Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
48. Serangan Pertama


__ADS_3

Sergio baru saja pergi kini Myria sendirian di dalam kamar. Lelaki itu memaksanya tinggal namun dengan tegas Myria menolaknya. Dia tidak mau membuat kesalahan lagi dengan membiarkan lelaki itu berlaku seenaknya pada dirinya.


Myria membuka handphonenya, dia akan mengirimkan berkas kepada Harry. Mereka akan melakukan serangan awal pada Dom. Dan Myria sudah mempersiapkan hal ini sejak lama.


Myria tinggal menunggu sampai Harry berhasil melakukan semua intruksinya.


Di lain sisi Dom masih belum menerima kekalahannya. Lelaki itu terus mencari identitas dari sosok Grace. Karena lelaki itu yakin jika wanita itu hanya berpura-pura saja.


Dia bisa mengingat nya dengan jelas, bagaimana pandangan Myria saat di siksanya waktu itu. Belum lagi dengan keahlian wanita itu membuka ikatan nya. Semua bukanlah hal yang kebetulan. Wanita itu sudah terampil dalam melakukannya.


" kau tidak akan lolos" guman Dom yang terus berusaha. Tak tanggung- tanggung lelaki itu membayar hacker terkenal untuk bisa memperlancar keinginannya.


Beberapa hari berlalu, Dom yang sudah kembali ke markas berpura-pura melupakan semua nya. Dia bahkan dengan tidak masalah nya bertemu dengan Harry, lelaki yang berani mengacungkan pistol padanya.


" selamat pagi tuan Dom" ucap Harry berbasa-basi.


Dom menganggukkan kepalanya. Dia sama sekali tidak memperhitungkan perilaku Harry.


Hal ini jelas membuat Harry merasa curiga, lelaki ini pasti sedang merencanakan sesuatu yang buruk.


" kau sudah menyelesaikan tugasnya?" tanya Myria saat Harry berkunjung ke tempatnya.


" sudah ketua, kita tinggal menentukan harinya" jawab Harry setelah membereskan sisa makanan milik Myria. Wanita itu sungguh kasihan, kakinya harus di gips dan dia tinggal sendirian, pasti susah jika ingin melakukan sesuatu.


" besok lusa, saat aku kembali masuk untuk menyampaikan jika aku akan keluar, malam harinya kita akan melancarkan misi. suruh yang lain bersiap" Myria menjelaskan dengan yakin.


" baik ketua, saya akan menyiapkan semuanya"


Rencana mereka sudah selesai tinggal menunggu tanggal mainnya.


Hari ini Myria sudah masuk dan wanita itu segera menemui Sergio disana wanita itu bertemu dengan Dom. Mereka saling adu tatapan tajam. Keduanya tidak akan mau berdami.


" kau sudah sembuh?" tanya Sergio saat melihat kedatangan Myria.


" aku sudah baik- baik saja" ucap Myria cuek.

__ADS_1


" kau tidak perlu memaksakan diri" timpal Sergio yang melihat raut wajah Myria yang masih pucat.


" aku tidak akan lama, aku hanya ingin mengabarkan jika mulai sekarang aku akan berhenti dari pekerjaan ini" ucap Myria yang membuat Sergio serta Dom kaget. Mereka tidak menyangka dengan keputusan yang wanita itu ambil.


" apa? tidak. Kau tidak perlu melakukannya" Sergio langsung mendekati Myria dan mengambil kedua tangan wanita itu.


" Grace, kita sudah pernah membahasnya bukan? kau tidak perlu mengkhawatirkan Dom" Sergio sama sekali tidak menganggap kehadiran Dom disana.


" tidak, aku sudah mengambil keputusan" ucap Myria tegas.


" baguslah jika kau sadar" Dom langsung menyahut.


Sergio menatap Dom dengan tajam.


" jangan hiraukan dia, kau tau kan jika keahlian mu disini sangat di butuhkan?" Sergio tampak mengiba. dia Seperti anak kecil yang merayu meminta mainan.


" tidak tuan, Dom benar, aku tidak mau kelompok ini hancur karena ku. kita bisa saling berteman. Jika ada masalah aku akan siap membantu" ucap Myria hangat. Baru kali ini Sergio melihat sikap Myria yang lembut. membuat nya semakin takut kehilangan wanita ini.


