
Saat ini Myria tengah berada di PIN, luka tembak yang mengenai tubuhnya tidak bisa bebas di ketahui oleh orang luar. Myria di temukan dengan darah yang mengucur di sepanjang lengannya.
" apa yang sudah terjadi?" tanya Gael kepada pelayan yang juga ikut di rawat karena luka ringan.
" ka.. kami tidak tau, tiba-tiba saja ada suara keras di pintu masuk. Lalu suara tembakan terdengar di mana-mana. Kami hanya bisa menyembunyikan diri agar selamat. keadaan semakin menakutkan, kami terpojok dan hampir saja di bunuh hiks hiks, tiba-tiba saja Nona Myria berada di sana. Nona terlibat dalam pertarungan, kami hanya menutup mata karena tidak kuat melihat banyak darah. Pada akhirnya Nona Myria lah yang menyembunyikan dan menyelamatkan kami" ucap pelayan itu panjang lebar. Terlihat sekali pelayan tersebut masih sangat trauma.
" apa kalian tau jumlah atau wajah mereka?" tanya Gael kembali, dia ingin memastikan apakah pelakunya si lelaki tua ataukah Segio. Gael hampir saja melupakan lelaki yang merasa jika 2M yang telah menghancurkan kelompok. Bisa jadi dia melakukan hal ini untuk balas dendam.
" yang saya tau kami bertemu sekitar 5 orang" jawab pelayan itu sambil mengingat ingat.
" semuanya berbaju hitam, wajah mereka tertutup masker, dan, dan mereka meminta agar kami menunjukkan keberadaan nona" lanjut pelayan itu sambil terus mengingat ingat semua kejadian.
" baiklah, kau tenangkan diri dulu. Jika mengingat petunjuk lain langsung beritahu aku" Gael pergi menyusul ke ruangan Myria. wanita itu tengah di bius total, ada sekitar 2 peluru yang bersarang di bahu dan lengannya. Kondisinya sangat kritis dan membutuhkan penanganan cepat.
Operasi sedang berjalan, Gael juga tetap memantau keadaan sistem keamanan PIN. Meski konsentrasinya terpecah karena kondisi Myria, posisi PIN juga membutuhkannya.
" Bos, operasi nona Myria sudah selesai" ucap bawahannya yang sudah Gael titip pesan.
" ya" Gael langsung berdiri dan pergi ke ruangan kesehatan.
" bagaimana kondisinya?" tanya Gael kepada dokter yang sudah menangani Myria.
" nona sudah stabil meski tadi sempat kekurangan darah. Kami sudah mendapatkan darah yang cocok. Untung saja luka tembaknya tidak mengenai organ penting. Jadi kemungkinan dalam 2 jam ke depan, jika nona terbangun kondisinya akan baik-baik saja" jelas dokter, Gael bernafas lega. Semuanya tidak seburuk yang dia fikirkan.
" kalian siapkan pelataran medis dan bawa ke kamarku. Myria akan aku rawat di sana" ucap Gael.
" baik bos" jawab mereka.
Bersamaan dengan persiapan alat medis, Gael juga memindahkan beberapa data ke PC miliknya. Agar dia bisa menyempurnakan sistemnya tidak perlu di kamar Ansel.
" sudah semua Bos. Saat ini Dokter sedang memeriksa peralatan dan memindahkan nona" bawahannya datang melapor.
Gael pergi ke ruangan medis, dia menggendong Myria untuk dipindahkan.
" semuanya sudah baik, kita tinggal menunggu perkembangan selanjutnya" ucap Dokter tersebut.
" baiklah, kau boleh pergi" Gael menatap Myria dalam.
" bagaimana kau bisa melawan mereka?" guman Gael sendiri saat mengamati bekas pukulan di wajah serta perban luka tembaj. Dia cukup bangga namun juga khawatir. target orang-orang itu adalah istrinya. Siapa yang memilki dendam pada Myria. Seingatnya istrinya tidak banyak terlibat dengan kelompok mafia.
" atau jangan-jangan saat dia menghilang dia sudah melakukan sesuatu" guman Gael sekali lagi. Dia semakin curiga apalagi ucapan Sergio yang sangat emosional, seakan bukan bualan semata.
" Bos ada panggilan dari tuan Ansel" bawahannya memberikan hp nya. Gael mengerutkan keningnya, kenapa Ansel tidak menghubungi nomornya saja.
" ada apa?" jawab Gael setelah mengambil Hp nya.
" hp kita di hack, kita tidak bisa di hubungin siapapun. seseorang sudah mensabote nomor kita" ucap Ansel membuat Gael kini mengerti kenapa tidak ada yang mengatakan atau menghubunginya setelah semua ini terjadi. Pantas saja semua orang tidak bisa dia hubungi.
__ADS_1
" gantilah nomor, aku kirimkan nomor terbaru" ucap Ansel lalu mematikan panggilan.
" baiklah, cepat kembali" balas Gael dan langsung mematikan panggilan.
Gael meneruskan kerjaannya, banyak sekali hal yang harus di lakukan. Sistem PIN sedang perlu banyak perbaikan.
Menjelang pagi, Gael menjauh dari PC nya. Dia berjalan-jalan sejenak sambil berkeliling PIN. Gael juga memeriksa apa mungkin ada yang rusak.
" kalian periksa gudang senjata, gudang makanan dan semua CCTV" ucap Gael saat bertemu dengan bagian jaga malam.
" baik Bos" ucap mereka bersamaan.
Keadaan PIN mulai sedikit berubah, sangat sepi. Akibat beberapa anggotanya butuh istirahat. Gael masuk di ruangan informasi. Memeriksa semua sandi yang memang dia berikan.
