
" aku pergi" ucap Myria setelah mengantongi uang tersebut. wanita ini menampilkan jika dia sama sekali tidak tertarik dengan apapun selain uang.
" hati- hati nona" ucap ketua yang sedari tadi di cuekin oleh Myria. Dari gelagatnya Myria sudah bisa menebak jika ketua mulai tertarik padanya.
" oke" Myria berjalan menjauh dengan di temani Harry, sampai di parkiran dan Myria pergi begitu saja
" dia cukup menarik, apa kau bisa mengundang nya lagi?" tanya ketua saat Harry sudah kembali.
"saya tidak yakin, dia wanita yang bebas" ucap Harry.
"apakah ketua tertarik padanya?" tanya Harry dengan sedikit menggoda.
"kalau dia mau, kau bisa mengundangnya makan malam dengan ku" sang Ketua ingin mendekati Myria secara langsung.
" aku pikirkan nanti bagaimana cara mendekatinya dan mengundangnya" Harry berlagak jika hubungan pertemanannya dengan Myria tidaklah terlalu dekat. Myria tipe wanita yang tidak mudah dekat dengan lelaki.
" kau harus bisa membujuknya" ucap ketua sangat mempercayakan semuanya kepada Harry.
"anda tidak perlu khawatir, aku akan mencoba mendekatinya lagi"ucap Harry yakin. Setelahnya sang ketua menepuk pundak Harry dan dia pergi berlalu. Harry kembali mengurusi data-data yang sudah diamankan oleh Myria.
Setelah dari markas Batu Hitam, Myria langsung menuju ke sebuah tempat yang sudah di sewa selama lebih dari 2 bulan yang lalu. Di tempat itu dia merekayasa sebagai wanita pengangguran. Banyak sekali botol-botol kosong, sisa dari minuman keras serta wadah makanan-makanan seperti siap saji dan makanan ringan.
wanita itu benar- benar memerankan dengan sangat meyakinkan karena ternyata beberapa hari setelahnya anggota batu hitam mengirim seseorang mata-mata untuk melihat keseharian wanita itu. Myria sudah mengetahui hal itu jadi dia hati-hati ketika melakukan komunikasi dengan siapapun.
Sampai kemudian Harry datang ke tempatnya, mereka sudah komunikasi beberapa hari yang lalu. Membuat Harry dengan mudah bisa menemukan tempat tinggal Myria.
" kau masih betah tinggal di sini?" ucap Harry saat duduk di teras rumah Myria. Rumah itu terlihat sangat berantakan dan tidak terurus.
" memangnya kenapa? di sini cukup nyaman" jawab Myria cuek. Wanita itu menggunakan celana jeans sobek- sobek dan kaos yang terlihat usang, tidak lupa dengan rambutnya yang berantakan.
"apakah kau masih ingat dengan lelaki yang menjadi bos ku sekarang?" tanya Harry berbasa-basi. Mereka memang sudah mengetahui satu sama lain jadi semua percakapan terlihat begitu alami.
" bos mu yang sedikit yang lumayan dan berduit itu?" tanya Myria.
"Ya dia memiliki banyak uang, Apakah kau berminat padanya, dia mengundangmu malam, apa kau ingin datang?" tanya Harry mengutarakan pesan sang ketua.
"apa yang aku dapatkan jika menerima ajakannya?" tanya Myria. Dia tidak mau rugi.
__ADS_1
"ya mungkin makanan mewah sekali-kali" Jawab Harry tidak menyebutkan apapun, dia hanya mengatakan makan malam saja.
"bukan hal yang buruk menurutku" saut Myria memberikan sinyal hijau.
"untuk selanjutnya akan aku telepon nanti" ucap Harry. Lelaki itupun pergi meninggalkan sekotak makanan yang dia bawah saat datang, itu merupakan suruhan dari ketua.
"Bagaimana? apakah dia tidak keberatan makan malam denganku?" tanya ketua saat Harry sampai di markas. Lelaki itu terlihat memang ingin segera mendekati wanita itu.
" dia bilang jika anda memang berniat seperti itu. setidaknya ajak dia makan malam mewah" jawab Harry sedikit bercanda. Sang ketua semakin senang mendengarnya. Dia memang merasa jika Myria adalah wanita yang tulus.
"baiklah. Bagaimana jika besok lusa. transaksi kita juga sedang kosong" ucap ketua sambil melihat jadwal yang ada Ipadnya.
" aku akan menghubungi nya lagi" ucap Harry kepada ketua.
Semuanya sesuai dengan rencana yang Myria dan Harry atur. Mereka sudah memprediksikan jika sang ketua akan dengan mudah masuk dalam perangkap mereka.
Beberapa jam setelahnya Hari memasuki ruangan bosnya.
"Dia bilang bisa" Harry memberikan jawaban.
"kau bisa memberikan salah satu rekomendasi restorannya? jika sudah segera kirim dan jangan lupa kirimin dia sebuah dress. Karena aku yakin dia akan memiliki masalah dengan itu" ucap Ketua, dia seperti orang kasmaran. lelaki itu tidak hentinya tersenyum senang.