" hey, kita bisa membahas hal ini pelan-pelan. kau jangan terburu- buru mengambil keputusan" Sergio masih mencoba merayu.


" tidak aku sudah bulat, aku datang hanya untuk mengucapkan selamat tinggal" Myria mengucapkan dengan datar. Dom mendengar semuanya dengan hati puas. Wanita ini ternya tau diri juga, baru saja dia melakukan gertakan dia sudah ketakutan dengan pergi dari sini.


Dalam perjalanan dia keluar, Myria kode kepada Harry bahwa semua lancar. Sedangkan Sergio di dalam ruangannya tampak tidak terima dengan keputusan Grace.


" jangan lakukan itu ketua" Dom mencegah Sergio yang berniat menyusul Myria. Dia tidak mau bawahannya melihat ketuanya mengemis cinta seorang wanita.


Sergio yang tidak tau harus melakukan apa terpaksa menuruti perkataan asistennya.


sepeninggalnya dari markas Batu hitam, Myria mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Dom.


" ini belum berakhir" tulis wanita itu. Dom yang membaca nya seakan tidak terpengaruh. Dia hanya menganggap pesan itu hanya bualan semata.


Sore harinya Sergio menemui Harry.


" apa kau bisa membujuk Grace agar tidak pergi dari sini?" Sergio tampak putus asa.

__ADS_1


" Grace pergi dari sini?" Harry menampakkan wajah kaget seakan tidak mengetahui apapun.


" dia tidak mau masalah ini semakin besar" Sergio tidak bisa mengatakan jelasnya.


" baiklah saya akan menemuinya nanti, ah ya apa tuan Dom sudah pulang?" tanya Harry.


" dia sudah pergi, baru saja" ucap Sergio berbisik, inilah alasannya kenapa dia baru menemui Harry.


" saya memiliki sesuatu yang mungkin menjadi penyebab kenapa tuan Dom begitu membenci Grace" Harry memulai rencana.


" maksudmu?" tanya Sergio penasaran.


" sepertinya kita lebih baik membahasnya di ruangan anda saja ketua" Harry memberikan masukan.


Mereka berdua pun berpindah tempat.


" sebenarnya ini berasal dari Grace yang tiba-tiba saja menghubungi saya beberapa hari yang lalu. Saat saya tidak bertugas, Grace menemukan kejanggalan dengan laporan yang dia terima dari tuan Dom. Dan inilah yang Grace temukan" Harry memberikan berkas yang sudah dia persiapkan sesuai dengan perintah Myria.


Tuan Sergio menerima dan membaca berkas tersebut dengan seksama.


" sebenarnya Grace tidak ingin membahasnya karena dia merasa sebagai anak baru dia tidak mungkin di percayai, jadi dia memberikan berkas ini pada saya untuk disimpan" Harry semakin memanas- manasi ketuanya.


" berani sekali Dom melakukan hal ini? dia mengambil keuntungan sendiri. Kini aku paham kenapa dia mati- matian ingin Grace pergi dari sini" tuan Sergio langsung terbakar emosi, berkas ini membuat Sergio semakin yakin jika Dom memang sudah berubah. Lelaki itu seakan ingin menggantikan posisi nya.


Tak lama handphone Harry berbunyi.


" dari Grace" ucap Harry pelan, dan Sergio dengan jelas mendengarkannya.


" tolong aku Harry" ucap Myria dari sebrang.


" apa yang terjadi Grace?" tanya Harry sambil berteriak cemas, belum juga mendapat jawaban panggilan itu terputus sepihak.


" apa yang terjadi?" Sergio ikut panik mendengar Harry mencemaskan Grace.


" saya tidak tahu, Grace hanya meminta tolong. Sepertinya dia mengalami masalah" Harry membuat suasana semakin tegang.

__ADS_1


" saya akan menuju ke kontrakan Grace yang lama" ucap Harry dan langsung bergegas pergi dengan panik.


" aku ikut" Sergio mengikuti Harry dari belakang. Mereka menaiki mobil yang sama dan dengan kecepatan penuh meluncur ke kontrakan Myria yang lama dengan jarak yang lumayan jauh.


__ADS_2