Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
100. Bertemu Lucas


__ADS_3

Setelah sarapan Gael, Myria dan Sam pergi ke makam ibunya. mereka akan mengunjungi sosok wanita yang sudah melahirkan Gael.


" Myria apa kandungan mu baik-baik saja jika ikut ke makam?'' tanya Sam. Dia khawatir karena Myria juga baru saja mengalami kecelakaan.


" kata suster tak apa, selagi aku tetap hati-hati ayah" jawab Myria. Wanita itu sudah memanggil Sam dengan sebutan Ayah. Sebagai bentuk penghormatan kepada lelaki tua itu.


" baiklah kalau begitu" jawab Sam lalu masuk ke mobil terlebih dahulu. mereka membawa 2 mobil.


Tak lama Gael yang membawa mobil lain berhenti di teras Mansion. Dia keluar dan membukakan pintu untuk Myria.


" hati-hati" ucap Gael kemudian menutup pintu.


kini kedua mobil itu melaju berbaris menuju pemakaman.


Sam berjalan mendahului sedang Gael dan Myria mengikuti dari belakang. Tak lama Sam berhenti di depan makam dengan tulisan. Queen Morrow.


" ini ibumu" ucap Sam pelan.


" queen kali ini aku datang bersama anak kita, Gery. aku baru saja menemukannya. Maafkan aku" ucap Sam menahan tangisnya.


" kau lihat dia sudah sangat dewasa dan gagah. Dia bahkan sudah menikah. Sebentar lagi kita akan memiliki cucu queen. kau sudah bisa tenang disana" Sam mengusap air matanya. kemudian berbalik dan meninggalkan Gael dengan Myria disana.


Myria menunggu Gael menyapa ibunya, namun sudah beberapa menit Gael hanya diam saja.


" ibu, apa kabar? anak ibu sudah kembali. kini dia menjadi suamiku. Dan ini lihatlah, di perut ku sudah ada cucu ibu seperti yang ayah katakan. ibu jangan khawatir lagi, dia sekarang yang akan merawat ayah. ibu doakan dari sama agar kita selalu bahagia dan aman" ucap Myria, dia menatap Gael sejenak. Lelaki itu diam tanpa ekspresi. Myria akhirnya memberi waktu pada Gael sendiri.


" aku tunggu di mobil" ucap Myria lalu berjalan meninggalkan Gael sendiri.


Gael masih diam dalam kebisuan, dia tidak tau harus berbicara seperti apa. ini pertama kalinya tidak bisa berfikir. otaknya kosong tidak bisa memproduksi kata-kata. Sampai kemudian mulutnya mulai terbuka.


"ibu, " kemudian menutup kembali.


" ku kita dalam hidup ini aku tidak akan mengatakannya, ternyata saat ini aku bisa mengucapkannya meskipun tubuhmu tiada. aku tidak tau apa yang terjadi, ku kira aku hanya anak yang tak diinginkan, di buang. Nyatanya ayah mencariku selama ini. Apa ibu yang menuntunku kemari? aku berterimakasih bisa merasakan pelukan ayah. bisa merasakan mempunyai keluarga. aku akan melakukan yang terbaik untuk menjaganya. Terimakasih ibu" Gael mengucapkan dengan datar dan tenang. Dia tidak tau rasanya memiliki ibu jadi bagaimana kehilangan ibu, dia juga bingung apa perbedaannya. Gael menatap makam itu lama. Sampai akhirnya pergi menuju mobil. Disana Sam dan Myria menatap dengan senyum bahagia.


" mari kita pergi" ajak Sam. berjalan menuju mobilnya.


" em, Sam. Apa aku boleh bertemu dengan Lucas?" tanya Gael kikuk. Dia tetap memanggil Sam dengan nama saja.


" silahkan, dia sudah di amankan" jawab Sam senang.


" aku ikut!" ucap Myria cepat dia ingin tau alasan kenapa Lucas sangat ingin membunuhnya.


" tidak, aku antar kau pulang dulu" tolak Gael.


" ada yang ingin aku tanyakan padanya, biarkan aku ikut" rengek Myria, dia terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan. Gael tidak tau maksud Myria, wanita itu tidak pernah mengatakan apapun terkait dengan GM dan kematian ayahnya. Kini saat Myria tau bahkan Lucas anggota GM dan sudah di tangkap. Hal ini akan memudahkan Myria untuk menggali lagi kasus kematian ayahnya.


" tapi kau harus tetap hati-hati, jangan terlalu dekat dengan Lucas nanti" pesan Gael. Dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Myria.


" iya-iya. kan ada kamu juga" Balas Myria enteng.


Mereka masuk mobil, Sam sejak tadi sudah meninggalkan makam terlebih dahulu.


" tuan, apa kita perlu membungkam mulutnya?" tanya sopir mobil.


