
Setelah puas menangis di guyuran air, Gael membawa Myria berbaring di ranjang. Kini wanita itu tertidur karena kelelahan akibat menangis.
Gael berbaring di samping istrinya. Mengusap perut Myria pelan.
" ibumu sangat tangguh dan baik hati. Ku harap kau bisa melindungi ibumu seperti Ini" Gael berbicara dengan anaknya.
tak terasa malam mulai datang, Ansel terbaring dengan perban memenuhi tubuhnya. Gael tidak main-main memukulinya.
" sstt Sonia sakit" guman Ansel, dia tidak bisa berbicara. Gusi dan sudut bibirnya terluka akibat pukulan.
" tuan, tahan dulu, ini akan membuat lukanya cepat kering" jawab sonia. Dia dengan di bantu dokter Watson membungkus luka itu dengan perban dan selebihnya di olesi salep.
" anda jangan banyak bergerak dan berbicara dulu. agar lukanya cepat pulih" saran Dokter Watson.
Di lantai bawah Gael dan Myria makan dengan tenang. Dia sama sekali tidak menyesal membiarkan Gael memukuli Ansel.
" kalian sudah makan?" tanya Sam saat mereka berjalan menuju kamar.
" sudah ayah" jawab Myria pelan.
" ayah ingin mengatakan sesuatu pada kalian, mari ikutlah ke ruangan ayah" Sam berjalan menuju lantai 3. Mereka berhenti di depan ruangan paling besar dan mewah.
" ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada kalian" Sam duduk di sofa. Gael dan Myria ikut duduk. Tak lama Asistennya masuk membawa banyak bekas.
" mungkin kalian sudah merasakannya sejak awal. Aku ingin mengatakan identitas ku sebenarnya"Geal dan Myria menatap Sam dengan rasa penasaran. Mereka sama sekali tidak memiliki bayangan hal apa yang akan Sam sampaikan pada mereka.
" aku akan Samuel, pendiri GM, Golden Moon. " ucap Sam singkat.
" ayah tau Myria, jika GM ada kaitannya dengan kematian ayahmu, maka dari itu apapun yang ingin kau balas kan, ayah akan menerimanya" Sam menatap Myria tenang. Dia tidak ingin Gael di sangkut pautkan karena dia adalah anaknya.
Myria terdiam, dia tidak tau harus berkata apa. Gael yang sudah curiga dari awal tidak menyangka ayahnya akan mengatakan secara terus terang seperti ini.
" apa ayah tau tentang kematian ayahku?" tanya Myria pelan.
" ayah tidak tau apapun," jawab Sam yakin. Dia sudah memberi pelajaran pada Lucas karena sudah belaku seenaknya atas nama GM.
" tapi bagaimanapun Lucas adalah orang ayah, aku tidak bisa membiarkan hal ini berlalu begitu saja. Apalagi kini kau tau jika Gael adalah anak kandungku. Ayah harap bisa meringankan bebanmu" ucap Sam penuh pengertian. Myria tidak menyangka, ayah Sam akan berfikir sejauh ini.
" aku senang bertemu orang seperti mu" Myria mendekat dan memeluk Sam. Dia akan mencoba melepaskan dendamnya, dan mulai hidup bebas.
" aku juga" jawab Sam.
Situasi sepertinya sedikit membaik meski belum sepenuhnya.
" aku akan memikirkan hal ini, GM memang berkaitan dengan kematian ayahku. tapi Gael juga ayah dari anakku. hubungan ini tidak mungkin terputus" jelas Myria melihat Gael dan Sam bergantian.
Beberapa hari setelahnya kondisi Ansel terlihat semakin membaik. namun dia masih memakai perban.
Lelaki itu kini duduk di sofa dekat dapur. Dia meminum jus buah. Gael datang menemuinya. Sejak pemukulan itu Ansel tidak mau berbicara dengan Gael. Dia berfikir jika Gael sudah tidak setia kawan lagi.
" bagaimana keadaanmu?" tanya Gael duduk di depan Ansel.
Ansel terlihat tidak terganggu dan meneruskan minumnya.
" aku tau kau sudah bisa bicara" ucap Gael datar.
" oke baiklah, besok kau silahkan pergi dari sini. Ini rumahku, jika tak menghormati ku kau keluar saja" ucap Gael dan berdiri.
uhul uhuk
" Gael" panggil Ansel kesal.
" kau bisa lihat sendiri, lukaku sudah mulai mengering" jawab Ansel ketus.
" kenapa kau memukuliku?" tanya Ansel, pertanyaan yang sudah lama dia pendam.
" Myria suah mengatakan semuanya bukan?" Gael kembali duduk meski dengan wajah dingin.
" kau percaya padanya?" tanya Ansel tidak terima.
