Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
46. Penculikan Membawa keberuntungan


__ADS_3

Harry mengikuti mobil tersebut dengan aman, Harry dan Myria memang sudah memprediksikan sebelumnya. Mereka berdua sudah Mengantisipasi Maria niat buruk dari Dom.


Harry mengikuti mobil sudah hampir 1 jam yang lalu, namun tidak ada tidak ada satu orang pun yang merasa diikuti di dalam mobil tersebut. Mereka terlalu fokus dengan Myria yang terus meronta di dalam mobil.


Myria benar-benar mengambil resiko dengan masuk ke dalam bahaya demi membuat Sergio mempercayainya 100%. Wanita itu ingin segera menyingkirkan kedua orang tersebut dan orang pertama ya harusnya aku singkirkan adalah Dom.


Karena Myria bisa melihat jika Sergio tidak akan bisa melakukan apa-apa tanpa adanya Dom.


"lepaskan aku!" teriak Myria dan wanita itu terus meronta. Para penculik sudah mengikat kedua tangan wanita itu. Dan kini berusaha menutup mulutnya.


Mobil itu terus melaju menuju ke sebuah gudang kosong yang sangat tersembunyi. Harry tidak sampai ikut masuk ke dalam hanya menunggu di depan jalan.


Harry sudah menghubungi Sergio dia mengatakan jika Grace sudah tidak ada di kontrakan dengan handphone yang tergeletak di pinggir jalan. Tentu saja mendengar penuturan Harry, tuan Sergio semakin merasa panik.


"Bagaimana itu bisa terjadi? coba cari dengan teliti, periksa semua CCTV atau apapun yang bisa membuat Grace ditemukan" ucap Sergio yang sudah panik di seberang sana. Lelaki itu saat ini dalam perjalanan. Dia baru saja menyelesaikan pertemuan. Sebenarnya dia dan Grace sudah berjanji akan bertemu beberapa jam lagi. Namun karena hal buruk ini Sergio langsung menutup pertemuan tersebut.


"baik ketua aku akan mencoba melacak di mana" Harry langsung menutup panggilan sambil tersenyum senang.


Tak beberapa lama Harry masih menunggu di lokasi yang sama. Lelaki itu sedang menunggu waktu yang tepat, dan sesuai dengan arahan dari Myria, Harry berhasil mengambil video CCTV di seberang jalan kontrakan Myria. Dan itu langsung merekam semua kejadian penculikan Myria.


Harry dengan cepat mengirim video tersebut kepada Sergio, lelaki ini pasti akan bisa mengenali seseorang yang ada di dalam video tersebut.


Tak beberapa lama hp-nya bergetar.


" benar itu Grace, dia diculik" ucap Sergio serius.


" apa ketua yakin? Grace tidak pernah punya musuh. Siapa yang berniat jahat kepadanya selama ini. satu-satunya musuh Grace adalah polisi" Harry menunjukkan kekhawatirannya, dia sedang memancing argumen dari Sergio. Tak perlu waktu lama Sergio langsung memikirkan satu nama yang dia tau memiliki kebencian kepada Myria.


Lelaki itu segera menghubungi Dom. Namun sayang panggilan itu tidak diangkat, membuat Sergio semakin merasa yakin jika seseorang yang dihubungi memiliki keterlibatan atas penculikan Grace.


" sampai kamu lakukan sesuatu yang buruk padanya, Aku tidak akan melepaskanmu" guman Sergio kesal.


Sergio segera menghubungi Harry,

__ADS_1


" kau lacak dimana Dom berada" Sergio langsung menutup telponnya, sedangkan Harry tersenyum puas. Kenapa bisa lelaki itu begitu mudah masuk dalam perangkapnya. Sebagai ketua mafia rasanya lelaki itu terlalu bodoh.


Tanpa menunggu waktu lama Harry langsung melaksanakan tugasnya dan sesuai dengan perkiraan Dom memang sudah berada di bangunan yang berada di depannya. Harry langsung menyusun rencana, sepengetahuannya di dalam sana ada sekitar 5 orang lelaki.


Harry tidak mungkin menggunakan tangan kosong, lelaki itu menggunakan sebuah pistol terbaru. Dia memang berniat membunuh mereka. Kalaupun Sergio marah dan bertanya, lelaki itu pasti akan memaklumi.


Harry sudah bersiap dengan senjatanya. Senjata jarak dekat juga tak ketinggalan. Dalam waktu singkat lelaki itu sudah mencapai bangunan tersebut. Dia bisa melihat bagaimana ketuanya terikat di sebuah kursi. Sebenarnyan jika mau Myria dengan mudah bisa melarikan diri dari sana, namun wanita itu harus berpura-pura tak berdaya dan menerima beberapa pukulan.


"Aku fikir tidak berani melakukan hal ini?" Ucap Dom yang sudah berkali-kali menampar serta memukuli Myria. Pipi Wanita itu sudah sangat merah, Myria hanya menatap dengan melotot ke arah Dom.


Wanita itu benar-benar tidak terima dan marah atas tindakan Dom yang dirasa sok berkuasa. Dom menarik lakban yang berada di mulut Myria dengan keras. Siapa yang menyangka jika mulut Maria sudah berlumuran darah akibat tamparan sebelumnya. Myria langsung memuntahkan darah tersebut.


"aku tak menyangka kalau kau begitu payah, hanya melawan seorang wanita saja kau membutuhkan 5 orang laki-laki" bala Myria meremehkan. Wanita itu sedikitpun tidak merasa takut atas tindakan yang sudah Dom berikan padanya.


