
Setelah melewati beberapa jam, Sonia sudah bisa di pindahkan ke ruang inap. Gael menemani di rumah sakit sampai keadaan Sonia membaik.
" Gael" panggil Angel. wanita itu menyusul Gael, dia merasa bersalah meskipun bukan dia yang menyebabkan hal ini.
" bagaimana keadaanya?" tanya wanita itu sambil melihat ke arah Sonia.
" lebih baik, setidaknya bayinya masih bisa bertahan" jawab Gael puas, meski tubuhnya lemah Sonia harus bisa menjaga bayinya.
" dia hamil?" tanya Angel kasihan. Dia saat hamil wanita di depan nya harus mengalami hal semacam ini.
" apakah ayah bayi ini tau?" lanjut Angel cepat.
" kata dokter bayinya cukup kuat, karena selama ini dia mengonsumsi obat penguat kandungan, dan itu jelas dari ayahnya" jawab Gael. Dia masih ingat bagaimana tiap harinya Ansel memaksa Sonia meminum obat. Awalnya dia kira itu hanya pil suplemen biasa, ternyata pil penguat kandungan.
" kasihan sekali" balas Angel simpati.
" aku akan menjaga, kau beristirahatlah dulu. Wajahmu mengerikan" saran angel, sambil memberikan paper bag berisikan pakaian pria. Gael tidak menampik penampilannya terlihat kacau.
" emm" Gael menerimanya dan masuk ke kamar mandi.
Angel duduk di kursi sofa dan mulai menata makanan yang dia bawa. Entah kenapa Angel mudah sekali bersimpati pada Gael. Dia merasa lelaki ini tidak memiliki niat jahat. Angel ikut tulus membantunya.
" ayo makanlah" ajak Angel setelah Gael keluar dari kamar mandi.
" aku akan mencari keberadaan Lucas, kau tunggulah di sini" tolak Gael. Lelaki itu berjalan menuju pintu.
" Gael, meskipun kau menemukannya apa tubuhmu dia melawannya. Kau istirahatlah sejenak. biarkan firkiranmu tenang dan bisa memikirkan semuanya dengan baik. Kau tenang saja orang-orang ku juga sedang berusaha mencarinya" ucap Angel panjang lebar. Gael diam saja, semua yang wanita itu katakan memanglah benar. Namun tubuhnya seakan tidak mau menuruti, bagaimana dia memikirkan tersiksanya Myria dan Ansel dalam penyekapan. Dia merasa tidak pantas bersantai.
" Gael, tunggu sampai besok saat ini pulihkan tenagamu dulu" rayu Angel sekali lagi.
Gael sedikit tergerak, dia berbalik badan dan pergi ke ruang khusus pengunjung. Dia akan mengistirahatkan tubuhnya. Waktu sudah mulai malam, dia tidak tau kemana harus pergi.
Angel bisa bernafas lega, melihat Gael sedikit mendengarkan ucapannya. kini pandangannya beralih ke Sonia. Wanita itu masih terpejam, di atas ranjang. Situasi ini sangat menyedihkan.
hampir tengah malam, seorang dokter masuk. Dia mengecek perkembangan Sonia paska penanganan.
" bagaimana dok?" tanya Angel.
" saat ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan. namun jika besok pagi dia tidak sadar, kita harus memberikan penanganan ulang" jawab dokter. Angel menjadi sedih, dia mengira keadaan akan semakin baik.
" apakah ada hal yang fatal?" tanya Sonia khawatir.
" tidak ada, hanya saja janin nya masih sangat mudah, kita berharap dia bisa bertahan" jelas dokter.
" baiklah dok terimakasih" Dokter mengangguk kemudian pergi.
__ADS_1
Angel duduk kembali, dia mulai mencari dokter ataupun rumah sakit terbaik untuk menangani keadaan wanita di depannya.
" tuan Watson, apakah anda sedang sibuk? saya minta bantuan anda...." Angel menjelaskan semua keadaan yang dia tau mengenai Sonia kepada dokter pribadi keluarga. Setidaknya Watson cukup handal menangani berbagai hal yang terjadi selama ini.
Setelah memastikan kesanggupan dokter Watson, Angel baru merasa sedikit lega. Wanita itu bisa memulai tidurnya.
Pagi harinya, Angel terbangun begitu pagi. sisi bagian pengunjung terlihat kosong. Sepertinya Gael tidak bisa menahan diri lagi. Lelaki itu mungkin sudah mulai mencari Lucas.
" bagaimana ?" Angel menelpon anak buahnya meminta kabar terbaru.
" kami mengunjungi semua tempat yang biasa Lucas kunjungi, namun semuanya kosong. Bahkan di markas nya sendiri juga sama" jelas anak buahnya.
" apa dia masih belum bisa di lacak?"
" belum nona. Kami menggunakan semua cara tapi tidak berhasil. Sepertinya Lucas sudah mengantisipasi" jelas anak buahnya.
