Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
77. Gawat


__ADS_3

" bagaimana ketemu?" tanya Ansel kepada bawahannya. Mereka sudah berpencar dan bahkan sudah melihat video CCTV di berbagai lokasi namun masih juga belum menemukan jejak kepergian Myria.


" kamu tidak menemukan apapun tuan, semua orang tidak ada yang melihat nona Myria" jawab bawahan itu setelah berkeliling menanyai orang sekitar.


" gawat" ucap Ansel.


Gael masih terus melacak keberadaan Myria lewat gps yang dia pasang. Sinyalnya labil maka kemungkinan ada sinyal lain yang mengganggu alat itu.


drrt drrtt hp Ansel berbunyi.


" bagaimana?" tanya Gael dari sebrang dengan nada cemas.


" kami masih belum menemukan titik temu" jawab Ansel.


" coba cari lebih teliti, suruh Sonia mengingat kembali di mana terakhir kali dia meninggalkan Myria" Gael tidak tau harus mencari dimana. Lelaki itu di landa kekalutan.


" ya dia sekarang juga masih menelusuri tempatnya" ucap Ansel dengan nada tidak bersahabat. Dia tidak mau Sonia disalahkan, meskipun wanita itu yang terakhir kali bersama dengan Myria.


" baiklah" ucap Gael dan langsung menutup panggilan. Dia melanjutkan mencari sinyal keberadaan Myria.


" tuan kami mendapatkan informasi jika Sergio berhasil menangkap wanita itu" ucap anak buah lelaki tua.


" kau yakin dia benar-benar wanita itu?" tanya Lelaki tua itu, dia tidak mau gegabah dan melakukan kesalahan. pasalnya dia sudah separuh jalan mengetahui posisi PIN. jika wanita itu benar-benar kekasih Gael, semua jalannya akan lebih mudah.


" iya tuan, anak buah Sergio sendiri yang ikut menangkapnya" jawab anak buah itu yakin.


" kita ke sana dan ambil alih" ucap Lelaki tua itu.


Myria merasakan jika tubuhnya sudah tidak terikat.


" ssttt" Myria merasakan sakit di hidung dan sekitar wajahnya. Dia membuka mata pelan-pelan untuk mengecek situasi. Dia mencari keberadaan Sergio.


Ruangan tampak sepi, dia berada di atas ranjang. bukan lagi di atas sofa.


" jangan kasih tau" sayup-sayup Myria mendengar suara Sergio yang semakin mendekat. Dia kembali ke posisi semula dan berpura-pura masih pingsan.


" kau bilang saja jika aku tidak bisa di hubungi" teriak Sergio sambil memasuki kamar. Dia membawa makanan serta beberapa perlengkapan perempuan.


" sudah aku tidak mau tau, jangan sampai mereka menemukan ku" ucap Sergio kemudian ruangan kembali sunyi. Panggilan itu di tutup sepihak oleh Sergio.


Myria masih menutup mata, tak lama terdengar suara gemericik air. Wanita itu kembali membuka mata. Sergio berada di kamar mandi, kesempatan yang bagus untuk kabur.


Myria menuruni ranjang dengan pelan, dan berjalan menuju pintu.


ceklek Pintu terkunci.


" sial" guman Myria. Wanita itu menatap sekeliling mencari keberadaan kunci. Dia membuka pelan semua laci dan berbagai sudut ruangan. Namun tidak kunjung ketemu.


Sampai akhirnya suara air berhenti, Myria kembali menaiki ranjang dan kembali ke posisi semula.


Ranjang bergoyang, Sergio naik dan duduk di samping Myria. Dia membawa serta baskom dan kain. Lelaki itu berniat membersihkan tubuh Myria.


" emmm" Myria bergumam saat merasakan sebuah tangan mencoba membuka bajunya.


" kau sudah sadar?" tanya Sergio dengan cemas. Dia tidak menyangka jika pukulannya langsung membuat Grace pingsan.

__ADS_1


" maafkan aku, aku tidak sengaja melakukan" Sergio mengelus lembut kepala Myria. Dia tampak sangat menyesal.


" mau apa kau?" Myria menarik mundur tubuhnya saat Sergio ingin memeluknya.


" kau takut padaku? " Sergio tidak mau Myria menjauhinya. Myria menilai dengan seksama keadaan psikis Sergio. Dia benar-benar tidak stabil, Myria bisa memanfaatkan hal ini.


" aku.. aku ingin sendiri" cicit Myria yang tampak ketakutan.


" jangan takut padaku. Kita akan perbaiki hubungan kita" Sergio lebih khawatir lagi, dia menarik Myria dan memeluknya erat.


" kita akan memulai dari awal" lanjut Sergio, Myria diam saja dia akan mengikuti sejauh mana kewarasan lelaki ini. Myria mengangguk pelan, jawab ini tentu saja membuat Sergio tampak senang.


" terimakasih" ucap Sergio bersemangat.


" oh ya aku bawakan makanan, kita makan dulu" Sergio membawa Myria turun dan duduk di sofa. Myria terdiam mengikuti keinginan Sergio.


" ayo" ucap Sergio sekali lagi.


" kau dulu" balas Myria dia ingin memastikan jika makanan yang ada di hadapannya tidak mengandung hal yang berbahaya. Sedangkan Sergio menangkapnya berbeda. Dia mengira Myria perhatian dengannya.


" baiklah" jawab Sergio dan memulai menyantap makanan. Melihat tidak ada yang mencurigakan Myria akhirnya memakan makanan itu.


Di sisi lain Gael baru saja menangkap lokasi sinyal pelacak milik Myria. Sayangnya lokasi ini merupakan apartemen bertingkat, dia tidak bisa mengetahui di unit nomor berapa Myria dia sembunyikan.