" kau masih punya nyali?" Dom merasa di tantang. Dia mengambil sebuah balok kayu dengan senyum meremehkan. Lelaki itu berdiri di depan Myria. Kini secara tak sadar wanita itu seakan teringat dengan keadaan seperti ini sebelumnya.


" jika kayu ini akan menyentuh tubuhmu dengan keras kau akan mati" Dom sedikit menakut- nakuti Myria.


"menurutmu hal ini bisa menakutiku?, aku sudah pernah merasakan hal yang lebih berat dari ini sebelumnya" ucap Myria dengan sombong, membuat Dom semakin panas.


Bugh


kaki itu berdarah namun tidak ada satu suara pun yang keluar dari mulut wanita tersebut. Myria membuat Dom semakin merasa aneh.


"Kau wanita iblis" ucap Dom sambil berjalan mundur. Wajah Myria benar-benar tidak menampilkan kesakitan sama sekali. Wanita itu masih menatap tajam ke arahnya.


" kau sudah menggali kuburan mu sendiri" ucap Myria dengan tatapan meremehkan. Wanita itu bahkan sempat tersenyum mencemooh.


srak


Suara keras terdengar, 3 orang segera memeriksa keadaan. Tak berselang lama suara tembakan memenuhi ruangan.


Kini tinggal dua orang lagi, Dom merasa ketakutan dan khawatir lelaki itu segera mengeluarkan sebuah pisau dan mendekat ke arah Myria.

__ADS_1


Dom akan menjadikan Myria sandera jika sampai orang yang datang akan berusaha membunuhnya.


Harry sampai di ujung ruangan tersebut, Dia berjalan pelan sambil mengangkat pistolnya ke arah satu orang penculik yang tersisa dan dengan cepat langsung menembakkan pelurunya.


Kini hanya tersisa mereka bertiga. Harry, Don dan juga Myria.


"berani kamu melangkah maju aku akan mengiris lehernya" ucap Dom ketakutan.


"tenang aku tidak akan membunuhmu, akan ada seseorang yang lebih pantas untuk melakukannya" ucap Harry santai. Dan entah bagaimana Myria yang duduk di kursi bisa terlepas dan langsung melumpuhkan Dom dengan pisau yang ada di tangan lelaki itu, tangan Dom berdarah akibat perkelahian itu.


Harry langsung mengambil alih Dom dam mengikat kedua tangan lelaki itu. Tak lama kemudian Sergio sampai di lokasi. Harry sudah mengirimkan titik lokasi kepada lelaki itu berapa saat yang lalu.


Dom sangat kaget mengetahui ketuanya datang, lelaki itu tidak bisa melakukan apa-apa selain diam. Dia mulai menyesali keadaan ini, seharusnya dia sudah membunuh Grace meskipun dia akan ketahuan seperti ini. Setidaknya dia akan merasa sangat puas jika wanita itu sudah tidak ada di samping ketuanya.


Tuan Sergio menatap seakan tidak percaya, Grace sudah terkapar bersimbah darah, beberapa orang anggotanya tewas tertembak.


Sergio tidak menyangka jika Dom mampu melakukan hal semacam ini.


" untung kita bisa menemukannya dengan cepat jika tidak kemungkinan Grace sudah tewas di tangan tuan Dom" ucap Harry memberikan penjelasan.


" tidak ketua, mereka sudah bersengkokol. Mereka tidak bisa di percaya. Anda harus membunuh mereka berdua" Dom tidak mau ketuanya mempercayai bualan Harry. Dia harus menyadarkan ketuanya.


Namun tidak ada satu kata pun dari ucapan Dom yang masuk dalam telinga Sergio, Lelaki itu begitu panik dan membawa tubuh Myria yang tak sadar menuju rumah sakit.


Sedangkan Harry mengurus Dom, dan langsung dibawa lelaki itu ke markas dan ditempatkan di ruangan khusus. Setelah membereskan Dom, Harry segera pergi ke rumah sakit. Lelaki itu ingin memastikan keadaan ketuanya baik-baik saja.


"bagaimana keadaan Grace, tuan?" tanya Harry begitu sampai di depan kamar perawatan.


" wanita itu mengalami beberapa luka sobek bahkan di area mulutnya juga. dia mendapatkan tamparan dan pukulan yang sangat keras, salah satu kakinya mengalami keretakan. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya wanita itu" ucap Sergio penuh empati.


"saya tidak tahu kenapa tuan Dom melakukan hal ini" Heri pura-pura tidak tahu dan membuka obrolan.


" lelaki itu memang tidak menyukai Grace sejak awal, mereka bahkan terlibat pertengkaran beberapa hari yang lalu. Namun aku tidak menyangka jika Dom yang berani melakukan hal ini" Sergio semakin kecewa dengan sikap asistennya ini. Lelaki itu benar-benar tidak bisa sangka-sangka.

__ADS_1


"kasihan Grace wanita itu pasti tidak kuat merasakan sakit, semua salah ku karena aku mengajaknya kemari" Harry mengucapkan penyesalan dia seakan menabur minyak diatas api. Hal ini semakin membuat Sergio merasa bersalah, dialah yang membawa Myria masuk dan membiarkan Dom melakukan hal seenaknya pada wanita itu.


"tidak ini semua bukan salahmu, yang terpenting sekarang adalah Grace bisa baik-baik saja" ucap Sergio prihatin.


__ADS_2