Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
60. Cepat Pergi


__ADS_3

Gael melajukan mobilnya mendekati gedung, bawahannya jelas tidak memiliki waktu untuk sampai di mobil mereka. Polisi semakin dekat. Entah siapa yang bermain di belakang mereka, sepertinya jelas tujuan polisi itu adalah gedung yang saat ini sedang mereka periksa.


" polisi menuju ke kalian, jangan turun lewat tangga" lanjut Gael yang saat ini sudah berada di samping gedung bagian belakang.


" iya bos, kami akan terjun dari atap" jawab ketua misi.


" pastikan kalian tidak meninggalkan jejak" ucap Gael.


Tak lama sebuah tali hitam menjulur ke bawah. bawahannya satu persatu turun dan langsung masuk ke dalam mobil Gael.


" lengkap?" tanya Gael sebelum menginjak gas.


" sudah lengkap" jawab ketua misi.


mobil Gael melaju meninggalkan area bangunan. Saat keluar jalan, satu orang turun dan masuk ke mobil satunya, mereka berpencar. Bersamaan dengan polisi yang sampai di depan gedung. Untung saja mereka bergerak cepat tanpa menimbulkan kecurigaan.


" segera kembali" ucap Gael kepada satu bawahan yang ada di mobil lainnya.


Hari sudah malam saat mereka sampai di PIN. Gael menyuruh bawahannya masuk dan melapor sedang dirinya akan kembali ke mansion. Sejak kemarin dia meninggalkan Myria.


" kau terlihat berantakan" Ucap Myria saat Gael masuk ke kamar dengan wajah lesu.


" ada masalah di PIN. beberapa hari ini kau tampak manis dan menjadi istri baik" sindir Gael. Myria tidak banyak membuat ulah setelah dia mengancamnya waktu itu. Bahkan laporan sistem juga tidak ada, Myria sama sekali tidak mencoba kabur.


" aku sudah sadar sekarang" Jawab Myria cuek. Wanita itu mendekati Gael dan membantu suaminya membuka baju.


" kau cukup inisiatif" saut Gael sambil menyeringai, lelaki itu meletakkan tangannya di pinggang sang istri. Mulai menggoda Myria.


" mandilah, kau bau" ucap Myria sambil menutup hidung. Dia sudah tau Gael pasti baru selesai melakukan misi. Dilihat pakaian yang serba hitam dengan wajah lelah.


" kurasa kita perlu melakukan sesuatu dulu sebelum mandi" Gael langsung melahab bibir Myria. Dia sudah merindukan benda kenyal nan manis ini.


Myria menerimanya dengan senang, dia masih ingat dengan misinya membuat Gael melonggarkan keamanan.

__ADS_1


" ada masalah apa di PIN?" tanya Myria melepaskan ciuman Gael.


" sebaiknya kau jangan mendekati masalah ini" Gael semakin menuntut, Dia mendorong tubuh Myria terjatuh di atas ranjang.


Bukannya apa, Myria hanya takut jika masalah Batu Hitam kembali lagi dan menyerang PIN.


" memangnya kenapa? aku bisa membantu jika kau mau" tawar Myria. Dia sekarang sudah bisa memikul beban yang Gael tanggung. Meskipun tidak semuanya.


" jangan teruskan pemikiran itu, kau tidak boleh terlibat dalam hal ini" Gael terus menciumi tubuh Myria.


" begitu?" tanya Myria dengan wajah menantang. Gael cukup senang, respon Myria semakin hari semakin normal. Dia tidak sepanik dulu.


" coba saja" Gael tidak mau kalah, dia langsung membuat Myria polosan. Dan setelahnya hanya ada rintihan panas menggema seisi kamar.


Selepas bercinta, Gael segera mandi dan menuju ruang kerjanya. Dia akan menganalisa hasil dari pemeriksaan hari ini.


" kau dimana?" panggilan dari Ansel dan Gael langsung menerimanya.


" besok pagi jangan telat" ucap Ansel tegas, tidak mau sampai Gael terlalu fokus dengan Myria yang ada di Mansion.


" kau tenang saja" Gael mendengus kesal dan langsung mematikan panggilan. Ansel selalu saja cemburu dengan Myria.


