Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
37. Perkembangan 2


__ADS_3

Setelah mendapatkan peringatan tersebut Myria semakin mengeratkan tekad. Dia benar-benar melakukan semua pelatihannya dengan segenap jiwa. Dalam waktu singkat wanita itu mampu menguasai segala hal yang di ajarkan. Dia menyibukkan diri agar pikiran dan rasa bersalah terlupakan. Wanita itu melimpahkan semua perhatiannya dengan berlatih. Myria tidak mengenal lelah jangan sampai pikiran tentang Gael menganggu konsentrasinya.


Berdasarkan laporan hasil pelatihan dari biro pelatihan kepada Ansel, menjelaskan jika Myria mengalami perkembangan yang pesat. Wanita ini sudah ahli dalam keterampilan senjata baik jarak dekat maupun jarak jauh, tinggal satu kemampuan lagi yang harus wanita itu kuasai, yakni bidang teknologi.


Ansel tidak bisa serta merta membawa Myria ke PIN. Gael sudah lebih dulu mencurigai wanita itu. Dia harus menunggu waktu.


Ansel membaca laporan tersebut dengan senang. Dia akan memberikan Myria hadiah sebagai penyemangat tekadnya. Hadiah tersebut adalah laporan tentang kasus pembunuhan ayahnya. Ini pasti sesuatu yang wanita itu tunggu sejak lama. Ansel memang menyiapkan hal ini di akhir perjalanan latihan Myria, agar wanita itu tidak goyah dan teguh dalam dendamnya.


Saat ini lelaki itu datang menemui Myria, mereka berada di sebuah ruangan rapat.


"Aku mendengar semua derih payah mu mengikuti latihan ini. Aku tidak menyangka ternyata kau juga memiliki bakat dalam hal beladiri maupun senjata, Gael tidak sembarangan ketika memilih seseorang" ucap Ansel. Di depannya duduk dengan tenang.


" aku sendiri juga tidak menyangka bisa sampai di titik ini" ucap Myria menimpali.


" karena kau sudah bekerja keras jadi secara khusus aku memberikan sesuatu khusus untukmu" lanjut Ansel sambil menyuruh anak buahnya memberikan sebuah map.


" apa ini?" Myria menerimanya dengan penuh tanya.


" ini adalah sesuatu yang selama ini kau tunggu. Aku harap ini bisa membakar semangatmu untuk lebih giat lagi" lanjut Ansel berbasa-basi.


Myria langsung membuka map tersebut, di dalamnya terdapat foto kejadian waktu kecelakaan itu. Hal ini sangat membekas, inilah yang menjadi alasan perubahan besar dalam dirinya.


Myria membuka lembar demi lembar. Berkas tersebut sangat lengkap. Mulai dari rangkaian kejadian sampai penyebab jelas terpampang di sana dan yang tidak kalah mengagetkan adalah siapa pelaku sebenarnya pun sudah ada di sana.

__ADS_1


Myria membacanya dengan nanar, dia membaca dengan seksama kata perkata di dalam berkas tersebut. Dia tidak menyangka jika ternyata dia dan ayahnya sudah menjadi target sejak awal.


" Ini adalah berkas kematian ayahmu dan tentang pelaku sudah ada di dalam sana. Aku sendiri tidak menyangka jika Gael bisa menemukan ini dengan cepat" lanjut Ansel yang membuat Myria melepaskan pandanganya dari berkas dan menatap Ansel dengan penuh tanya.


"jika kau berpikir Gael akan benar-benar melepaskan kejadian itu kau salah, dia tetap melanjutkan pemeriksaannya" Ansel awalnya ingin merahasiakan hal ini, namun dia tidak ingin kesalahpahaman semakin melebar. Cukup Gael saja yang merasa jika Myria yang meninggalkannya.


Myria merasa bersalah kepada Gael, dia meninggalkan lelaki itu begitu saja dengan dalih menyalahkan keterlibatan Gael pada hidupnya. Myria merasa menjadi orang yang paling jahat. Bagaimana bisa dia tega menyalahkan lelaki itu dalam suratnya.


" aku memberikan ini bukan untuk membuatmu bersedih seperti ini" Ucap Ansel saat mengetahui perubahan wajah Myria. Wanita itu mengangguk kecil sebagai jawaban.


" setelah kau selesai dari pelatihan ini, aku akan memberikanmu misi khusus. Ini akan mempermudah kau masuk ke dalam kelompok mereka, ketika kau bisa masuk ke sana dengan begitu kau bisa dengan leluasa melancarkan balas dendam mu" ucap Ansel memberikan penjelasan.


Myria menggenggam berkas itu dengan kuat, bahkan jari-jarinya sampai memutih. Dia harus bisa bertahan dan memberikan ketenangan untuk kematian ayahnya.


