Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
91. Apakah Benar?


__ADS_3

Menjelang siang Sonia mulai sadar, mata itu perlahan terbuka.


" Gael, Sonia sadar" ucap Angel yang menyadarinya. Gael sedang sibuk dengan hp nya sejak tadi. Lelaki itu mengurus perpindahan keamanan PIN.


" panggilkan dokter" ucap Gael cepat.


" Sonia" panggil Gael pelan. Wanita itu sedikit merespon dengan bola matanya yang mengarah ke Gael.


" dok tolong periksa dia" ucap Gael begitu dokter masuk ke ruangan.


Gael dan Angel melihat Sonia sedang dalam penanganan, banyak sekali yang harus di cek pada tubuh Sonia.


" setelah ini kami akan melakukan usg, jika semuanya baik, nona Sonia bisa di bawa pulang" ucap Dokter. Gael dan Angel mengangguk.


Beberapa saat setelahnya, Angel segera menghubungi dokter Watson agar menyiapkan semua perlengkapan.


" siang ini Sonia bisa di pindahkan, kalian atur semua perlengkapan dengan baik. Jangan sampai ada yang kesalahan" ucap Angel.


" bagaimana?" tanya Gael memastikan.


" semuanya siap, kita tinggal menunggu hasil usg" jawab Angel.


" baiklah" jawab Gael.


Hal yang sama juga terjadi di labolatorium GM yang lama. Bangunan ini hampir sudah tidak berfungsi, selama ini Lucas yang bertanggung jawab pada tempat ini. Jadi tidak ada yang mengira jika dia memanfaatkannya sebagai tempat menyembunyikan sandera.


" mereka kekurangan banyak darah, kami sedang memberikan darah terlebih dahulu setelah menutup lukanya" ucap dokter sewaan.


" kapan mereka akan siuman?" tanya Lucas.


" paling cepat besok" jawab dokter itu.


" lama sekali, beri mereka yang terbaik. Aku tidak mau tau buat mereka sadar lebih cepat" amuk Lucas. Dia ingin Gael segera melihat penderitaan mereka dalam keadaan sadar.


" ba..baik tuan" jawab dokter itu ketakutan.


Dokter itu kembali masuk dan mulai pemeriksaan intensif.


Dokter Watson sudah sampai di Mansion utama sejak beberapa jam yang lalu, dia sibuk menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan medis.


" Dokter, tuan besar memanggil anda" ucap Asisten taun besar.


" ah ya" Dokter langsung menuju ruangan tuan besar yang ada di lantai 3.


tok tok Asisten itu mengetuk pintu.


" silahkan dokter" Asisten itu sudah biasa melakukan tugasnya.


Dokter Watson berjalan memasuki ruangan.


" tuan besar" salam Dokter Watson.


" bagaimana persiapannya?" tanya tuan besar.


" semuanya lancar, tinggal menunggu orangnya" jawab Dokter itu begitu sopan.


" kau sudah melihat lelaki yang bernama Gael?" tanya tuan besar yang membuat dokter itu tersenyum tipis.


" sudah tuan" jawab dokter itu tenang.


" bagaimana menurutmu?"

__ADS_1


" wajahnya mengingatkan saya pada anda saat masih muda" jawab Dokter itu tidak berbohong.


" akupun sama, " saut tuan besar.


" ini adalah lembar biodata lelaki itu, jika di lihat usianya tidak tau beda dengan Gery" lanjut tuan besar sambil menerawang melihat jendela.


" tuan, anda jangan berfikir terlalu jauh" pesan Dokter Watson. Pasalnya tuannya ini akan jatuh sakit jika merindukan anak dan istrinya yang sudah lama tiada.


"sampai sekarang pun kita tidak menemukan jasad Gery, entah dia hilang kemana. Aku selalu berharap untuk bertemu dengannya sebelum aku mati" ucap Tuan besar yang sangat terbuka pada dokter Watson. Dokter ini sudah melayani keluarga sejak sebelum dia menikah. Semua mengenai riwayat keluarga Morrow, dokter Watson mengetahuinya.