"kenapa Anda begitu mudah percaya dengan wanita itu?" tanya asistennya mengingatkan.
" anda seharusnya berhati-hati, dia masih sangat baru anda kenal. Bahkan Harry juga dengan berani membawa seseorang kemari" lanjut asisten yang terus saja meragukan.
" kau tidak perlu khawatir, kau bisa lihat sendiri kan kemarin bagaimana dia terlihat sangat liar dan berandal. Dia tidak seperti seorang yang berseragam" sang ketua tidak mau mendengarkan nasehat asistennya sama sekali. Dia tidak membutuhkan sudut pandang asistennya.
"Tapi kita baru berhati-hati" asisten itu tidak mau mengalah.
"Iya terima kasih atas saran mu" lelaki tersebut pergi dari ruangan. Dia tidak pernah tidak di anggap seperti ini.
Ketua terlalu senang mengetahui ajakannya yang diterima. Lelaki itu tidak pernah sekalipun terpikir jika Myria akan memanfaatkannya, malahan dia yang berpikir jika dia bisa memanfaatkan wanita ini. Dia membuatnya jatuh hati padanya dan dia juga bisa bekerja untuk batu hitam dengan keahliannya. Wanita itu seakan menjadi sasaran utama untuk keberlangsungan batu hitam.
Beberapa hari berlalu, agenda makan malam pun sudah di depan mata. Myria yang mendapatkan kiriman gaun semakin membuatnya tertawa senang. Wanita itu selalu merasa yakin dan tidak sangka akan secepat ini.
Mereka akhirnya bertemu di sebuah restoran, sang ketua sudah duduk di sana menunggu kedatangan Myria. Lelaki itu nampak tampan dengan setelan berwarna abu-abu. Tak lupa Harry dan asisten sudah menunggu di ruangan lain.
__ADS_1
Mereka tidak mungkin meninggalkan ketua mereka sendirian. Tak lama Myria datang, dia dibantu pelayan masuk ke sebuah ruangan khusus yang sudah di pesan.
"Selamat malam nona" ketua langsung menyapa begitu Myria berada di depan pintu.
" Selamat malam tuan" jawab Myria.
ketua datang dan menarik kan kursi untuk Myria duduk.
"Terimakasih" Ucap Myria setelah duduk dengan nyaman.
"sebenarnya kita belum pernah perkenalan waktu itu. Jadi sepertinya ini menjadi waktu yang tepat untuk berkenalan" ketua tersenyum penuh arti.
" sebenarnya aku memang tidak suka berkenalan dengan orang lain" Myria sedikit mencubit hati ketua.
"namun sepertinya ada pengecualian khusus anda" lanjut Myria yang langsung membuat ketua tersenyum senang.
"saya Nona Grace" Myria memulai perkenalan.
" Tuan Sergio" jawab ketua. Mereka saling berjabat tangan. Tuan Sergio yang mencium singkat telapak tangan Myria. Mereka tampak serasi.
"Baiklah, kita sepertinya bisa langsung makan malam terlebih dahulu" ketua memberikan kode kepada pelayan dan mereka langsung menyajikan menu makan malam yang sangat lezat.
"saya sangat tersanjung menerima undangan makan malam ini. Apalagi dengan tuan Sergio repot-repot mengirimkan saya sebuah gaun" Myria mulai berbasa-basi menarik perhatian tuan Sergio.
" itu bukan masalah besar, sejak kau datang waktu itu aku merasa jika kau wanita yang istimewa" jawab tuan Sergio membalas dan merayu Myria.
"wanita istimewa? kau salah besar, aku hanya wanita pengangguran yang terlibat aksi kriminal" ucap Myria yang membuat lelaki itu penasaran.
"jadi kamu juga kalau tidak suka polisi?," tanya tuan Sergio.
"ya aku sangat tidak menyukainya, aku hanya mengambil sesuatu barang dan mereka ingin aku masuk ke jeruji. di sana benar-benar tidak nyaman bukan" Myria semakin membuat tuan Sergio senang. Pasalnya wanita yang ada di depannya ini wanita bukanlah baik-baik yang harus dijaga.
Sergio yakin jika Grace adalah wanita berandal yang kemungkinan sudah terbiasa dengan dunia narkotika, jadi kemungkinan tidak sulit bagi Sergio untuk menariknya masuk.
" Iya mereka memang begitu menyulitkan. Terlalu banyak peraturan bukan" ucap Sergio menimpali.
"berbicara tentang pengangguran sepertinya keahlian mu cukup dibutuhkan" lanjut Sergio yang semakin masuk dalam rencana Myria.
__ADS_1
"maksud anda?" ucap Myria berbasa basi.
" kau bisa bekerja denganku seperti yang kemarin, bagaimana?" tanya Sergio yang membuat Myria tertawa dalam hati.