Wanita itu masih termenung, masih saja merasa bersalah. Padahal dia sudah sampai sejauh ini sedikit lagi, sedikit lagi dia akan mencapai keinginan yang selama ini dia impikan.


Myria segera pergi ke kamarnya dan mencoba untuk berkonsentrasi. Wanita itu sedikit terganggu dengan kebenaran bahwa Gael masih sangat peduli dengannya, meskipun dia sudah mencaci maki lelaki itu di dalam suratnya, nyatanya keberhasilan dia juga tidak lepas dari lelaki itu.


Meskipun Gael tidak berada di sampingnya namun berkas yang ada di tangannya ini adalah bukti bahwa Gael selalu bersamanya.


Myria menghirup nafas panjang, dia tidak ingin berlarut- larut, sekarang yang harus dia pikirkan adalah dia harus fokus berlatih dan terus berlatih.


Waktu terus berlalu dan akhirnya Myria sudah menyelesaikan pelatihannya. Wanita itu bahkan saat ini sedang melakukan misi terakhir. Ini adalah misi penentu untuk dia bisa lulus dari pelatihan.

__ADS_1


Wanita itu diberikan tugas untuk mengambil sebuah benda di sebuah Bank swasta. Dia juga harus menyadap sistem keamanan di sana. Tentu saja dia tidak bekerja sendirian, ada dua rekan lainnya yang memiliki yang tugas berbeda dalam misi tersebut.


Mereka harus selalu bekerja sama agar bisa lolos. "kita akan masuk lewat pintu belakang sedangkan kau bersiaplah dari depan" ucap salah satu rekannya. Dia seorang laki-laki yang lebih matang dari Myria.


"kita mengikuti rencana awal" ucap Myria kemudian mereka berpisah, dia memang diberi tugas untuk mengalihkan bagian keamanan di depan sehingga bagian belakang agar longgar.


Mereka diberikan waktu 3 jam sampai bisa mengambil barang tersebut. Myria sudah merubah penampilannya sesuai dengan tugasnya. Dia akan menyamar menjadi warga sipil yang membutuhkan pertolongan. Setelah melihat situasi bank, akhirnya wanita itu memulai aksinya. Dia berjalan di bagian pusat tempat itu dan secara tiba-tiba mendapatkan serangan jantung. Semua orang dengan panik langsung memanggil bagian keamanan di sana.


beberapa petugas langsung menangani Myria dan membawanya masuk ke sebuah ruangan.


" segera hubungi ambulans" ucap petugas lain yang sudah bersiap menelpon ambulans, Myria langsung mencegahnya. Dia berpura-pura menjadi seorang tuna wicara, dan itu semakin membuat orang-orang yang ada di sana kebingungan.


Myria melihat jam tangannya. Dia hanya bisa melakukan hal ini selama kurang lebih 15 menit. Rekannya yang ada di belakang sudah mendapatkan sinyal dan memulai aksinya. Myria kemudian pergi dari sana dengan orang-orang yang terus memandanginya. Seakan merasa kasihan dengan Myria.


Setelah berhasil memecah konsentrasi, Myria sekarang pergi ke sebuah tempat yang sudah siap dengan berbagai macam alat untuk menyadap sistem keamanan. Wanita itu langsung memulai aksinya.


Dia dan rekannya sudah terhubung melalui earphone yang digunakan sebagai alat komunikasi, mereka bisa mengatakan setiap kendala yang terjadi di lapangan. Mereka bekerja sama dengan cukup baik sejauh ini. Myria mulai meretas beberapa sistem keamanan dan membuat rekannya dengan mudah menerobos. Setelah beberapa saat semua berjalan dengan lancar, sampai pada detik- detik terakhir ternyata kehadiran ketahuan.


Salah seorang melihat mereka mengambil barang berharga. Myria yang mendapatkan kabar tersebut langsung masuk ke sistem keamanan dan berganti ke rencana selanjutnya.


Wanita itu memberikan solusi agar rekannya itu memisahkan diri, mereka harus memecah fokus petugas keamanan bank. Myria melihat denah bangunan tersebut dan menemukan sebuah celah. Dia dengan cepat informasikan hal ini dan membuat salah satu rekanya yang ada di lapangan untuk menuruti rencananya. Alhasil salah satu dari mereka bisa keluar. Kini tinggal satu.


Myria memutar otak untuk bisa menyelamatkan sisanya, Dia memberikan sinyal kebakaran palsu sehingga semua pintu keluar terbuka tanpa menimbulkan kecurigaan. Rekan tersebut langsung membaur dengan tamu lainnya dan keluar dari bangunan. Mereka menyelesaikan misi di menit-menit terakhir. Semua tampak lega setelah mendapatkan barang yang mereka incar. mereka menuju biro pelatihan untuk melaporkan keberhasilan mereka.

__ADS_1


__ADS_2