
Sepulangnya Ansel dari pertemuan, dia langsung pergi menemui Sonia. Lelaki ini tidak bisa perlu memberikan tempat baru untuk wanita ini. Karena dia baru saja di beritahukan bahwa wanita itu telah mengalami kekerasan. beberapa lelaki yang merasa tidak puas dengan hasil pemilihan melampiaskan kepada Sonia.
Mereka tidak tau saja, jika Sonia bukan wanita yang bisa mereka perlakukan seenaknya. mereka tidak tau status sebenarnya dari wanita itu.
" bagaimana bisa kau tidak mengetahui hal ini?!" tanya Ansel dengan penuh emosi kepada Beni yang meringkuk ketakutan.
" saya tidak tau tuan, mereka melakukannya di luar" jelas Beni yang mencoba membela diri.
"dasar tidak becus!" Ansel tetap tidak terima.
Mereka tengah berada di depan salah satu rumah sakit. Beni segera melarikan Sonia sebelum keadaanya semakin parah. Dia benar- benar tak ingin mendapatkan amukan tuan Ansel, dia bahkan langsung menangkap kedua pelaku. Dia tidak mau menanggung ini sendirian.
Akibat penyerangan itu Sonia mendapatkan luka sobek yang cukup parah. Dia sempat melakukan perlawanan dan berujung dia yang terluka. Namun Ansel sendiri belum mengetahui bagaimana bisa wanita itu mendapatkan luka tersebut.
Beberapa jam setelah penanganan Sonia sudah bisa dipindahkan ke ruang inap. Ansel segera masuk, wanita itu masih dalam kondisi tidak sadar karena pengaruh obat bius. Sejak awal penanganan wanita itu terus saja meronta ketakutan membuat pihak medis memilih untuk membius total.
Ansel dengan sabar menunggu, dan tiba- tiba saja handphonenya bergetar. Gael menghubunginya, lelaki itu sedang menunggunya di PIN. Ansel memang sempat menjanjikan kehadirannya untuk menandatangani berkas transaksi. Dia tidak sempat menjelaskan bahwa dia tidak bisa hadir karena masalah ini.
"aku tidak bisa ke sana Sonia mengalami masalah" ucap Ansel singkat dan langsung mengakhiri teleponnya. Entah kenapa Masalah ini membuat lelaki itu seakan ketakutan. Benar kata Gael, kehadiran Sonia sudah merasuk ke dalam tubuh dan fikiran nya. Dia adalah wanita yang benar-benar Ansel inginkan, seharusnya dia mendengarkan ucapan Gael untukmu memindahkan wanita itu ke PIN.
Tak habis pikir Gael sekarang menghubungi anak buah yang mengikuti Ansel. Dia ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi sehingga membuat Ansel lebih mementingkan kondisi Sonia daripada transaksi PIN.
"apa yang terjadi di sana?" tanya Gael tanpa basa- basi.
__ADS_1
" nona Sonia mengalami penyerangan di area pelatihan" jawab dari sebrang.
"apakah begitu gawat?" tanya Gael terbawa emosi.
"sepertinya Nona Sonia mengalami luka yang cukup dalam di bagian kakinya" jawab anak buah itu sedikit ketakutan.
"Siapa yang melakukan?" tanya Gael cepat.
" saya tidak tau tepatnya, tapi sepertinya sekumpulan lelaki yang tidak menerima keputusan pemilihan Noah waktu itu" ucap anak buah itu.
Gael mengangguk, dia ingat dengan acara pemilihan itu. Lelaki itu menghembuskan nafas kasar. Ini adalah masalah sepele, kenapa sampai mengorbankan agenda penting.
Anak buah lainnya menyenggol temannya. Dia tidak sengaja mengatakan masalah Myria. Untung saja identitas Myria sudah tersamarkan, dia tidak sampai mengucapkan nama wanita itu. Jika tidak bukan hanya dari bos Gael namun tuan Ansel pasti sudah menghabisi mereka lebih dahulu.
"Noah, dia yang memenangkannya Bos, Noah memiliki hubungan dekat dengan nona Sonia jadi beberapa anggota lain yang merasa tidak terima melampiaskan kepada Nona Sonia" jelasnya dengan keringat dingin. Gael menutup panggilannya, dan bawahan itu segera menarik nafas panjang. Dia selamat kali ini.
Malam harinya Sonia sudah bisa membuka matanya. Dia baru saja tersadar dan mendapati jika di sebelahnya sudah ada tuan Ansel. Wanita itu mengelus rambut Ansel dengan pelan, membuat lelaki tersebut terbangun.
