat ada seseorang mengetuk pintunya.


" nona, tuan besar memanggil anda" ucap asisten pribadi Sam.


" oh ya, sebentar lagi aku kesana" jawab Angel sedikit malas.


Setelah memastikan penampilannya rapi, Angel keluar menuju ruang kerja pamannya.


" paman memanggilku?" Sonia masuk dan berdiri di depan meja Sam.


" bagaimana kondisi Gael?" tanya Sam cemas.


" dia baik- baik saja. Gael masih menjaga Ansel yang terkena hilang ingatan" jelas Angel.


" lalu wanita yang kau bawa itu kekasih Gael?" tanya Sam penasaran.


" Myria? iya dia kekasih Gael. Dia sedang hamil anak Gael" Angel lupa tidak mengabarkan sebelumnya mengenai hal ini.


" hamil cucuku?" Sam terlihat senang. dia langsung berdiri dan mendekati Angel.


" ya ya, tak apa. mendengar kabar ini saja aku sudah sangat senang. Aku akan menyuruh pelayan agar menyiapkan makan bernutrisi untuk ibu hamil" Sam sangat senang, dia seakan mendapatkan kebahagiaan bertubi-tubi.


" itu ide yang bagus paman" timpal Angel.


Malam hari di rumah sakit, Gael duduk di ruang dokter, di sana juga ada dokter Watson. Dia di hubungi khusus oleh tuan besar agar bisa menangani kondisi Ansel.


" ini adalah laporan pemeriksaan tuan Ansel, di sana juga ada hasil usg, x-ray dan lainnya, silahkan anda lihat" ucap dokter rumah sakit kepada dokter Watson. Lelaki itu melihat dengan serius, membuka laporan lembar demi lembar.


" jika dilihat kondisi fisiknya terus membaik, luka di kepalanya juga berangsur pulih" jelas Dokter Watson.


" menurut saya juga begitu" imbuh dokter rumah sakit.


" jika aku menceritakan kejadian 10 tahun ini kepada Ansel, apakah memungkinkan? bagaimanapun kita tidak bisa terus berbohong dan menutupi kebenarannya pada Ansel" tanya Gael meminta saran.


" em, yang dikhawatirkan adalah Ansel memaksa otaknya berfikir dan malah membuat pendarahan lagi" jawab Dokter rumah sakit.


" sebenarnya memang tidak baik menyembunyikan kenyataanya terus menerus, ingatannya juga tidak bisa berkembang. Tapi tuan harus memastikan agar tuan Ansel tidak memforsir dan memaksa mengingat semuanya. Akan sangat beresiko jika terjadi pendarahan otak sedang sudah ada riwayat cidera sebelumnya" terang Dokter Watson.


" semuanya pasti ada resikonya tuan Gael, tinggal anda yang harus memutuskan," imbuh dokter rumah sakit.

__ADS_1


" aku akan memikirkan hal ini dengan baik" jawab Gael dilema.


Setelah pertemuan itu, Gael masuk ke kamar Ansel. Lelaki itu melihat Ansel yang masih tidur, dia memutuskan untuk berbaring di sofa. Rasanya kepalanya jauh lebih lelah di bandingkan dengan tubuhnya. Dia harus bagaimana dengan Ansel, lelaki itu tidak mungkin hidup seperti ini terus.


Pagi hari setelah selesai sarapan Gael duduk di samping ranjang sambil mengeluarkan hp nya.


" Ansel, aku ingin bercerita" ucap Gael menarik perhatian Ansel.


" tumben, masalah apa, pasti wanita" celetuk Ansel.


" kau percaya pada cinta? atau kau memiliki cita-cita ingin bersama dengan seorang wanita dalam sisa umurmu?" tanya Gael membuat Ansel mengerutkan kening.


" kau sedang jatuh cinta Gael?" tanya baik Ansel.


" tidak, jawab saja pertanyaan ku" desak Gael.


" em, aku tidak percaya dengan cinta. tapi jika ada wanita dan dia bisa membuatku nyaman dan memberiku kepuasan mungkin aku akan menghabiskan waktuku dengannya" jawab Ansel enteng.


" jika ada pemuda yang mencintai seseorang bahkan mereka akan segera memiliki anak tapi terjadi hal yang buruk dengan pemuda itu. dia hilang ingatan, kekasih dan calon anaknya terlupakan. menurutmu apa yang harus aku lakukan pada pemuda ini?" tanya Gael panjang lebar. Ansel cukup serius memikirkan pertanyaan ini.


" kasihan sekali wanita itu" nilai Ansel.


" jadi apa yang harus aku lakukan dengan pemuda ini?" tanya Gael sekali lagi. Gael menatap Ansel serius. membuat Ansel merasa aneh.


" siapa pemuda itu?" tanya Ansel dengan nada dingin. Seakan merasa jika itu adalah dirinya. Gael diam dia yakin Ansel pasti tau apa maksud ucapannya.


" aku?" tanya Ansel, dia curiga dengan kediaman Gael, bahkan sorot mata Gael seakan menjelaskan sesuatu.


" akk" Ansel berteriak kecil sambil memegangi kepalanya.


" Ansel jangan memaksakan, aku hanya bertanya saja" ucap Gael panik. Dia memegangi bahu Ansel sambil memeluknya pelan.


" kau berbohong, apa yang sudah terjadi padaku?. kau fikir aku bodoh, dari fisik saja aku bisa menilai, kita tidak berumur 20 thn. akk kepalaku" Ansel mengatakan kecurigaannya, awalnya dia hanya berfikir jika ini hanya kebetulan saja namun seiring waktu Ansel menyadari ada yang aneh. Di tubuhnya banyak bekas luka yang entah kapan dia dapat. Lalu dengan Gael yang bertanya tentang hal ini malah semakin membuat Ansel yakin, jika sudah terjadi sesuatu padanya.


" Ansel, Ansel kita bisa pelan-pelan mengingatnya. tenangkan dirimu" Gael mencoba menenangkan Ansel, jangan sampai Ansel hilang kendali dan membuat kesehatannya memburuk.


" katakan padaku Gael, apakah pemuda itu aku?" teriak Ansel, dia mencoba melepaskan diri dari pelukan Gael yang semakin erat.


" ada apa tuan?" kebetulan ada perawat yang masuk .


" beri dia penenang" ucap Gael cepat.


" baik tuan" perawat itu sudah ada persiapan, dia mengeluarkan cairan penenang dan memasukkannya lewat selang infus.


" Gael jawab! siapa wanita yang aku lupakan" Ansel terus mencoba mengingat masa lalunya. Dia ingin segera tau apa yang sebenarnya dia lupakan.

__ADS_1


". sstt tenangkan dirimu terlebih dahulu ya. Aku tidak ingin kau terluka. tenangkan dirimu" Gael terus memeluk Ansel. Lelaki itu berangsur lemas dan tak lama hilang kesadaran.


" maafkan aku Ansel" guman Gael lemah. Reaksi yang Ansel berikan ternyata cukup ekstrim. Ansel ternyata sudah menyadarinya sejak awal. Memang Ansel muda sudah sangat pintar, dia tidak mudah di kelabuhi. Gael harus menyiapkan diri jika Ansel bangun nanti.


__ADS_2