" ya sudah. kalian terus lakukan pencarian" Angel menutup panggilan.
Masih belum ada titik temu, dimana Lucas membawa sanderanya. Angel memutuskan untuk memanggil dokter keluarganya. Mungkin dengan begitu perawatan Sonia bisa lebih baik. Tak berselang lama Gael masuk membawa makanan.
" makanlah" Gael menaruh di atas meja.
" kau sudah makan?" tanya Angel.
" em,sudah tadi di tempat" jawab Gael singkat. mungkin lelaki ini tidak tega makan di samping Sonia, fikir Angel.
"aku berniat seperti itu, tapi kemudian teringat Sonia yang belum sadar" jawab Gael kemudian duduk di sebelah Angel.
" kau tenang saja, aku sudah menghubungi dokter keluarga. jika kondisi memungkinkan kita bisa pindahkan Sonia ke tempat yang lebih aman" saran Angel.
" kau benar, tempat ini tidak cukup aman bagi Sonia" imbuh Gael.
tok tok Dokter rumah sakit masuk. Gael langsung berdiri. mengikuti Dokter mendekati Sonia.
" dia belum sadar?" tanya Dokter.
" belum" jawab Gael pasrah.
"kita tunggu beberapa jam lagi saja, mungkin sebentar lagi sadar" ucap Dokter lalu keluar.
" baiklah" ucap Gael.
Kini Gael berfikir lebih baik untuknya menjaga Sonia terlebih dahulu. Wanita ini harus mendapatkan penanganan terbaik. Gael tidak akan melonggarkan pengamanan.
" apa kau memiliki banyak pengawal?" tanya Gael kepada Angel.
__ADS_1
" bisa dibilang banyak" jawab Angel.
" suruh mereka berjaga di depan kamar. Aku tidak mau mengambil resiko jika Lucas masih berniat buruk" jelas Gael.
" em baiklah" Angel menelpon asistennya agar memilihkan beberapa pengawal untuk berjaga di depan.
" aku akan pergi sebentar" ucap Gael.
Di dalam ruangan gelap 2 orang tergeletak belum sadarkan diri sejak kemarin.
" tuan sepertinya mereka kehilangan banyak darah, mungkin sebentar lagi juga akan tewas" ungkap pengawal Lucas.
" merepotkan saja, aku bahkan bahkan belum memulainya" Lucas ikut cemas
" apa kita sewa dokter untuk memeriksa?" tawar pengawal itu.
" ya sudah, mau bagaimana lagi, kita butuh mereka untuk menekan Gael" terpaksa Lucas harus mengambil tindakan ini.
" baik tuan" jawab pengawal itu. Dia memanggil dokter sewa untuk menangani luka sanderanya.
Gael tengah berada di supermarket.
" kalian copy semua akses keamanan PIN dan kirim semuanya padaku" ucap Gael.
" tapi Bos, nanti akan ada 2 user sistem?" tanya bawahannya berniat mengingatkan.
" aku tau, kirim saja" tegas Gael. inilah yang Lucas cari, jika bayarannya 2 nyawa. Gael terpaksa harus menyerahkan PIN.
Setelah berbelanja kebutuhan Sonia, Gael kembali ke rumah Sakit.
" sebaiknya kita menunggu Gael, dia yang bisa mengabil.." Gael mendengar sayup-sayu percakapan di dalam kamar Sonia. Dia bisa melihat ada beberapa orang di dalam.
" Gael" panggil Sonia yang melihat Gael di depan pintu.
" ada apa ?" tanya Gael kepada 2 orang separuh baya yang ada di dalam kamar.
" mereka adalah dokter keluarga, mereka cukup ahli, aku yang memanggil mereka, aku berfikir mungkin saja Sonia bisa di rawat di Mansion, peralatan kesehatan disana cukup memadai dan lagi keamanan disana juga ketat" jelas Angel. Gael meneliti kedua orang tersebut dari atas sampai bawah. Penampilan mereka cukup meyakinkan.
" kau bisa jamin bisa merawat Sonia?" tanya Gael kepada kedua orang itu.
" saya akan melakukan yang terbaik" jawab mereka.
" kalau analisa dokter bagaimana?" Tanya Gael kepada dokter rumah sakit.
" saya kenal baik dengan dokter Watson, dia memang hebat dan handal menangani segala kondisi. Jika Nona Sonia bisa sadar sebelum siang, saya rasa ada besar kemungkinan nona bisa di rawat di rumah" jelas Dokter.
__ADS_1
" baiklah kalau begitu, tapi jika kondisinya semakin memburuk kalian yang akan aku salahkan" tegas Gael. lelaki itu tetap dalam mode keras. Tak ada yang dia kenal, hanya Angel. Jika tidak memasang ketegasan takutnya dia akan di manfaatkan orang lain.
" kami akan berusaha" jawab dokter kediaman. Angel tersenyum tipis. Akhirnya dia bisa membantu Gael, dengan begini lelaki itu bisa fokus mencari rekan lainnya.