"kau sudah tidak apa-apa?" tanya Ansel cepat.
"aku sudah tidak apa-apa" jawab Sonia dengan tipis tersenyum tipis.
"kenapa ini bisa terjadi? apa yang mereka lakukan kepadamu?" tanya Ansel bertubi-tubi. Lelaki itu terlihat sangat mengkhawatirkan wanitanya.
__ADS_1
" mereka hanya marah karena Noah yang terpilih. sudah tidak apa-apa jangan salahkan mereka" ucap Sonia. Wanita itu tahu apa yang akan Ansel lakukan kepada kedua lelaki tersebut. Dia mencoba untuk menahan kemarahan Ansel agar tidak sampai menghilangkan nyawa seseorang.
"kau tidak perlu membela mereka, lebih baik kau fokus dengan penyembuhan mu" ucap Ansel sedikit kesal. Lalu pergi memanggil dokter untuk mengecek keadaan Sonia.
"Keadaan nona Sonia sudah lebih baik, dalam beberapa hari kemungkinan lukanya bisa kering. Kami akan mengusahakan memberikan obat terbaik untuknya" ucap Dokter tersebut setelah itu dia pergi.
Ansel sibuk menghubungi anak buahnya yang ada di PIN untuk menyiapkan sebuah kamar khusus dan menyiapkan beberapa pakaian wanita di sana. Ansel akan segera memindahkan Sonia, agar wanita itu aman. Entah Ansel seakan tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, dia sangat khawatir jika Kejadian ini akan terulang lagi. Jadi dia tidak memiliki pilihan lain dia harus memindahkan Sonia.
Beberapa minggu sudah berlalu. Gael masih sibuk dengan bisnisnya, Ansel yang sibuk dengan penyembuhan Sonia serta Myria yang kini fokus mempelajari bermacam-macam senjata.
Wanita itu dengan mudah menyerap semua informasi dan dengan cepat bisa menguasai beberapa keahlian menggunakan senjata jarak dekat. Wanita itu lebih cepat daripada teman lainnya karena memang dia di berikan program khusus. Waktu istirahatnya sangat sedikit tidak seperti yang lain yang hanya berlatih saat pagi sampai sore hari saja. Myria mendapatkan kelas khusus sampai malam hari.
" Kau sudah memindahkannya ternyata" ucap Gael menyindir. Lelaki itu baru mengunjungi PIN setelah beberapa minggu lamanya. Dia fokus pada perusahaan bahkan lelaki itu harus menginap di kamar kantor pribadinya. Dia sangat sibuk merancang beberapa perhiasan bahkan PIN harus menunda dan menolak beberapa transaksi. Karena memang kedua orang tetuanya sedang sibuk, tidak ada yang mau meluangkan waktu untuk mengamankan transaksi.
"Aku tidak mau ini sampai terulang lagi" ucap Ansel mencari alasan.
" akhirnya kau sudah menemukan seseorang yang berarti " saut Gael mengejeknya. Memang tidak seperti wanita-wanita lainnya, Sonia memiliki hal lain di dalam tubuhnya. Membuat Ansel merasa kasihan dan ingin melindungi wanita tersebut.
" kau bisa lindungi saja wanita mu, jangan sampai kau menyesal" ucap Gael, kemudian dia pergi ke ruang informasi.
Hari ini dia harus melakukan pengecekan sistem keamanan dan beberapa transaksi lainnya. Di biro pelatihan Myria saat ini sedang mendapatkan pelatihan menembak. Dia mulai mengenal senjata jarak jauh. wanita itu cukup fokus membuatnya dengan mudah mencapai titik sasaran.
Setelah 3 bulan lamanya, akhirnya wanita itu mendapatkan hari libur. Awalnya dia berniat untuk mengunjungi dan menghabiskan waktu dengan Sonia di tempat pelatihan. Namun sayang Beni menjelaskan jika Sonia sudah tidak ada di sana lagi. Myria tidak tahu harus menemui siapa di hari liburnya, Akhirnya dia mencari tahu kabar Gael.
__ADS_1
Dia ingin melihat lelaki itu sebentar dan tanpa sengaja melihat iklan beauty teknologi yang di adakan perusahaan Gael. Acara tersebut sangat terkenal sehingga membuat Myria tidak sulit untuk menemukan lokasinya. Wanita itu bersiap, namun lebih dulu dia berbelanja sesuatu agar membuat penampilannya tidak mudah dikenali. Dia akan pergi ke acara fashion tersebut.