" tuan kejadian ini sudah lama terjadi, kita boleh berharap tapi jangan sampai melukai diri sendiri" balas Dokter Watson tanpa berniat menyinggung.


" aku ingin kau melayani lelaki itu dengan baik. Biarkan Angel bersama dengannya. Melihatnya saja aku bisa menilai jika dia orang yang layak" tuan besar menatap dokter Watson dengan penuh harap.


" baik tuan saya akan mengingatnya" balas dokter Watson.


sepeninggalnya Dokter Watson, tuan besar kembali menatap album foto nya. Gery nama anak laki-lakinya yang hilang entah kemana. Usianya sekitar 6 tahun saat itu. Istri terlibat kecelakaan dan meninggal di tempat. Sayangnya anaknya tidak di temukan di mana tubuhnya.


tok tok suara pintu.


" tuan kami mendapatkan foto mobil Lucas melewati gerbang kota barat" lapor Asistennya.


" gerbang barat? kemana dia pergi?" tuan besar tanpa sepengatahuan ikut mencari keberadaan Lucas. Dengan jaringannya jelas akan sangat mudah menemukan lelaki tua itu.


" suruh yang lain untuk fokus di area barat" balas tuan besar.


" baik tuan" Asisten itupun pergi.


Di rumah sakit Gael dan Angel sudah bersiap pergi menuju Mansion utama menggunakan ambulan pribadi. Sonia dan bayinya di nyatakan baik-baik saja.


" kau sudah mengatakan hal ini pada Ansel?" tanya Gael di dalam ambulans. Angel duduk di depan dan hanya ada Gael dan Sonia di bagian belakang.


" tidak" jawab Sonia lemah.


" kau salah" jawab Gael.


" dokter mengatakan bayi mu kuat karena selama ini aku mengonsumsi pil penguat kandungan. coba kau fikirkan, darimana pil itu kau dapatkan?" jelas Gael membuat Sonia kaget saat mendengarnya. wanita itu terdiam beberapa saat.


" Ansel sudah mengetahuinya, dia juga menginginkan bayi ini. Kau harus menjaganya dengan baik" pesan Gael dengan wajah serius.


Seketika luruh semua air mata Sonia. Selama ini dia berfikir jika Ansel berniat buruk pada janinnya. Pantas saja lelaki itu selalu memaksanya minum pil, mengelus punggung dan perutnya jika kram, bahkan Ansel menjaga perutnya saat berhubungan. Selama ini dia telah salah paham pada Ansel.


" tuan harus membawa tuan Ansel kembali" Ucap Sonia sambil terisak.


" pasti, aku akan membawa Ansel dan Myria dalam keadaan selamat" janji Gael pada Sonia dan pada dirinya sendiri.


Setelah memindahkan Sonia, Gael duduk di sofa ruang depan. Angel di kamar mengurus keperluan Sonia.


" kau yang bernama Gael?" tanya seseorang separuh baya. Gael mengerutkan keningnya, dia tidak pernah melihat lelaki ini sebelumnya.


" ya, kau siapa?" tanya Gael tanpa basa basi.


" dia adalah tuan be..." asisten itu terdiam saat tuan besar menoleh padanya sambil memberikan kode.


" aku pamannya Angel, Sam" ucap tuan besar.


" sam? Samuel?" tebak Gael.


" kau tau dari mana?" tanya tuan besar penasaran.


" aku tidak asing dengan nama Samuel, entahlah" jawab Gael santai.

__ADS_1


" duduklah sam" ucap Gael baru sadar jika lelaki itu berdiri sejak tadi.


" aku harus mengurus sesuatu. aku pergi dulu Gael" ucap tuan besar berjalan melewati Gael. Gael menatapnya lama, sepertinya wajah Sam tidak asing bagi Gael.


