
kedua lelaki itu sampai di kontrakan Myria yang sudah sepi, mereka tidak ada menemukan siapapun disana.
" tidak ada siapapun" ucap Harry dengan nada khawatir.
" apa yang terjadi padanya?, apa kau bisa melacak dimana posisi Grace terakhir kali terlihat?" tanya Sergio kebingungan.
" saya akan mencobanya" Harry segera melakukan perintah tersebut.
beberapa lama setelahnya Harry menerima sinyal dari nomor Myria.
" sudah ketemu" ucap Harry senang, sepertinya "lokasinya tidak jauh dari sini" lanjutnya dan segera masuk ke mobil.
Harry yang memberikan instruksi sedang Sergio yang mengendarai mobilnya.
" belok mana?"
" kanan kita sudah mendekati sinyal itu" Harry menatap layarnya dengan serius.
" kau yakin? daerah sini hanya ada hutan dan penampungan desa" Sergio menatap sekeliling tidak ada bangunan mewah ataupun sesuatu yang bisa dikunjungi.
" tapi sinyalnya memang mengarah kemari" Harry yakin sekali jika sinyal itu berasal dari tempat yang tak jauh dari sini.
" apa mungkin tuan Dom melakukan hal buruk lagi pada Grace?" tanya Harry yang mencurigai atasannya.
" aku juga berfikir seperti itu, tapi Dom sudah aku peringatkan. Lelaki itu bertingkah seakan dialah bosnya" Sergio terbawa emosi karena berkas yang dia baca sebelumnya.
" dia hanya merasa terancam dengan penemuan Grace, saya rasa anda seharusnya bertindak tegas" Harry mencoba menghasut ketuanya agar lain kali bisa bertindak lebih keras.
" jika sampai kali ini dia juga pelakunya aku benar-benar tidak akan bertele-tele lagi. segera memberinya sangsi yang serius" Sergio tidak main- main dengan ucapannya.
" berhenti, kita sudah sampai" ucap Harry. Karena percakapan itu mereka tidak sadar jika mobil mereka sudah sampai di tepi hutan. Mereka menoleh, tidak ada apapun selain hutan. Mereka semakin curiga dengan apa yang terjadi pada Grace.
" kita keluar" ucap Harry sambil membawa hpnya menuju titik lokasi. Lelaki itu berjalan mengikuti arahan.
" tidak ada apapun disini" Sergio merasa aneh, bagaimana bisa sinyal hp Grace Menunjukkan lokasi ini.
__ADS_1
" kita cari di semak-semak itu" Harry dan Sergio mengobrak abrik dedaunan yang aada di depannya. Mereka curiga jika hp Grace terjatuh di sini.
" ketemu" ucap Sergio saat tangannya berhasil memegang sesuatu yang ternyata Hp.
" bagaimana bisa ada disini?" tanya Sergio dan Harry pun memiliki fikiran yang sama.
" Grace pasti tidak jauh dari sini,kita harus mencarinya" Harry langsung bertindak, Lelaki itu masuk ke dalam hutan demi mencari keberadaan Myria.
Sergio tidak memiliki pilihan, dia juga mengikuti Harry. Lelaki itu sedikit takut jika di hutan ini dia bertemu dengan binatang buas.
Kedua lelaki itu semakin masuk ke dalam hutan. Harry mengikuti jalan setapak.
" bagaimana ini? kau sudah menemukan petunjuk?" Sergio tidak bisa berfikir, Dia hanya mengamati sekitar saja.
" kita terus mengikuti jalan setapak ini, disini juga terdapat jejak kaki. sepertinya Grace di bawa masuk ke dalam hutan" Harry memberikan asumsinya.
" baiklah, aku mengikuti mu saja" ucap Sergio hanya bisa menurut saja.
Mereka terus masuk, sampai menemukan sebuah bangunan yang lumayan besar. Seperti sebuah rumah kayu dengan sedikit bagian yang cukup terawat.
" kau yakin? bagaimana jika mereka memiliki banyak senjata?" Sergio mulai mengkhawatir dirinya sendiri.