" bos beberapa senjata hilang,dan 6 CCTV telah di rusak" lapor salah satu bawahannya.
" kita ke sana" Gael menuju ke tempat lokasi.
" apa saja yang hilang dan seberapa banyak" tanya Gael, bawahannya sedang meneliti daftar.
" beberapa revolver, shotgun terbaru dan juga beberapa jenis pistol. Tidak terlalu banyak jika di total ada sekitar 15 buah" jawab bawahannya. Gael juga ikut meneliti dari kondisinya semua hanya bisa di lakukan oleh orang dalam. PIN selama ini aman tidak ada hal yang mencurigakan.
" kapan terakhir kali memeriksa gudang senjata?" tanya Gael lagi.
" beberapa bulan ini tuan Ansel sendiri yang mengatur persenjataan" jawab bawahan itu sedikit takut. Dia tidak mau menyalahkan tuannya namun memang itulah kenyataanya.
" untuk apa semua senjata itu?" cuma Gael sendiri.
Sepanjang perjalanan dia tidak bisa mencerna, apa yang sedang Ansel sembunyikan darinya. Apa memang dia dan Myria benar memiliki suatu hubungan saat Myria pergi. Kenapa banyak sekali pertanyaan di dalam kepalanya.
Gael masuk ke kamar dengan perasaan penat, menghampiri ranjang. Duduk di tepi dan mengamati wajah Myria. Perlahan kelopak mata itu bergerak. Gael melihat jam tangannya, saat ini memang sudah waktunya Myria sadar. Lelaki itu mengusap pipi Myria pelan.
" emm.. " Myria membuka matanya, dia akan merasakan usapan lembut Gael.
" heyy" Gael berdiri dan menatap wajah Myria lebih dekat.
" ada yang sakit?" Tanya Gael, dia melihat wajah Myria yang seakan menahan sakit.
" tubuhku" jawab Myria dengan suara serak.
" kau memiliki 2 luka tembak, jangan terlalu banyak bergerak dulu" Ucap Gael sambil menahan Myria yang mencoba bangun.
" kau sudah kembali?" giliran Myria yang bertanya.
" kemarin, maafkan aku tidak bisa melakukan apapun" Gael sangat merasa bersalah karena meninggalkan Myria tanpa keamanan yang ketat.
" mereka membunuh semua orang, hiks hiks" ucap Myria sedih, dia teringat dengan kejadian naas yang baru saja terjadi. Dia tidak pernah percaya ada seorang yang bisa dengan kejam membunuh dengan sangat brutal dalam jumlah yang banyak.
__ADS_1
" sstt, tenanglah. Semua sudah selesai" ucap Gael, lelaki itu memeluk pelan Myria untuk menenangkan wanitanya.
Pagi harinya Gael yang tertidur sambil terduduk di samping ranjang sedikit terganggu dengan usapan pada tangannya.
" Gael, ambilkan aku minum" ucap Myria pelan. Dia sedari tadi membangunkan lelaki itu.
" emm" Gael mulai terbangun.
" Gael" panggil Myria, suara wanita itu langsung menyeret kesadaran Gael.
" ah ya?" Gael akhirnya terbangun. Wajar dia begitu lelap, sejak beberapa hari tidak tidur, apalagi baru selesai perjalanan jauh belum lagi dengan masalah PIN. Lelaki itu sangat butuh tidur.
" ambilkan aku minum, tenggorokanku kering" ucap Myria pelan. Dia tidak bermaksud menganggu Gael, tapi tubuhnya sangat sakit untuk bergerak.
" ah baiklah" Gael turun dari ranjang.
" ini" Gael duduk di sebelah setelah membantu Myria duduk.
" sudah?" tanya Gael dan Myria mengangguk.
" aku akan mengambil sarapan" Gael keluar dari kamar.
Kesempatan ini di gunakan Myria untuk mengambil hp Gael yang tertinggal di atas ranjang. Myria sengaja mengambilnya dari saku Gael saat lelaki itu membantunya duduk.
" angkat!" guman Myria sendiri.
Panggilan itu tidak kunjung di angkat, Myria semakin gelisah. Waktunya tidak banyak.
" ada apa Gael?" tanya Ansel dari sebrang.
" kau dimana? kita harus bertemu. ada hal serius yang harus aku katakan padamu" ucap Myria cepat.
" Myria? ada masalah apa?" Ansel malah balik tanya. Dia tidak tau posisi Myria.
" kita harus bertemu ini masalah Sergio" jawab Myria dan langsung menutup panggilan, menghapus jejak panggilan. Myria bisa mendengar suara langkah kaki mendekat.
" aku menyuruh mereka membuatkan bubur kemarin, kau makanlah selagi hangat" Gael duduk di tepi ranjang dan mulai menyuapi Myria.
" kau tau siapa yang melakukan hal ini?" tanya Gael di sela-sela suapannya.
" tidak" jawab Myria singkat.
" apa kau kenal Sergio?" tanya Gael acak.
" uhuk.. akkk" Myria tersedak dan hal itu sangat terasa sakit karena lukanya.
" pelan-pelan ambil nafas" ucap Gael sangat khawatir dengan keadaaan Myria. Lukanya masih basah, jahitannya juga baru. Jika sampai batu atau tersedak bisa sangat berpengaruh, apalagi salah satu lukanya terdapat di bahu.
__ADS_1
" akk.. ehem.. ehem" Myria mencoba menenangkan diri dan memelankan batuknya.
" minum dulu" Gael membawakan segelas air.