" segera kirim beberapa orang ke alamat yang aku kirim, aku menunggu" ucap Gael kepada bawahannya.


Lelaki itu juga baru mengabarkan jika lokasi Myria sudah ditemukan, namun masih belum bisa mengambil tindakan.


" baik bos" ucap bawahan itu.


" sstt sudah, kau tidak salah. Beberapa hari belakangan ini memang banyak sekali yang menargetkan PIN. Kau jangan berfikir terlalu berlebihan" balas Ansel menenangkan Sonia. Inilah yang tidak dia sukai, jika sudah menyangkut Myria. Gael pasti tidak terkontrol. Dia tidak peduli siapapun. asalkan Myria bisa ketemu.


" tuan, posisi nona Myria sudah di temukan. Tapi menuju ke lokasi sesuai petunjuk bos Gael" ucap bawahannya di alat komunikasi mobil.


" benarkan??" tanya Sonia cepat sambil mengusap air matanya.


" iya, nyonya" jawab mereka.


" baiklah ikuti instruksi Bos Gael" jawab Ansel kemudian alat itu mati.


" kau dengar sendiri, Myria sudah di temukan. kau tenanglah" Ansel membuat Sonia merasa lebih baik. Mereka melaju semakin mendekati PIN.


" bos " ucap sekelompok yang sudah datang, Gael masih mengangguk pelan.


" kalian amati setiap orang yang datang dan pergi. dan lihat ini adalah foto orang yang kemungkinan menculik Myria. Kalian perhatian baik-baik" Gael memberikan beberapa foto, Sergio, lelaki tua dan asisten lelaki tua. Semua melihat dengan seksama.


" baik bos" semua orang mencoba mengingat foto tersebut.


" kalian awasi di posisi ini, selebihnya kalian pergi ke gedung sekeliling. Lihat apa ada hal yang mencurigakan" Gael membagi semuanya. Dia akan melakukan segala sesuatu yang bisa membuatnya menemukan lokasi tepatnya di mana Myria berada.


" siap Bos" jawab mereka serempak.


Semua bersiap pada posisi masing-masing.


" tuan kami sudah menemukan posisi Sergio" ucap anak buah lelaki tua itu. Sejak tadi memang sangat sulit menemukan Sergio, lelaki itu ternyata licik. Dia mencoba menyalahi perjanjian.

__ADS_1


" baiklah kita menuju ke sana" ucap lelaki tua itu sambil menahan emosi.


Orang-orang Gael masih terus mengawasi, sampai datanglah seseorang yang berada di foto tadi.


" tuan kami melihat target 2" ucap bawahannya lewat alat komunikasi.


" awasi dengan baik ke mana dia pergi" Gael tidak menyangka lelaki tua itu sangat berani mengusik dirinya.


" sudah?" tanya Sergio. Mereka sudah selesai makan dan Myria baru saja selesai mandi. Wanita itu menuruti keinginan Sergio asal tidak macam-macam.


" iya" jawab Myria pelan.


Sergio mendekati Myria, menarik wanita itu menuju ranjang.


" selama ini aku menahannya karena tidak ingin menyakitimu. Sekarang karena kita berjanji untuk memulai dari awal, mungkin ini akan menjadi awal yang baik" ucap Sergio lembut. Myria mengetahui arah pembicaraan lelaki ini. Dia harus melakukan sesuatu.


" kau mau apa?" tanya Myria menarik tangannya.


" aku sangat menginginkan mu, Grace" Sergio mencoba memeluk Myria.


" tidak, aku masih sakit" tolak Myria halus. Dia masih menahan diri agar tidak menyerang lelaki ini secara langsung.


" sstt.. aku tidak bisa menahannya lagi" ucap Sergio semakin memaksa.


" tidak, jangan lakukan sekarang" tolak Myria lagi.


Penolakan Myria kali ini menyulut emosi Sergio. Lelaki itu dengan keras menyerat Myria dan mendorong nya ke arah ranjang.


" aku maunya sekarang!" teriak Sergio.


Myria tidak mau berlama-lama. Dia segera melawan Sergio. Namun lelaki ini juga cukup lihai, mereka terlibat pertarungan sengit.


" kau tidak pantas menyentuhku, brengsek" ucap Myria karena Sergio terus saja menyudutkannya.


bugg.


Myria terus melawan sampai akhirnya bisa memukul kepala Sergio menggunakan lampu meja. Sergio langsung terkapar, Myria mencari kunci di tubuh Sergio. Lelaki itu kehilangan setengah kesadarannya, dia mencoba menyembunyikan kunci tersebut.


" berikan padaku!" desis Myria dan merampas kunci itu dengan mudah. Sergio memegangi kepalanya yang sakit, dia juga baru tau jika kepalanya mengeluarkan darah. Lelaki itu beringsut bangun mendekati Myria yang terus mencoba membuka kunci.


" cepatlah" ucap Myria yang tergesa-gesa membuka pintu.


Ceklek pintu berhasil terbuka, namun bersamaan dengan datangnya lelaki tua yang masuk ke unit apartemen.


" siapa kalian?" tanya Myria melangkah mundur.


" kau berniat kabur rupanya" ucap lelaki tua itu. Myria masih tidak menyadari lelaki tua yang berdiri di hadapannya.


Myria menatap sekeliling, dia dalam posisi terjepit.


" tangkap dia" perintah lelaki tua itu kepada bawahannya.


Myria mengambil persiapan melawan. tak ada senjata apapun, dia harus melawannya menggunakan tangan kosong.


" berhenti!" Teriak Sergio yang berjalan tertatih keluar dari kamar. Lelaki itu memegangi kepalanya yang berdarah.

__ADS_1


__ADS_2