" anda kan ketuanya, mereka tidak mungkin melakukan apapun pada anda" Harry bingung dengan pemikiran tuan Sergio.
" ah ya kau ada benarnya" Sergio kembali tenang. Dia malah yang memimpin Harry mendekati rumah kayu itu.
Keduanya menaiki tangga teras, dan mulai mengintip bagian dalam rumah dari celah manapun yang mereka temukan.
" astaga! " Harry langsung berteriak dan mendobrak pintu.
Sergio melindungi dirinya dan setelah terbuka keduanya masuk. Myria sudah dalam keadaan tak sadar dengan tubuh terikat. Tak lupa dengan darah yang mengucur entah berasal dari mana.
" Grace! " teriak Sergio dan Harry hampir bersamaan.
Mereka mendekati tubuh Grace dan memapahnya keluar dari rumah kayu. Mereka berjalan menuju mobil.
__ADS_1
" ya ampun Grace apa yang sudah terjadi padamu" gantian Harry yang mengemudikan mobil sedang Sergio menemani Grace di bangku tengah.
Mobil melaju mencari rumah sakit terdekat, kawasan ini lumayan jauh dari kota membuat mereka kesulitan mencari rumah sakit.
" cepatlah! Grace kehilangan banyak darah" teriak Sergio panik. Dia tidak tega melihat wanita di depannya dalam keadaan tragis seperti ini.
" saya sedang mengusahakan nya tuan. kita cari rumah sakit terdekat dulu" Harry tidak mau kepanikannya malah membuat Grace tidak mendapatkan perawatan. Dia harus tetap tenang agar bisa memikirkan dengan matang.
" apapun itu segera cari tempat untuk menolong Grace" ucap Sergio masih dalam kepanikannya.
Mobil terus melaju, hingga Harry melihat sebuah klinik kecil tak jauh dari sana.
" kita coba membawa Grace kesana" ucap Harry dan langsung menepikan mobilnya.
Sergio menggendong tubuh kecil itu masuk, Harry berteriak memanggil pada medis agar langsung menangani Grace.
" dokter! dokter!" ucap Harry langsung masuk.
Tak lama seorang dokter keluar dan membawa brankar. Sergio meletakan Grace dengan pelan di atasnya dan mendorong brankar itu masuk ke sebuah ruangan.
" harap tunggu disini" perawat melarang mereka masuk.
tubuh Sergio hampir setengahnya terkena darah milik Myria, lelaki itu sangat kalut dan tidak tau harus melakukan apa. sedangkan Harry, dia pergi menjauh dan mengabari keadaan ini kepada Ansel.
" kalian sudah menyusun dengan matang, kenapa bisa sampai seperti ini?" ucap Ansel ikut panik. bagaimana Harry menggambarkan keadaan Myria sudah sangat membuat Ansel sedikit khawatir.
" kami memang sudah menyusun nya namun saya tidak mengira akan separah ini, apa mungkin ketua sengaja melakukannya?" tanya Harry semakin menyelidiki, karena baginya sampai terluka cukup parah seperti itu jelas situasinya pasti sangat merugikan ketuanya. Dia yakin ketuanya sangat bisa membela diri, tidak mungkin sampai terluka separah itu.
" kirim lokasi kliniknya aku akan mengirimkan para medis khusus" ucap Ansel, lelaki itu kini turun tangan. Myria tidak boleh mati sampai tujuannya tercapai, wanita itu sudah sejauh ini jangan sampai berhenti di tengah jalan.
" baik tuan" Harry segera mengirimkan lokasi. Dia sangat sulit percaya dengan keadaan yang wanita itu alami.
" segera bawa dia ke rumah sakit ini" sebuah pesan singkat dari Ansel, dengan memberikan lokasi rumah sakit baru. Harry segera mengecek dan memang lokasi itu tidak jauh dari klinik.
Harry segera pergi ke bagian administrasi dan meminta rujukan. Untung saja Ansel sudah mengurus semuanya terlebih dahulu. Myria dengan mudah segera di bawa menggunakan ambulance menuju rumah sakit dekat kota.
__ADS_1
Semua peralatan dan tenaga medis sudah siap dan menunggu disana.