Gael memutar kembali video pemeriksaan lokasi gedung kosong. Sejak masuk tidak ada seorang pun yang terlihat di kawasan itu, bahkan di dalam gedung juga terlihat kosong.


" bagaimana mungkin ada polisi yang mendekat?" guman Gael penasaran.


Gael memeriksa CCTV yang tak jauh di area bangunan. semuanya tampak normal mulai pagi hingga kedatangan mereka.


Semuanya bersih, jadi kemungkinan seseorang telah menunggu kedatangan mereka. Gael belum bisa memastikan kapan seseorang yang ada di dalam video itu mati. Semuanya menjadi jalan buntu.


" pasti ada celah" guman Gael sekali lagi. Dia yakin pasti ada petunjuk yang terlewat.


Malam menjelang pagi, Gael baru menyadari sesuatu. Jika saat mereka datang pun. keberadaan mereka juga tidak masuk dalam CCTV kemungkinan jalur yang mereka ambil sama dengan seseorang itu. kini dia hanya perlu melihat jalur yang mereka pakai.

__ADS_1


" binggo" Gael tampak puas. Dia berhasil menemukan alasan kenapa polisi bisa datang saat mereka melakukan pemeriksaan.


" kau telat" ucap Gael saat melihat kedatangan Ansel di ruang informasi. Ansel diam saja.


" kau terlalu sibuk di atas ranjang" lanjut Gael membalikkan ucapan yang pernah Ansel tujukan padanya.


" diam kau" Ansel mendengus kesal.


" sudah sampai mana?" ucap Ansel lalu duduk di sebelah Gael.


" coba kau lihat video misi kemarin" Gael menyuruh bawahannya kembali menayangkan video mereka kembali.


" jadi dia sudah mati?, Lalu bagaimana caranya kita mendalami masalah ini?" Ansel langsung panik.


" mereka tidak mau kita mengetahui siapa dalangnya, aku yakin seseorang yang memanggil polisi kemarin adalah dalang dari semua ini" ucap Gael yakin. Setelahnya Gael mengganti video di layar utama dengan video yang dia dapat semalam.


" bagaimana dengan ini?" tanya Gael pada semua bawahannya.


" ini rekaman dari camera mobil yang kalian parkir. Sepertinya mereka tidak mengira jika mobil kita penuh dengan camera tersembunyi" Gael menyeringai puas. Mereka bisa melihat seseorang yang keluar dari jalan yang menuju bangunan kosong itu.


" siapa orang itu?" celetuk salah satu bawahan.


" dia adalah kelompok mafia sindikat perdagangan anak di bawah umur" jawab Gael lugas.


" membuat mereka tidak sulit menangkap seseorang, tanpa adanya laporan orang hilang. Kerja mereka bersih dan beberapa dari mereka sudah masuk dalam badan negara" jelas Gael. Semua menatap tidak percaya dengan hasil temuan bos Gael. Mereka tidak pernah memikirkan sejauh ini.


" kau gila! jadi lawan kita adalah 'anak emas'? tidak heran Senator dengan mudah mempercayai masalah ini. Gerak kita semakin sulit" Ansel langsung menjabarkan spekulasinya. Lelaki itu amat kesal dan tidak menyangka.


Gael terdiam, apa yang Ansel katakan tidaklah salah. Lawan mereka benar-benar pihak bersih. Sekali lagi Gael merasa jika senator lah yang sudah merencanakan hal ini. PIN sudah berkali-kali lolos dari jebakan mereka, jelas saja mereka mencari lawan yang seimbang. Dengan begini mau tidak mau mereka harus berdamai dengan senator agar masalah 'anak emas' ini selesai.


" Gael bagaimana ini?" Ansel tidak berhenti mencemaskan masalah ini.


" kita coba dengan mengikuti keinginan Senator sementara waktu" jawab Gael. Mereka tidak memiliki banyak pilihan saat ini. satu langkah salah semuanya bisa hancur tak bersisa. Menggunakan kekuatan negara jelas melenceng dari aturan tak tertulis mafia. Mereka berani menggunakan ini, maka jelas niat mereka tidak baik.

__ADS_1


__ADS_2