
Sudah beberapa minggu terlewati Myria setiap harinya selalu berlatih dengan tekun. Dia bahkan mengurangi waktu tidur dan makan, hanya melatih tubuhnya. Melakukan berbagai macam latihan dengan ditemani seorang pelatih khusus dari Ansel. Kali ini lelaki itu menunjukkan sedikit kebaikannya kepada wanita itu. Ansel benar-benar melaksanakan janjinya dengan baik.
Jika Myria bisa melalui hari- harinya dengan baik bahkan pikirannya dengan mudah teralihkan dengan latihan, Gael malah terus memikirkan Myria. Siang dan malam yang ada di pikirannya adalah bagaimana dan di mana wanita itu berada. Sudah beberapa kali tidak lelaki itu tidak fokus dalam melaksanakan tugasnya, baik di bisnis maupun dunia bawah. Lelaki itu bahkan mengalami kesulitan tidur karena merasa bersalah karena kematian ayah Myria.
Tentu saja hal ini tidak lepas dari penglihatan Ansel. Lelaki itu awalnya sedikit lega karena Gael sudah tidak mendapatkan serangan lewat Myria. Namun lelaki itu tetap saja tidak bisa lepas dari belenggu yang sudah Myria tinggalkan padanya. Lelaki itu tetap tidak bisa menjadi Gael yang dulu lagi. Myria begitu membekas dalam diri Gael.
Saat ini Myria baru saja selesai menerima tantangan duel dari seorang wanita lain nya. Myria mulai sering mendapatkan tantangan dari sejumlah anggota perempuan lain. Beberapa kali dia sempat kalah namun semakin hari kemampuannya semakin meningkat. Dia mulai beradaptasi dengan berbagai macam teknik bertarung dan latihan yang dia kerjakan selama ini. bahkan dari ke semua wanita yang ada di sana, kini Myria menjadi yang paling unggul.
Para lelaki masih belum mencoba melawan Myria, mereka lebih ingin menjaga diri dan tidak mau berurusan dengan tuan Ansel. Cerita mengenai pelatih dan anggota lelaki lainnya sangat membekas pada semua anggota. Membuat mereka tidak ada satupun yang berani mendekat ataupun menyakiti wanita itu.
Beberapa minggu lagi jadwal pemilihan akan segera ditentukan. semua anggota terus berlatih dengan tekun dan rutin. termasuk Myria, wanita itu cukup memiliki momok dan banyak dari mereka yang ingin mengalahkan wanita itu. Myria adalah salah satu yang menjadi lawan utama dari kesemuanya. Mereka ingin menggantikan posisi Myria sebagai orang terdekat tuan Ansel. itulah yang mereka pikirkan.
__ADS_1
" Tumben kau selesai lebih cepat malam ini?" tanya Sonia yang mendapati Myria sudah berada di kamar saat pukul 7 malam. Biasanya wanita itu baru masuk kamar pukul 10 atau 11 malam.
" aku hanya mengambil waktu istirahat sebentar" ucap Myria mencoba berbohong. Entah kenapa hari ini dia begitu khawatir. Perasaannya semakin tidak menentu dan aneh. Sejak tadi dia mencoba menenangkannya namun tidak berhasil.
"Kau sudah membersihkan tubuhmu?" tanya Sonia yang melihat kondisi Myria masih menggunakan pakaian latihan.
"aku akan melakukannya nanti" jawab Myria cuek. Sonia akhirnya meninggalkan Myria dan masuk ke kamar mandi. Bukannya dia tidak menangkap mood Myria yang jelek dia hanya tidak ingin mengganggu wanita itu lebih lanjut. dia akan memberikan waktu untuk Myria menenangkan diri.
" mau aku ambilkan makan malam mu?" tanya Sonia setelah bebersih. Myria hanya memberi anggukan kecil. Dirinya memang sedang tidak ingin meninggalkan kamar.
" tumben sekali ada yang bisa mengenaimu. Kau sedang ingin mengalah?" ucap Ansel dengan sedikit marah. Gael diam saja tidak menyahut.
__ADS_1
"kau masih memikirkan wanita itu? Dia sudah pergi meninggalkanmu untuk apa lagi kau masih memikirkannya?" Ansel terus saja mengoceh dan menghakimi Gael atas apa yang terjadi padanya.
Ansel tahu jika lelaki yang di depannya ini terlalu kehilangan fokusnya akibat perginya Myria dari kehidupannya namun jangan sampai hal ini malah mengorbankan nyawanya. Untung saja masih lengan jika sudah mengenai dada semua akan menjadi serius.
Ansel yang berpikir jika Myria pergi maka masalah akan selesai, ternyata Gael malah semakin kehilangan dirinya.
"Sudahlah jangan cerewet kau membuatku semakin pusing saja" jawab Gael kasar. Dia sudah penat mendengarkan semua ocehan temannya.
Gael sendiri tidak tahu apa yang terjadi dalam diri nya, semenjak Myria pergi dia memang sering mengalami rasa aneh dan seluruh pikirannya hanya tertuju pada wanita itu. Bahkan di saat transaksi penting ataupun saat mereka mendapatkan serangan ada saja hal-hal yang mengingatkannya pada wanita itu.
Setelahnya menyelesaikan perawatannya Gael keluar dari ruangan medis sambil lengannya tergantung menggunakan sebuah kain. Lelaki tidak kembali ke mansion. Sejak Myria pergi dia lebih sering tidur di PIN. Mansion hanya akan mengingatkannya pada Myria lebih banyak lagi. Dia juga sengaja meminta obat penenang yang lebih banyak, agar bisa langsung tertidur dan melupakan wanita itu sesaat.
__ADS_1
Sedangkan Asal kini sedang sibuk membuat jadwal pemilihan. Dia harus segera memastikan apakah Myria benar-benar siap atau tidak. Selama ini ternyata Gael terus mencari siapa pelaku atas kejadian yang merebut nyawa ayah Myria meskipun dia tidak melakukan balas dendam, nyatanya Gael benar-benar serius mengusutnya sampai dia menemukan siapa dalam yang sebenarnya. Hal ini tentu saja begitu menguntungkan bagi Ansel.
Lelaki itu tidak perlu repot- repot mencari tahu siapa pembunuhnya. Dia tinggal menyerahkan hasil ini kepada Myria dan membuat wanita itu terbakar emosi. dia harus bisa menjadi wanita liar yang mampu menjaga dirinya sendiri, dengan begitu dia bukan lagi benalu di kehidupan Gael.