
sebuah mobil hitam memasuki pelataran rumah megah, namun bukan berhenti di depan pintu utama. Melainkan pintu samping.
" di mana ini?" tanya Myria. Dia baru saja di selamatkan oleh seseorang yang tidak dia kenal. Dan berakhir di sini.
" silahkan masuk nona" ucap sopir mobil. Dia mengantarkan Myria masuk ke dalam rumah.
" ini tempat apa?" tanya Myria lagi. Wanita ini khawatir jika ini masih ada sangkut pautnya dengan Lucas.
" anda akan tau nanti" jawab supir itu dengan nada tenang.
Myria akhirnya menelan semua pertanyaannya, dia diam saja mengikuti langkah sopir mobil. Wanita itu di ajak berjalan melewati tangga dan lorong. Kediaman ini sangatlah besar dan megah.
" silahkan nona" ucap supir membuat Myria menghentikan aksi mengamatinya.
" ah ya" Myria masuk kedalam ruangan tersebut. seperti ruang kerja tapi lebih hangat dan privat.
" anda bisa menunggu sebentar" supir itu meninggalkan Myria sendirian.
" tamu anda sudah sampai nona" ucap pengawalnya memasuki ruangan kerjanya.
" dimana dia?" tanya Angel. Dia masih sibuk mengurus pekerjaannya.
" di Mansion utama" jawab pengawal itu tenang.
" kenapa disana? kau ingin tuan besar mengetahuinya?" sentak Angel. Wanita itu hanya menggertak mengenai dia yang mengabarkan tuan besar. Wanita itu tidak mau mengurusi wanita itu dan lelaki sialan yang kemarin dia temui.
" maafkan kami nona, kami akan segera memindahkannya" balas pengawal itu ikut khawatir.
" pindahkan ke galeri saja" jawab Angel cepat. Wanita itu ingin segera melepas keterkaitannya dengan lelaki bernama Gael itu.
" siapa kau?" tanya seorang lelaki tua kepada Myria.
Myria tidak menyangka jika aksi jalan-jalannya malah membawanya ke sebuah taman dan berakhir bertemu dengan lelaki tua seumuran ayahnya sedang memberi makan ikan di kolam dekat taman.
" sa.saya di antar kemari beberapa saat yang lalu, namanya saya.."
" maaf tuan besar, dia adalah tamu nona Angel" ucap pengawal Angel yang baru saja mendengar perintah terbaru nonanya. Lelaki tua itu mengangguk kecil, tapi sebenarnya dia tidak suka kehadiran orang baru.
" mari nona ikuti saya" ucap pengawal itu memberikan kode agar Myria segera pergi.
"maafkan saya tuan" ucap Myria kemudian pergi mengikuti lelaki berseragam tadi.
" anda kenapa keluar dari ruangan tadi?" tanya lelaki berseragam setelah mereka masuk mobil. Lelaki itu mengemudikan mobil dengan setengah marah.
" saya tidak tau, karena terlalu bosan jadi memilih berjalan- jalan sebentar" jawab Myria polos.
" ya sudah jangan katakan hal ini kepada nona Angel jika ingin selamat" jawab lelaki berseragam. Dia tidak mau terkena kemarahan nona nya lagi.
" baiklah aku mengerti" jawab Myria datar.
__ADS_1
" persiapkan alatnya, aku sudah mendapatkan harganya" ucap Angel, dia tengah berbincang dengan Gael di dalam galeri.
" aku sudah membawakannya" jawab Gael mengeluarkan kotak kecil.
" kau sangat mengerti" balas Angel kemudian meraih kotak tersebut.
" tunggu dulu aku ingin melihat harganya" Gael langsung menarik kotak tersebut.
" dia sudah dalam perjalanan kemari" ucap Angel cepat. Dia bukan tipikal orang yang mudah mengingkari janji.
" kita tunggu saja" Gael akan berhati-hati.
Tak berselang lama suara mobil memasuki kawasan galeri, Myria keluar dan masuk mengikuti arahan sopir.
" Myria!" teriak Gael langsung berlari dan memeluk istrinya.
" Gael!" Myria tak kalah senangnya, bisa melihat Gael lagi. Dia sangat merindukan lelaki ini.
" kau tak apa?" tanya Gael meneliti badan Myria. Lelaki itu mengelus pipi dan sudut bibirnya Myria yang lebam bahkan bengkak.
" kau sangat tersiksa. maafkan aku" Gael merasa sangat bersalah. Dia tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.
" tak apa, yang penting sekarang aku selamat" jawab Myria singkat.
" kalian bisa meneruskannya di tempat lain" ucap Angel membuka sepasang suami istri itu langsung menyudahi aksi melepas rindu nya.