" bagaimana jika apa yang Myria katakan padanya adalah benar, kau lupa ingatan 10 tahun ke belakang. Menurut mu apa kau bisa melakukan yang Myria katakan?" jelas Gael. Doa mencoba memberikan pengertian agar Ansel setidaknya meminta maaf dan menyesal di depan Myria. Tidak Seperti sekarang, lelaki itu kekeh tidak merasa berbuat salah. Padahal kesalahannya cukup fatal.
" aku,? seperti itu?. sepertinya mungkin" Jawab Ansel mengaku. Dia sebenarnya juga kepikiran dengan tuduhan Myria. Bukan nya dia menolak karena lupa, tapi jika di fikirkan sekarang dia cukup jahat memanfaatkan wanita itu.
__ADS_1
" kau harus berbicara dengan Myria. Saat itu hanya ayahnya yang dia punya, kemudian secara tiba-tiba meninggal karena tabrakan di depan matanya sendiri. Kau pasti mengerti bagaimana hancurnya perasaaan Myria saat itu" Gael menjelaskan semuanya. bagaimana posisi Myria dan kemarahan wanita itu sekarang.
" apa tidak ada cara untuk bisa mengembalikan ingatanku?" tanya Ansel dengan sedih, dia tidak mau hidup seperti ini terus. ingatan adalah hal yang paling penting dalam hidup. Sekali kehilangannya sama saja kehilangan diri sendiri.
" aku juga sedang mencarinya" jawab Gael kasihan.
Saat Myria sedang membaca majalah, tiba-tiba saja Ansel dengan di temani Sonia mengetuk kamarnya.
tok tok Myria mengira itu siapa jadi langsung membukanya.
Setelah tau siapa yang datang, Myria langsung menutup pintu.
" tunggu biarkan aku berbicara sebentar" ucap Ansel mengiba.
" Myria, Ansel ingin menjelaskan sesuatu" Sonia ikut menimpali.
" apa?" tanya Myria ketus.
Ansel menatap Sonia agar meninggalkannya sendiri. Sonia menurut kemudian berjalan menjauh.
" kenapa?" tanya Myria lagi saat Sonia sudah menjauh.
" aku Minta maaf atas apa yang aku lakukan padamu, sebenarnya aku masih belum mengingat apapun, tapi jika benar aku melakukan hal itu aku sangat menyesal" jelas Ansel dengan wajah tulus.
" aku tidak bisa memaafkan dengan mudah, ku harap kau mengerti" jawab Myria dingin.
" em Myria, bisa kau sembunyikan dulu mengenai ingatanku dari Sonia?"
" ya" Myria langsung menutup pintu. Ansel menutup matanya saking kerasnya suara pintu.
" kau sudah selesai?" tanya Sonia yang sudah menghampirinya.
Saat ini Gael berada di luar, dia mengurus visa tinggal di negara ini. Untuk ganti kewarganegaraan akan sangat lama, dia tidak mau dulu apalagi saat ini Myria sedang hamil.
Ketika perjalanan pulang, dia seperti melihat Angel masuk di sebuah cafe dengan seorang lelaki. Karena penasaran akhirnya Gael menepi, dia berniat menyapa sebentar sekalian membungkus makanan disana.
Namun saat dia masuk Angel malah menghindar.
" Angel" panggil akhirnya. Lelaki di samping Angel ikut menoleh.
" teman biasa" jawab Angel sambil memberikan kode pada Gael.
" oh, aku mau pesan makan ternyata bertemu denganmu disini" ucap Gael mengikuti arahan Angel.
" ah ya, Gael" lanjut Gael mengulurkan tangannya.
" aku Jack, pacar Angel" lelaki itu memperkenalkan diri. Gael menyembunyikan kaget dan pamit pergi untuk memesan makanan.
Angel juga berniat sama jadi berdiri di belakang Gael.
" jangan katakan apapun pada paman mengenai hal ini" bisik Angel, kemudian pergi menuju mejanya.
Setelah pesanannya selesai Gael pamit pergi.
malam harinya, Gael pergi ke kamar Angel untuk menanyakan kejadian tadi siang.
" Jack itu polisi, Paman sejak awal tidak menyetujuinya" jawab Angel sejujurnya.
" lalu kenapa kau teruskan ?" tanya Gael penasaran.
" aku cinta padanya, aku sudah berniat mencari pekerjaan yang normal dan hidup bersama Jack." jelas Angel
" lalu Sam bagaimana?" tanya Gael lagi.
" itulah yang aku fikirkan selama ini. Kini ada kamu jadi seharusnya kaulah yang menjalankan GM" ucap Angel mencari aman.
" ku mohon restui aku" lanjut Angel minta tolong.
" aku malah berniat berhenti dari dunia hitam" ucap Gael santai.