" Gael !" panggil Angel berulang kali. Gael tersentak dan berjalan menuju ruang rawat.


" iya ada apa?" tanya Gael cepat.


" Gael kau bisa mencarikan pil seperti ini? obat ini yang biasa tuan Ansel berikan padaku" ucap Sonia sambil memberikan sebuah botol. Sonia menyimpan botol obat tersebut. Ansel memberikannya sebelum pergi bersama Gael hari itu.


" ya, aku akan mencarinya" ucap Gael sambil mengangguk pelan.


Tuan besar pergi ke markas GM, pencarian Lucas terbilang susah. Segala akses tidak bisa di lacak bahkan setingkat bawahan Lucas saja tidak bisa. Lelaki itu jelas sudah merencanakan hal ini dengan matang.


" bagaimana perkembangan terbaru?" tanya tuan besar kepada bawahannya.


" kami menyusuri gerbang barat, banyak sekali tempat-tempat yang berpeluang menjadi tempat persembunyian tuan Lucas" jawab mereka.


" apa tidak bisa di persempit? " tanya tuan besar.


" sepertinya bisa, menjadi 5 titik lokasi" jawab bawahannya.


" segera periksa ke lima lokasi tersebut" ucap tuan besar.


" baik tuan" jawab mereka.


Kini anggota GM mengerahkan seluruh tenaga untuk bisa menemukan di mana Lucas berada. Setelah pertemuan itu taun besar berada di ruang kerjanya. Disana banyak sekali laporan dari berbagai bidang kerjasama.


Di tempat lain Lucas sedang menikmati hari liburnya. Disini logistik dan sumber daya sangat tercukupi. Lucas tidak menyangka tempat yang dulu menjadi markas utama GM kini menjadi gedung terbengkalai dan menjadi tempat layak untuk menyandra seseorang.


" tuan kita baru saja menerima pesan dari Gael" ucap pengawal Lucas.


" bawa kemari" perintah Lucas. pengawal itu membawakan tablet.


" dia mengirim email" saut pengawal itu.


Lucas langsung membukanya.


" bagusss!! kita berhasil bahkan sebelum melakukan apapun" teriak Lucas kegirangan. bagaimana tidak, Gael menawarkan keamanan serta lokasi PIN kepadanya atas pertukaran Myria dan Ansel.


" Gael menyerah, dia memberikan PIN jika membawa kedua temannya dalam keadaan selamat" ulang Lucas. Dia tidak perduli sama sekali dengan kedua sanderanya. Setidaknya mereka harus sadar, untuk yang lain Lucas tidak mau tau.


" kabar baik tuan. Lalu kapan kita bisa mengambilnya?" tanya pengawal itu


" kita tunggu besok" jawab Lucas pasti.


Di ruangannya tuan besar sedang duduk melihat tabletnya.


" tuan, kita tidak bisa melacak sinyal apapun dari tuan Lucas." lapor Asistennya.


" aneh sekali, apa dia memiliki alat peredam?" guman tuan besar penasaran. Dari semua perangkat tidak mungkin sinyal menghilang begitu saja.


" tidak mungkin tuan, jika iya jelas sinyal bawahannya bisa terdeteksi" balas asistennya.


" kalau begitu apa mereka berada di bangunan yang memiliki peredam?" guman tuan besar.


" yang saya tau di gerbang barang ada lab lama yang masih memiliki peredam" ucap asisten itu.


Tuan besar menatap asistennya lama, dia melupakan bangunan itu.


" kau benar, apa mungkin Lucas berada di sana?" tuan besar dan asistennya memiliki pikiran yang sama.

__ADS_1


" hubungi Angel dan katakan jika kemungkinan Lucas berada di lab lama" ucap tuan besar antusias, dia sendiri juga alan mengerahkan anggotanya ke lokasi itu.


__ADS_2