
Tanpa berlama-lama lagi kedua lelaki itu segera meninggalkan ruangan. Mereka sudah tidak bisa berlama-lama menghadapi Ansel yang sesuka hatinya mengajak mereka.
“hati-hati di jalan” ucap Ansel riang, lelaki itu berhasil mendapatkan keuntungan sekaligus menyingkirkan wanita murahan itu. Hari ini menjadi hari terbaik dalam hidupnya.
“suruh yang lain masuk” ucap Ansel kepada salah satu anak buahnya yang berapa di dalam ruangan.
Lelaki itu bergegas keluar dan kini seluruh bodyguard yang dia bawa berbaris di depannya. Ansel dengan tangan memegang Wine duduk di depan mereka.
“jangan katakana mengenai hal ini kepada bos Gael, jika sampai ada yang berani mengatakannya akan ditindak tegas, mengerti?” Ansel harus merahasiakan hal ini serapat mungkin. Wanita itu harus benar-benar pergi dari hidup Gael.
“mengerti tuan” ucap mereka serempak.
“bagus, sekarang kembali bekerja, aku akan bersenang-senang dulu” Ansel melanjutkan makannya, dia seakan merayakan hari ini.
“ah ya suruh Ivar menyiapkan teman untukku” Ansel tidak akan lupa dengan kebiasaanya. Teman disini adalah seorang wanita penghibur. Malam ini dia tidak akan absen dari kenikamtan dunia.
“baik tuan”
Sepulangnya dari PIN Gael merasa ada yang aneh, tak biasanya Ansel pergi tanpa memberitahunya. Biasanya lelaki itu akan menitipkan masalah PIN atau pesanan khusus saat akan meninggalkan PIN. Namun dia tidak berlarut-larut, mungkin saja lelaki itu masih kesal padanya.
“kalian sudah memindahkannya?” tanya Gael kepada pelayan rumah.
“sudah tuan, namun nyonya tidak mau pindah” jawab pelayan itu sedikit ketakutan.
__ADS_1
“lalu dimana dia?” Gael mengambil nafas panjang, kenapa Myria sulit sekali diatur.
“di kamar lamanya” suara pelayan itu begitu rendah, dia tidak mau mendapat amukan dari tuannya.
“kau bisa pergi” Gael tidak ingin memperpanjang masalah, hari sudah malam dan dia tidak ingin ada keributan.
Lelaki itu pergi menuju kamar Myria, didalam wanita itu duduk di atas ranjang.
“kemari” ucap Gael datar. Myria menoleh, dia masih kesal denggan perlakuan Gael, dia juga ingin mengurung diri di kamar namun dia tidak menemukan kunci pintu. Dia sedang tidak mau bertemu dengan Gael.
“emm” Myria menggeleng, dia harus waspada jika berdekatan dengan lelaki ini. Aktivitas panas mereka yang cenderung menuntutnya adalah penyebabnya. Myria tidak mau melakukan hal itu terus menerus.
“baiklah, jangan salahkan aku jika malam ini kita tidak akan tidur” Gael membuka jasnya dan manarik dasinya. Myria mulai dilemma.
“kenapa kau tidak mau pindah?” Gael masih mencoba untuk tenang.
“karena kau,” Myria mulai kembali seperti saat dulu, dimana dia masih kaya dan manja. Akibat perlakuan Gael padanya wanita itu mulai nyaman dan bermanja pada Gael.
“aku?, kau tidak mau berdekatan denganku?” Gael duduk di ranjang dan langsung meraih Myria agar duduk di pangkuannya. Lelaki itu mulai menciumi leher jenjang Myria.
“seperti ini, aku tidak suka” Myria mendorong wajah Gael, dia tidak ingin tergoda lagi. Selalu saja awalnya dia menolak namun ditengah jalan karena kelihaian Gael dalam menggodanya membuat wanita itu luluh dan pasrah dengan semua aksi Gael pada tubuhnya.
“kau juga menikmatinya, bahkan terus mendesah namaku” Gael tidak mau diam, tangannya meraba semua bagian tubuh Myria.
__ADS_1
“jangan lakukan” Myria memberontak ingin turun dari pangkuan Gael.
“aku tidak suka di atur” Gael mengubah posisi dengan cepat, Myria dengan cepat di hempaskan di atas ranjang.
“Gael!” teriak Myria saat Gael menarik gaunnya. Wanita itu masih lelah akibat tadi pagi, kini Gael memintanya lagi.
“sepertinya kau juga bersemagat” Gael menarik sudut bibirnya, wanitanya begitu menggemaskan. Membuat instingnya naik berkali-kali lipat.
Malam itu Gael kembali membuat Myria tak berdaya, seakan tidak ada hari esok untuk melakukannya lagi. Myria yang awalnya menolakpun kini sudah mendesah keenakan. Gael begitu lihai memberinya kenikmatan duniawi.
Hari masih pagi buta, Gael terbangun karena merasa lapar. Lelaki itu turun menuju dapur. Disana tersaji beberapa makanan, jika ingin makan tinggal dihangatkan saja. Lelaki itu terbiasa mengurus dirinya sendiri jadi tidak perlu kerepotan menyiapkan makanan.
Karena tak ingin sendirian, dia membawa makanan itu naik ke kamar. Setidaknya dia bisa mengurus pekerjaanya juga.
Gael mengambil Hpnya dia ingin mengecek data PIN yang beberapa hari belum dia periksa.
“apa ini?” Gael menemukan hal aneh dari data yang dia lihat.
Lelaki itu seketika membola begitu tau jika ada orang lain yang sedang mencoba mengambil datanya. Meskipun sebenarnya mereka harus melewati beberapa sistem keamanan, namun jika alarm sistem saja tidak bisa mendetek kemungkinan hacker ini bukan pemula.
Dengan lihai Gael mencoba mencari tahu asal alamat si Hacker. Namun belum juga ketemu pengkodeannya menghilang. Gael terus mencari cara dan akhirnya bisa memunculkan kembali, namun riwayat Hacker itu sudah hilang. Gael tidak bisa melacaknya lagi. Sepertinya ada yang ingin bermain dengan kelompoknya. Gael manarik sudut
bibirnya, dia sepertinya akan berhadapan dengan lawan yang seimbang.
__ADS_1