" tidak perlu, Gael harus melihatnya masih hidup" jawab Sam.


" tapi bagaimana jika di tau bahwa..."

__ADS_1


" cepat atau lambat Gael akan mengetahui siapa aku sebenarnya" jawab Sam pasrah. Mau menerima atau tidak. Sam akan mengikuti keinginan Gael.


" baiklah tuan" jawab sopir itu pelan.


Gael mengikuti mobil Sam sampai di depan sebuah gedung. Gael mengingat gedung ini. gedung yang sama saat Angel membawanya sebelum mengepung tempat Lucas. Dia kira ini adalah kantor tempat Angel bekerja.


" masuklah meraka akan mengantarmu" ucap Sam. Dia sudah menghubungi bawahannya terlebih dahulu.


" terimakasih ayah" saut Myria.


" mari tuan" ucap bawahan Sam.


Gael dan Myria masuk mengikuti langkah lelaki di depannya. Gael kini mulai merasa janggal dengan identitas ayahnya. Sam sangat di segani dan semua kekayaannya itu tidak mungkin di dapatkan dengan mudah.


" Lucas ada di dalam, tuan. dia berada di penjara kaca" saut lelaki itu kemudian Meninggalkan Gael dan Myria.


" itu dia" bisik Myria menyadari Lucas berada di bagian ujung dari penjara.


" hati-hati, tetap didekatku" pesan Gael. padahal Lucas ada di dalam kurungan kaca, tak mungkin bisa keluar. Tapi Gael seperti trauma akibat kejadian sebelumnya.


" Lucas" panggil Gael. Di penjara kaca itu ada beberapa lubang di bagian depan, itu memudahkannya untuk berkomunikasi.


" hahahha, Gael atau Gery?" tanya Lucas yang juga tau identitas Gael.


" kau terlihat kasihan sekali" jawab Gael merendahkan.


" ya, kenapa? kau tidak ingin membunuhku? kau tidak akan bisa. Aku adalah anggota GM, bahkan hampir menjadi kaki tangan ayahmu" ucap Lucas yang semakin menguatkan persepsi Gael mengenai ayahnya. Namun bukan itu tujuan dia kemari.


" kenapa tidak? setelah ini aku akan meminta proses penyiksaan dimulai. Selama ini aku hanya menunggu saja" jawab Gael enteng.


" brengsek!' teriak Lucas.


" berani kau menyentuhnya, aku pastikan kau akan menerima kematian yang menyedihkan" desis Gael.


'' kau, masih ingat Sergio?" gantian Myria yang bertanya.


" lelaki tidak berguna itu? aku sudah membunuhnya" jawab Lucas kesal,karena Sergio tidak bisa melakukan apapun selain mengacaukan keadaan.


" kau yang menyuruhnya membunuh ayahku? " tanya Myria marah. Dia harus mengetahui semuanya. Dia ingat dan ingin membayar hutang ini kepada ayahnya.


" ayahmu? jangan asal menuduh ku. aku memang sering membunuh tapi bukan asal membunuh. aku tidak kenal ayahmu!" jawab Lucas santai, namun Gael dan Myria tentu tidak percaya.


'' jangan berbohong, Dom jelas mengatakan jika dia itu tugas dari GM" Ucapan Myria emosi. Gael mengelus Punggung Myria agar wanita itu tidak lepas kontrol. Gael sendiri tidak tau jika Myria pernah berkomunikasi dengan Dom. Gael melewatkan hal ini.


" Dom? kau yang membunuhnya?" desis Lucas tidak terima. Dia menatap Myria dengan mata menyalang. Tidak ada yang tau jika dia dan Dom memiliki hubungan yang erat.


" kau baru menyadari nya? apa Selama ini Sergio tidak mengatakannya" balas Myria sombong. Wanita itu dengan di bantu Ansel mengeksekusi lelaki itu dengan kejam. Semua dilakukan dengan sangat rapi. Semua orang bahkan polisi saja mengatakan jika itu adalah kasus bunuh diri bukan pembunuhan.


" dia tewas dengan cara yang tragis, aku dan Ansel dengan perlahan melakukan nya" imbuh Myria semakin membakar emosi Lucas.


" Dasar wanita iblis" cerca Lucas penuh emosi, dia menggedor dinding kaca dengan keras.


" katakan kenapa kau membunuh ayahku?" Sentak Myria. Gael menatap wajah istrinya. Wanita itu sangat emosi.


" Myria, hentikan. Sudah biarkan aku yang menanyainya" cegah Gael, bukan karena apa. Lelaki itu memiliki penilaian jika hal ini akan bersangkutan dengan sang ayah. Gael tidak mau hubungan keluarga ini akan rusak begitu cepat.


" tidak, aku akan mendengarnya langsung dari mulut lelaki ini" tolak Myria.