" yah aku mohon, kau kan sudah memiliki Myria yang mau menerima dirimu dan duniamu, lah aku. Jack tidak akan terima memiliki istri mafia" Angel memegang lengan Gael erat dan menggoyang-goyang kan nya.
" ya, kau lah yang bertanggung jawab sekarang" Angel semakin kuat mengayun dan di saat yang sama Myria lewat dia mencari Gael sejak tadi, mendengar suara Gael di kamar Angel membuat Myria menghampirinya.
__ADS_1
" Gael" panggil Myria, hal itu mengagetkan Gael membuatnya menoleh dengan tubuh tak seimbang, dia jatuh di atas tubuh Angel. bertepatan dengan pintu yang terbuka.
" Myria!" wanita itu terlanjur melihat dan langsung pergi. jelas dia salah paham.
" gawat!" ucap Angel yang ikut berlari mengejar Myria.
" Myria" panggil Gael sambil mengejar wanita itu.
brak.Myria menutup pintu dengan keras.
" bagaimana Gael?" Angel sudah menyusul.
" kau pergilah dulu biar aku yang menjelaskannya" ucap Gael mengusir Angel.
" baiklah, maafkan aku ya" ucap Angel merasa tidak enak.
" Myria" panggil Gael saat membuka pintu, untung saja Myria tidak menguncinya.
" Hey, kau kenapa?" tanya Gael halus. Myria diam seribu bahasa.
" Myria, kau marah? " tanya Gael lagi.
" karena tadi?" lanjut Gael. wanita itu tetap membisu.
" kau salah paham, saat itu kami hanya bercerita saja,lalu terjatuh saat kau masuk" jelas Gael.
" kenapa kalian cerita di dalam kamar?" tanya Myria kesal.
" tidak kenapa-kenapa, tidak sengaja saja. Percaya padaku " Ucap Gael yang terus membujuk Myria.
" benar?" tanya Myria curiga.
" iya, kau tau sendiri aku dan Angel adalah saudara sepupu" Gael mulai berhasil meluluhkan Myria.
" sepertinya ini pertama kalinya kau cemburu padaku" ejek Gael.
" siapa yang cemburu!". jawab Myria kesal.
" oh begitu yasudah aku berbicara lagi dengan Angel" ucap Gael menggoda, Myria dengan cepat menarik Gael agar tidak pergi.
Hari berganti dan minggu berganti. Keadaan Ansel dan Sonia terus membaik,kini wanita itu sudah boleh turun ranjang meskipun tidak boleh melakukan aktifitas yang berat.
" Gael kau mau kemana?" tanya Myria Saat Gael sudah siap dengan setelan jasnya. Dia akan memulai dapat virtual perusahaannya yang sudah sebulan ini dia tinggal. Kini Gael merintis perusahaan inti di sini agar dia tidak perlu bolak balik negara.
" ada urusan kantor" jawab Gael kemudian turun. Myria memantau dari atas.
Saat ingin balik badan, dia melihat Angel ikut masuk ke dalam mobil Gael.
Myria menjadi berfikir yang tidak-tidak. Dia perhatikan semenjak melihat Gael dan Angel di kamar waktu itu, hubungan mereka semakin erat. Bahkan Angel selalu pulang dan pergi bersama dengan Gael dalam satu mobil. Myria juga sering melihat mereka bercanda dan berbincang lama sekali. keduanya seperti memiliki rahasia.
" tidak Myria. jangan terlalu berfikir yang tidak-tidak" ucap Myria untuk dirinya sendiri.
Malam ini rumah terasa kosong, Ansel dan Sonia sedang di rumah sakit. Tak ada siapapun, Myria sedang ingin di temani makan malam.
" sepertinya jam pulang Gael sebentar lagi, aku akan menunggunya saja" guman Myria, dia menunggu di depan Tv di ruang tamu.
Sampai akhirnya dia ketiduran Gael belum juga datang.
" em pukul berapa ini?" Myria baru terbangun saat merasakan kedinginan.
bremm suara mobil.
" itu pasti Gael" Myria terlihat senang.
ceklek. pintu terbuka. Gael dan Angel datang bersama Lagi. Myria yang duduk menatap mereka dengan datar.
" kau menungguku?" tanya Gael tanpa merasakan apapun.
" aku ke atas dulu" ucap angel dan berlalu pergi.
" sudah ku bilang tidak usah menungguku, kau istirahat saja di kamar. kasihan anak kita" ucap Gael lemah lembut penuh pengertian, namun hal ini di tangkap berbeda oleh Myria. wanita itu malah kesal dengan ucapan Gael.
" kau sudah makan?" tanya Myria datar.
__ADS_1
" sudah, tadi sekalian sama Angel dan rekan lainnya" jawab Gael berniat agar Myria tidak usah repot menyiapkan makanan. Tapi hal ini malah membuat Myria semakin dongkol. Wanita itu diam saja dan berlalu naik ke kamar.