
Setelah semua kondisi mulai berangsur yang membaik, Gael tentu saja tidak akan tinggal diam. Dia mencari semua hal yang berkaitan dengan kelompok serigala merah. Lelaki itu tidak akan membiarkan masalah ini berlalu begitu saja, dia harus membalas apa yang sudah mereka perbuat lebih kepada Maria.
Ansel yang semakin tidak memiliki pilihan, mau tidak mau membiarkan terlebih dahulu Myria bersama dengan Gael. Sambil menunggu kesempatan agar dia bisa menjauhkan mereka berdua.
Sedangkan Myria yang kondisinya masih lemah dengan ditemani seorang pelayan sedang membersihkan tubuhnya. Wanita itu masih menggunakan kain basah untuk mengelap tubuhnya, karena beberapa lukanya masih belum kering.
"Sudah berapa lama bibi bekerja di sini?" tanya Myria mengisi kesunyian. Wanita tua itu sedang menyusun bajunya di almari.
"saya di sini sudah dari awal tuan Gael membeli tempat ini" jawab wanita itu tenang.
" apa bibi juga sudah tahu siapa dan apa pekerjaan Gael?" tanya Myria yang mulai tertarik setelah mendengar jawaban wanita tua itu.
" saya tahu semuanya mengenai tuan Gael" jawab singkat wanita tua itu.
" Apa juga mengetahui wanita yang dipanggil mama oleh Gael dan Ansel?"
" tentu saja dia adalah wanita yang mengurusi mereka sejak kecil" wanita tua itu tidak berbohong saat mengatakan bahwa dia tau semuanya mengenai Gael.
"apakah aku boleh bertanya sesuatu yang sedikit privasi?" tanya Myria sambil sedikit ragu-ragu.
__ADS_1
"silakan nyonya" seakan mendapatkan lampu hijau. Myria tidak perlu takut mengulik kehidupan Gael di masa lalu.
" sebenarnya Gael dan Ansel itu bersaudara atau tidak? bibi pasti tau Ansel terlihat begitu protektif kepada Gael?" Myria langsung memberondong pertanyaan yang selama ini mengganggu pikirannya.
" mereka itu tidak bersaudara namun lebih dari saudara" Myria tampak sedikit bingung mengartikan kalimat wanita tua itu.
" em saya sendiri tidak tau apakah hal ini boleh diceritakan atau tidak. Saya takut tuan Gael akan.." ucap wanita itu menggantung.
" Aku tidak akan mengatakan apapun kepada Gael mengenai hal ini" Myria dengan cepat merayu dan meyakinkan bibi agar mau mengatakan semuanya.
wanita tua itu terus menimbang-nimbang. Dia bisa melihat kesungguhan dalam mata Myria. myria juga adalah wanita pertama yang tuan Gael bawa dan langsung menjadi nyonya kediaman ini.
Meriah saat itu juga hatinya merasa tersentuh, wanita itu merasa benar-benar kasihan dengan perjalanan hidup suaminya. Dia tidak mengira ternyata Gael memiliki masa lalu yang menyedihkan, kehidupan sedihnya tidak ada bandingannya dengan kehidupan suaminya.
Wanita itu jadi teringat dengan ucapannya di dalam mobil waktu itu. Apa mungkin kalimatnya menyinggung perasaan lelaki itu, tapi kenapa Gael malah berbuat baik padanya. Apa karena nasib mereka yang seakan sama.
"Terima kasih sudah menjelaskan hal ini kepada saya" ucap Myria kepada wanita tua itu dengan semyum tulus.
Setelah perbincangan itu Myria lebih sering melamun di dalam kamar. dia terus memikirkan tentang masa kecil Gael yang sangat menyedihkan itu. Dan dia baru tau jika ternyata wanita yang mereka panggil mama bukanlah orang tua kandung dari suaminya.
__ADS_1
Hal ini juga membuatnya menjadi sedikit penasaran bagaimana kehidupan Gael sebelum berakhir menjadi jaminan. Wanita itu berniat akan menanyakan masa kecil suaminya nanti, tapi dia juga yakin apakah suaminya mau menceritakan masa lalunya.
Malam telah datang Gael yang seharian mengurusi masalah kantor yang sudah beberapa hari dia tinggal. Dengan wajah penat Gael masuk ke dalam mansion, saat membuka pintu kamar seketika raganya kembali hidup. karena ada seorang wanita dengan wajah tersenyum menyambut kepulangannya.
" bagaimana harimu?" tanya Myria sambil mengelus rahang Gael.
" menyenangkan selama ada kamu di sisiku" jawab Gael puitis.
" kau semakin hari semakin pintar membuatku ingin muntah" saut Myria yang menyindir Gael yang semakin pandai merayu.
" muntah Kenapa?" tanya balik Gael sambil memeluk istrinya dari belakang. Dia menciumi leher sang istri dan menghirup aroma tubuh.
" kau masih belum sembuh" ucap Myria saat tangan Gael mulai merah-raba tubuhnya. bahkan nafas lelaki itu terdengar sangat berat.
" aku sudah bisa melakukan nya" jawab Gael yang terus menempelkan tubuhnya. Myria membalikan badannya dan mendorong tubuh suaminya.
" jangan memaksakan diri, aku juga belum pulih benar" Myria mencari berbagai alasan agar suaminya mau berhenti menyentuhnya.
" tidak, kita bisa melakukannya" Gael membandel. Dia malah membuka jas dan dasinya. Lalu menarik Myria ke atas ranjang.
__ADS_1
" layani aku malam ini" ucap Gael dan mereka kembali mengulang aktifitas panas yang sudah beberapa lama mereka tunda.