__ADS_1


" hahahaha" Lucas tertawa senang.


" kau ingin tau, kenapa bisa ayahmu terbunuh?" tanya Lucas dengan wajah menguji.


" Myria, ayo. sudah biarkan. Ingin bayi kita, jangan sampai di mendengar hal buruk seperti ini" ucap Gael terus meminta Myria pergi.


" katakan!" teriak Myria. Dia sama sekali tidak mendengarkan Gael. Bahkan rangkulan Gael dia tolak.


" ah ya. aku mengingatnya. Sepasang ayah dan anak itu, tunggu. jadi sejak awal memang kamu" Lucas menatap wajah Myria serius.


" jangan menatapnya seperti itu" desis Gael.


" kau, sebenarnya kaulah targetnya" teriak Lucas sambil menunjuk.


" kaulah yang ingin aku bunuh, tapi malah ayahmu yang mati. Sial. Jika sejak awal itu kamu, aku pasti sudah membunuhnya" Lucas terus mengoceh. Myria mendengarkan semuanya.


" dasar kau biadap" Saut Myria, Lucas tanpa merasa bersalah menceritakan kejadian itu.


" jadi benar, kau tau kenapa kau menjadi targetnya?" Lucas kembali menatap Myria lama.


" saat aku mencari tau kelemahan Gael, ada seseorang yang mengirimkan data dirimu. Ku kira itu hanya bualan, tapi ternyata sungguhan. hahahahhah" Lucas tertawa renyah. Lelaki itu akan menceritakan semuanya. Dia akan mengatakan apa yang selama ini wanita di depannya tidak tau.


" buka emailku, ini aku berikan alamat dan password-nya" Lucas dengan cepat menempelkan kartu namanya di dinding kaca.


" cepat! kau akan tau siapa yang membocorkan informasi tentang kau dan ayahmu" Lucas terus memprovokasi.


" Myria jangan ikuti.Dia hanya membohongi mu saja" Gael semakin khawatir. Dia memiliki firasat yang buruk akan hal ini.


" berikan ponsel mu" ucap Myria dingin. Wanita itu dengan mudah termakan ucapan Lucas. ponsel miliknya hilang saat kecelakaan itu terjadi.


". Myria jangan di teruskan" cegah Gael.


" kenapa? apa kau tau siapa yang mengirim data itu?" tanya Myria curiga.


" bukan begitu, aku tidak tau apapun mengenai hal ini," jawab Gael penuh ke hati-hatian.


" maka dari itu berikan ponsel mu dan kita lihat siapa orangnya" Balas Myria memaksa. Lucas melihat perdebatan Gael dengan senang.


Akhirnya Gael mengeluarkan ponselnya, meski dengan berat hati.


" mana?" ucap Myria Menyuruh Lucas menunjukkan alamat email-nya. Myria dengan cepat mengetik dan membuka email Lucas.


" kau lihat itu barisan nomor 9, alamat itu yang memberiku informasinya. Dialah yang bertanggung jawab atas kematian ayahmu" hasut Lucas. Wanita itu memeriksa dengan seksama setiap kata dan alamat pengirim.


" kode itu bukankah dari PIN" bisik Lucas. Mendengar hal itu, Gael langsung merampas ponselnya dan dia melihatnya sendiri.


Dia tidak menampik, kode seperti ini adalah dari PIN. dan Gael melihat lagi angkanya kodenya, disana tertera 01. Gael jelas tau ini perbuatan siapa.


" siapa?" tanya Myria dingin. Dia menebak Gael tau siapa pengirim itu.


" kau pasti tau, katakan padaku!"


" haahahhaahahha, kau di tipu selama ini. Hahahaha, kau tau jika Dom adalah orang yang membunuh ayah Ansel. hahahaah" Lucas yang melihat situasinya semakin merasa puas. dia tidak menyangka jika hal ini bisa menjadi senjatanya untuk balas dendam. Gael saat itu juga ikut kaget, Ansel sudah merencanakan hal ini sejak lama, dia berani sampai sejauh ini. Gael tidak menyangka.


" mana, aku akan mencarinya sendiri" dengan cepat Myria mengambil ponsel itu dan pergi dari ruangan.


" Myria!" panggil Gael yang kecolongan. Wanita itu berjalan cepat masuk ke Lift dan beruntung Lift langsung menutup meninggalkan Gael. Di dalam sana Myria terus mengotak-atik alamat pengirim. Entah kebetulan atau bagaimana, ponsel Gael langsung mengenali alamat email itu. Dan dari situ Myria tau jika pengirim itu adalah Ansel.

__ADS_1


" brengsek kau Ansel!" Myria menggenggam ponsel itu erat. Lelaki itu sudah mempermainkannya sejak awal. Dia pasti akan membunuh lelaki brengsek itu.


__ADS_2