" terimakasih" ucap Myria, dia menebak jika wanita tersebut adalah orang yang sudah membantunya kabur.
" tak masalah" Angel segera pergi dari Galeri.
" ayoo" ajak Gael, lelaki itu menuju mobilnya dan melaju pelang meninggalkan gedung.
waktu sudah mulai malam, dia bisa menyelamatkan Myria tepat waktu. Jika bukan karena temuan Ansel, Gael pasti tidak mengetahui kelemahan Lucas.
" Lucas tidak mungkin melepaskan PIN dengan mudah" ucap Myria saat dalam perjalanan.
" iya, kita harus waspada dan menyusun rencana dengan matang" balas Gael. Luca pasti akan terus berusaha sampai PIN bisa dia kendalikan.
" apa kau sudah memiliki rencana?" tanah Myria basa basi.
" entahlah, lelaki itu apa yang dia kejar dengan mengambil alih PIN" Jawab Gael tenang.
" dia terlalu terobsesi, " spekulasi Myria.
" dia menginginkan jabatan mungkin" asumsi Myria. juga tidak bisa memikirkannya.
" mungkin" Gael melajukan mobilnya dengan cepat menuju villa yang dia sewa dalam beberapa bulan kedepan.
PIN baru saja menerima kabar jika Myria sudah berhasil di selamatkan.
__ADS_1
" ku bilang apa, Gael pasti bisa menemukan cara" ucap Ansel kepada Sonia. Wanita itu sejak Myria di culik sampai dengan sekarang tidak nafsu makan.
" aku sangat lega mendengar nya" Sonia bahkan berurai air mata.
" jangan merasa bersalah lagi. semuanya akan baik-baik saja" Ansel memeluk Sonia pelan.
Seperti Hal nya Ansel, seluruh penghuni PIN juga merasa lega. Karena mereka tidak jadi menyerahkan PIN. Mereka tidak menjadi pengangguran.
" Angel!, aku akan membalasmu" desis Lucas. Dia m tidak terima rencana yang sudah payah dia jalankan harus hancur berantakan akibat wanita tidak berguna itu.
" tuan saya mendapat kabar jika Wanita itu sempat bertemu dengan tuan besar di mansion utama" ucap anak buahnya.
" lalu apa yang tuan besar lakukan?" tanya Lucas.
" tidak ada, hanya membiarkannya pergi bersama pengawal nona Angel" jawab pengawal itu.
" kau yakin? bukankah tuan besar sudah mengetahui soal PIN?" Luca merasa janggal.
" yakin tuan" ucap bawahan itu.
" brengsek, wanita itu telah menipuku" Lucas baru menyadari jika dirinya di gertak oleh Angel. Karena jika tuan besar mengetahui masalah PIN dan bertemu dengan Myria. Jelas tuan Besar akan mengadakan pertemuan seluruh mafia. Dia tidak akan suka nama baik GM ternoda.
" aku akan melakukan sesuatu" desis Lucas, lelaki ini akan membalik keadaan.
" bagaimana kau bisa bekerja sama dengan wanita tadi? " tanya Myria saat keduanya sampai di sebuah villa privat. Gael bahkan sudah mengganti identitasnya dan sang istri.
" ceritanya panjang" jawab Gael sambil terus memeluk Myria. Dia membawa Myria duduk di sofa dan mengeluarkan barang belanjaannya.
" sini aku obati dulu" Gael memilah berbagai macam salep.
" biar aku saja" ucap Myria. Dia tidak mau merepotkan Gael.
" sst. diam saja. Aku akan mengobati luka-luka mu" Gael menatap Myria kesal.
" oke baiklah" Myria mengembalikan salep yang dia ambil.
Gael dengan teliti mencari bagian mana saja tubuh Myria yang terluka. Mulai wajah, tangan, kaki dan bagus yang tertutup pakaian.
" apa mereka pernah melecehkanmu?" tanya Gael panik.
" tidak" jawab Myria tenang, karena memang mereka tidak sempat melakukannya.
" untung saja" jawab Gael sambil menghembuskan nafas pelan.
" saat mereka menangkap ku, hampir saja aku ingin bunuh diri. Aku tidak mau kau menyerahkan PIN karena diriku" cicit Myria mengeluarkan isi hatinya.
" jangan pernah berfikir untuk bunuh diri lagi!" saut Gael cepat. Dia tidak mau Myria merasa jika dirinya tidak bisa di andalkan.
" mau apapun yang terjadi, aku akan selalu menemukan cara agar kita tetap bersama" ucap Gael penuh keyakinan. Dia tidak akan meninggalkan Myria, harta berharganya.
__ADS_1