
Besok harinya setelah semua informasi mengenai mata-mata itu sudah lengkap, kini giliran Gael yang ingin memberikan balasan kepada kelompok tersebut.
Gael mulai mengacaukan segala sistem serta alur perdagangan mereka. Bahkan Ansel masih yang masih belum sembuh tetap ikut menemani aksi dari Gael dan kawanannya, dia tidak akan tinggal diam ketika PIN yang menjadi sasarannya.
Setelah berhasil mengacaukan sistem, tiba- tiba saja Hpnya berbunyi, sebuah pesan masuk. Gael mengerutkan keningnya, dia tidak percaya dengan orang yang mengirim pesan. Dia segera membukanya dan di sana tampak sebuah foto yang sangat mencengangkan, seorang wanita duduk terikat dengan mulut dilakban.
" brengsek!!" ucap Gael dengan keras, semua orang yang mendengarnya langsung menoleh ke arah lelaki itu.
"Kenapa?" tanya Ansel. Tanpa bicara Gael menunjukkan handphonenya.
"mereka menjadikannya Myria sebagai sandra" jawab Gael menahan emosi.
"Biarkan saja, dia hanya wanita murahan" Gael menetapkan Ansel dengan tatapan tajam.
"tidak bisa ku biarkan, aku akan mengikuti permintaan mereka" jawab Gael acuh.
"kau gila?!" Ansel terpancing emosi.
" aku masih terima jika kau memukuliku karena wanita itu, tapi ini masalah PIN. Kau mau melepaskan mereka setelah apa yang mereka lakukan pada PIN dan pergi menolong wanita itu?" Gael tidak begitu mendengarkan ocehan Ansel. lelaki itu tetap berjalan menuju mobilnya.
" Gael, sadarlah. Apa sepenting itu dia di matamu? lalu kau anggap apa aku dan PIN?" Ansel masih belum selesai. Dia terus berusaha agar Gael mengurungkan niatnya untuk menemui mereka dengan tangan kosong.
__ADS_1
" Aku tidak bisa menjelaskannya padamu, yang jelas aku tidak ingin dia terluka karena masalah ini" Gael bingung harus dari mana dia berbicara. semuanya terlalu panjang untuk di jelaskan.
" tapi kita tidak harus ke sana sekarang. Kita Perlu menyusun rencana. kau hanya mengorbankan nyawamu. Ini mempermainkan mereka" Ansel menghadang. Lelaki di depannya masih terdiam dengan wajah kesal.
" Gael kenapa kau jadi bodoh seperti ini sih?" Ansel juga sama kesalnya.
" aku tak ingin dia terluka, mereka bisa saja membunuhnya begitu saja" Gael mengatakan kegelisahannya.
"sedari awal kau berani membawanya, aku sudah menduga jika wanita ini akan membawa keburukan padamu, dia hanya membuatmu lemah " Ansel tidak akan membiarkan Gael melangkah sedikitpun.
"menyingkir dariku, aku tidak mau mengulur waktu" sanggah Gael yang keras kepala.
" baiklah, jika Aku ingin pergi aku juga akan pergi bersamamu" Anse menyerah. Dia juga akan pergi kesana, setidaknya ada yang bisa membantu lelaki keras batu ini.
.
" kau kira aku mau berada di Pin dan kau menyerahkan dirimu begitu saja?" Ansel terus mendebat.
" kalau kau datang karena wanita itu, aku akan datang karena kau" lanjut Ansel dengan wajah serius.
Perdebaran itu tidak kunjung selesai. Akhirnya Gael terpaksa menyetujui keinginan Ansel. Namun saat Ansel akan masuk ke dalam mobil, Gael secara tiba-tiba memukul bagian tengkuknya. Lelaki itu seketika tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Kalian bawa masuk tuan Ansel dan jaga dia. jika sampai malam ini aku tidak kembali, kalian boleh untuk melupakanku" kalimat perpisahan dari Gael.
Semua yang mendengar ucapan Gael langsung saja tercengang. Bos mereka yang dingin dan Kejam berubah menjadi lelaki romantis dan bodoh, pantas saja sejak tadi tuan Ansel bersikukuh menahan agar Gael tidak pergi.
"tapi bos?" ucap salah satu anak buahnya. tak menghiraukan Gael tetap berjalan menuju mobil dan melaju meninggalkan PIN. Dia menyelamatkan istrinya, meskipun dia hanya mengantar nyawa.
Di PIN suasana berubah menjadi sunyi menakutkan. Semua orang dengan hati yang cemas menunggu kedatangan Bos mereka. Semakin malam hato mereka semakin takut.
Perlahan mata itu bergerak Ansel tersadar dari pingsannya. lelaki itu tampak bingung karena dia terbaring di kamarnya. Dia ingat betul apa yang terjadi sebelumnya. Dan dengan bergegas lelaki itu berlari menuju pintu keluar dan di sana tampak semua anak buahnya seakan sedang menunggu seseorang.
"kenapa kalian semua di sini?!" kalimat Ansel menggelegar.
" kalian membiarkan bos kalian pergi begitu saja?" lanjut lelaki itu. semua orang menjadi sasaran amukan kemarahan Ansel.
" dasar tidak berguna" tak ada sautan, Ansel segera pergi menuju pintu keluar. Lelaki itu akan menyusul Gael mau bagaimanapun caranya.
" kalian tunggu apalagi? cepat ikuti aku" sentak Ansel lagi. Ansel tidak habis pikir kenapa Gael membuatnya tidak sadar. dia akan memberikan pelajaran kepada Gael nanti. setidaknya dengan begitu sama saja dia berharap Gael bisa kembali dengan selamat.
" Tidak-tidak jangan lakukan itu. Jangan lakukan lagi!. hentikan. Tidak!. cukup" terdengar suara wanita yang terus menjerit dan berteriak. Wanita itu sedang menyaksikan lelaki yang dia cintai, dengan sukarela menerima segala macam bentuk pukulan dan penyiksaan.
Dia tidak menyangka Gael akan datang dan Menyelamatkannya. Dia pikir Gael hanya menjadikannya pemuas ranjangnya saja.
__ADS_1
"tidak!!, hentikan. Kumohon" Myria terus mengiba kepada sekelompok lelaki yang terus-menerus menyiksa Gael.
" hahaha. bagaimana sakit bukan?. kau ini ternyata bodoh juga ya. bisa-bisanya kau datang demi wanita ini. kau tidak akan menyesalinya?. Jadi benar dia wanitamu? Aku tidak salah mengambil seseorang hahaha" ucap seorang lelaki dengan wajah senangnya duduk di depan Gael, dia begitu puas melihat rivalnya yang selama ini tidaklah pernah tersentuh sedikitpun sekarang bertekuk lutut di hadapannya. Ini sebuah kejadian yang langka dan berharga.