
Selepas acara fashion tersebut Gael sekarang pergi ke PIN. Dia ingin mencari tahu wanita misterius yang hadir dalam acara nya. Jika bukan karena asistennya mungkin saja dia sudah bisa menangkapnya.
Gael masih bertanya-tanya kenapa bisa wanita itu memiliki wajah yang begitu mirip dengan Myria.
" Kau terlihat kesal apa yang terjadi?" tanya Ansel saat melihatkan Gael masuk. Namun Gael hanya berlalu, lelaki itu tidak menghiraukan pertanyaan dari Ansel. Karena rasa penasarannya akhirnya Ansel bertanya kepada bawahannya yang mengikuti Gael.
"apa terjadi sesuatu yang buruk?" tanya Ansel
" sepertinya tadi Bos sempat menemukan perempuan yang mencurigakan. dia berhasil menerobos keamanan dan masuk ke galeri. Namun bos tidak berhasil menangkapnya" jawab bawahannya tersebut. Ansel seakan merasa perasaannya aneh saat bawahannya mengatakan ada perempuan.
Lelaki itu menjauh dari lokasi PIN, Ansel menelpon mata-mata yang khusus dia gunakan untuk melaporkan kegiatan Myria.
"apa yang wanita itu lakukan?" tanya Ansel Menyelidik.
"dia pergi ke galeri bos Gael dan hampir saja tertangkap. Untung saja tadi pergerakannya begitu cepat jadi bisa melarikan diri" jawab mata- mata itu. Ansel sudah berpesan jika apapun yang terjadi dia tidak boleh membantu. Dia hanya mengawasi pergerakan Myria. Jangan sampai wanita itu mengetahui keberadaannya.
Ansel segera menutup teleponnya begitu mengetahui apa yang sudah terjadi. Dia harus mengatur pertemuan untuk memperingatkan Myria agar tidak berusaha mendekati Gael. Jika sampai itu terjadi, maka kerjasama mereka dengan segera akan Ansel batalkan.
__ADS_1
Gel di dalam kamarnya mencoba meneliti lagi CCTV keamanan yang ada di kantornya. dia melihat bagaimana wanita itu masuk sampai bisa melarikan diri. Semuanya tidak ada normal, bahkan wanita itu bisa masuk menggunakan tiket undangan orang lain dan itu tidak terdeteksi sejak awal. Gael semakin sulit untuk mencari tahu identitasnya bahkan tidak ada satu CCTV pun yang bisa menampilkan wajah wanita misterius itu.
Gael cukup yakin jika wanita tersebut bukan orang sembarangan, dia termasuk lihai dalam menyembunyikan diri. Dia sangat terlatih dan pintar mengatur strategi, sangat jarang seseorang bisa melarikan diri ketika berhadapan dengannya dan wanita itu adalah pertama kalinya, apalagi seorang wanita.
Gael semakin kesal dia menutup matanya dan mengingat-ingat wajah wanita tersebut. wanita itu sekilas seperti Myria tapi jelas bukan Myria. Jika benar dia Myria, wanita itu tidak mungkin bisa melakukan perlawanan. Wanita yang dia temui tadi begitu berani. Dia sangat pintar dan kuat.
Karena tidak kunjung menemukan satupun petunjuk akhirnya Gael menjadikan wanita itu sebagai target pencarian utamanya. Dia akan mulai mencari tahu mafia mana yang memiliki kelompok mata-mata seorang wanita.
Beberapa hari berlalu kini Ansel mendatangi biro pelatihan di mana Myria berada. Lelaki itu langsung masuk ke kamar Myria, dia akan menunggu sampai pelatihan itu selesai.
Sekitar satu jam kemudian suara akses terbuka.
"aku pergi ke arena pelatihan untuk bertemu dengan Sonia, namun Wanita itu sudah tidak ada" ucap Myria tidak berbohong.
"kau pergi ke area pelatihan atau galeri perhiasan?" Ansel menatap Myria dengan tajam. Wanita itu membeku tidak bisa mengelak.
"Apa kau ingin menyudahi ini semua, jika kau memang sudah tidak mau meneruskan kerjasama ini aku dengan mudah akan menyingkirkan mu" ucap Ansel sedikit mengancam.
__ADS_1
"aku hanya sangat merindukannya, aku berniat untuk melihatnya sejenak dan tidak menyangka jika itu menarik perhatiannya" Myria seketika menjelaskan situasinya, mengakui kesalahannya. Myria tampak seperti anak kecil yang ketahuan berbuat salah.
" Gael sekarang menjadikanmu target utamanya melacak semua mafia yang mungkin menjadi tuan mu" jelas Ansel.
"Aku tidak tahu akan seperti ini jadinya, aku benar-benar minta maaf" ucap Myria menyesal.
"Aku tidak mau hal seperti ini terjadi lagi, kau sudah berjanji untuk tidak menemui Gael, jika sampai aku mendengar kabar seperti lagi aku akan langsung menyingkirkan mu, semua perjanjian ini akan batal. Mengerti?" Ansel tampak tidak main-main dengan ucapannya. Dia melarang keras Myria untuk bertemu dengan Gael.
Bagaimanapun Ansel tahu jika Gael adalah lelaki yang sangat mudah menilai sesuatu yang mencurigakan. Ini Sebuah keberuntungan Myria dapat meloloskan diri jika sampai dia tertangkap bukan hanya Myria saja yang akan menjadi target interogasi lelaki itu, namun dirinya juga akan terseret dalam permasalahan ini.
Ansel tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya Gael jika tahu wanita yang dicintainya telah berubah menjadi monster pembunuh. Ansel tidak akan membiarkan rahasia besarnya ini terbongkar.
"Iya aku mengerti" jawab Myria lemah.
"kau juga tidak perlu mencari tahu tentang Sonia, dia sudah aman" ucap Ansel sebelum mengakhiri pertemuannya. Lelaki itu pergi meninggalkan Myria yang masih termenung. Antara merasa bersalah atau berhenti saja.
Dia tidak menyangka jika kehadirannya kemarin memberikan dampak yang begitu besar, selalu saja seperti itu wanita itu selalu memberikan dampak yang sangat besar kepada lelaki itu. Bukan hanya kemarin saja, sejak awal wanita itu hadir Gael sudah sangat tertarik pada wanita ini.
__ADS_1
Ansel tidak tahu kenapa bisa seperti ini, awalnya dia mengira jika Gael hanya berpikir bahwa mereka memiliki nasib yang sama jadi sedikit berempati. Namun semakin ke sini, hal itu sedikit meragukan. Myria memiliki sesuatu yang tidak bisa dia mengerti.