Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
58. Seperti Awal


__ADS_3

Myria terbangun dan masuk kekamar mandi. Mulai hari ini dia tidak akan lagi mencoba untuk melarikan diri. setidaknya mungkin sampai Gael melonggarkan keamanan. Pertama dia harus bisa berbicara empat mata dengan Ansel. Dia mau mendengar bagaimana rencana Ansel untuk membantunya keluar dari situasi ini.


Sepulangnya dari PIN Gael merasa jika apa yang Ansel ada benarnya. Dia harus membuat Myria nyaman dan mau mengatakan semuanya. Sejak awal.dia memaksanya juga tidak menghasilkan apapun.


" kau sudah makan?" tanya Gael melihat Myria hanya duduk di sifa sambil melihat-lihat majalah perusahaan.


" belum" jawab Myria.


" ikut aku" Gael keluar dari kamar, Myria merasa kejanggalan namun dia berjalan dan membuka pintu. Kali ini pintu itu terbuka, Myria yakin sekarang. Gael pasti sedang mengujinya.


Myria berjalan berjalan ke dapur dan duduk di sebelah Gael. Para pelayan dengan segera menyiapkan makanan. Myria memperhatikan dengan tenang. Ini pertama kalinya Gael mengajaknya keluar dari kamar.


" makanlah" Gael membuyarkan lamunan Myria.


" emm" Myria mengambil piring dan sendok.


Mana malam itu sangat tenang, Gael tidak membuka suara sampai makan malam selesai.


Gael langsung pergi, sedang Myria masih duduk sambil menghabiskan makanan.


" ada apa dengannya?" guman Myria yang merasa aneh dengan sikap Gael hari ini.


Saat berjalan menuju kamar, Myria bisa melihat jendela yang terbuka, rumah juga sepi. Dia bisa saja kabur dengan mudah. Rayuan melarikan diri langsung menghantui Myria.


" tidak- tidak. Aku tidak boleh terburu-buru" lagi-lagi ucap Myria pada dirinya sendiri.


" kau tidak mencoba kabur?" tanya Gael mengagetkan Myria.


" aku sudah tidak memiliki niat itu, berada di sisimu yang saat ini adalah yang aku inginkan" Myria memang berusaha menutupi niatnya. Dia akan berpura-pura memilih untuk bersama dengan Gael.


" tidak ku sangka" Gael lalu pergi.

__ADS_1


Myria menghembuskan nafas kasar dan berjalan masuk kedalam kamar. Meski berat dia harus bisa menahannya. Sekali Gael menangkapnya lagi bisa-bisa Gael membuat kakinya tidak bisa berjalan lagi. Pengaruh Gael terlalu besar padanya.


" kau dimana?" tanya Ansel saat berhasil menghubungi Gael.


" baru sampai, kenapa lagi?" jawab Gael ketus, baru saja dia dari sana.


" kau lihat video yang aku kirim. Sepertinya ada yang mencoba mengadu domba kita" Ansel menjelaskan laporan yang baru saja dia terima dari mata-matanya .


Gael langsung membuka, di sana tertera seseorang mengatasnamakan anggota Kelompoknya mencoba mendesak senator untuk melakukan peremajaan aturan. seseorang itu membuat situasi antara senator dan Gael semakin panas.


" suruh mereka mencari alamat dan siapa orang itu" jawab Gael dingin. Dia juga akan e melacak lokasi diman video itu dibuat dan di unggah.


Gael masuk ke ruang kerjanya, dia merasa jika video itu akan sangat berdampak untuk PIN. senator tindak akan mencoba mengkonfirmasi, mereka jelas akan memakan mentah-mentah apa yang terlihat.


Saat hari masih pagi buta, Gael baru keluar dari ruang kerjanya. Dia menuju kamar, di ranjang Myria tertidur lelap membuat Gael ingin bergabung. Lelaki itu terbaring dan memeluk sang istri.


drrtt drrtt handphone Gael berbunyi. Kali ini Myria yang sudah terbangun langsung mengambil dan mencoba mengangkat panggilan itu.


" kau dimana? kenapa tidak datang ke PIN?" ucap Ansel dengan nada panik.


" Myria?" tanya Ansel memastikan.


" kau sudah mengatakan semuanya apa Gael? kenapa dia bisa tau tentang keterlibatanku dengan Batu Hitam?" Myria berbisik sambil terus mengawasi Gael.


" aku tidak, Gael memang pandai menilai sesuatu. lebih baik kau ceritakan padanya. Jangan menyeretku, Gael memukuliku habis-habisan karena cemburu" Ansel mendesak Myria agar tidak mengatakan keterlibatannya.


" jangan bicara soal tempat pelatihan ataupun nama samaran mu, mengerti!" lanjut Ansel dengan kesal.


" tergantung nanti, jika kau membantuku untuk mendekati GM aku akan pertimbangkan saranmu" Myria tidaklah bodoh, dia sudah mempelajari situasinya dengan baik.


" dasar kau !"

__ADS_1


" apa? Gael jauh lebih marah padamu, lebih baik kau yang memohon padaku" Myria tidak bisa di tipu begitu saja.


" siapa?" tanya Gael yang terbangun karena suara Myria, wanita itu tidak sadar menaikkan suaranya saat bertengkar dengan Ansel. Wanita itu langsung membeku dan berjalan mendekat.


" An.Ansel menelpon" jawab Myria mendadak gagu. Di sebrang Ansel yang mendengarnya langsung menghentikan caci makin nya. Gael mengambil handphonenya.


" ada apa?" tanya Gael dingin.


" kita perlu bicara, segera datang ke PIN. sudah tau banyak masalah kau masih saja sibuk di ranjang" jawab Ansel kesal.


" emm" Gael langsung mematikan panggilan.


" dasar! kalian sama-sama menyebalkan!" teriak Ansel di depan hp nya. Setelah yakin panggilannya terputus, Ansel baru berani mengatai Gael dan Myria.


beberapa jam kemudian Gael sudah terlihat memasuki pintu masuk PIN.


" Bos" ucap bawahannya yang sudah menunggu sejak tadi.


" bagaimana kalian sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" mereka berjalan menuju ruang informasi. Ansel terlihat sibuk di depan monitor.


" kami akan menampilkannya" jawab bawahan itu.


" apa yang terjadi?" Gael penasaran dengan Ansel yang telihat serius.


" Senator menanggapi video itu, mereka langsung memberikan surat peringatan" jawab Ansel tanpa melihat Gael.


" lalu kenapa kau terlihat panik?" tanya Gael datar, hanya masalah peringatan saja, kenapa Ansel terlalu berlebihan.


" kau tidak tau? mafia lain seakan mendukung dan memberikan keterangan palsu terkait pertemuan yang kau lakukan beberapa bulan lalu!" ucap Ansel menggebu-gebu. Bahkan nafasnya tersengal-sengal karena kesalnya. Bagaimana Gael sangat santai menanggapi masalah ini. Bisa-bisa kekhawatiran PIN yang menjadi target mafia akan benar terjadi.


" apa aku harus diam saja?. Aku tidak mau ya jika PIN akan di serang dan dilumpuhkan oleh senator. Semua deri payah selama ini akan hangus begitu saja" lanjut Ansel dengan nada tinggi dan cepat. Bahkan semua bawahannya menatap serius ke arah tuannya.

__ADS_1


" kau tenang saja" Gael merasa pusing dengan semua celoteh Ansel. Dia berjalan menjauh agar tidak telinganya tidak mendengung.


" Gael!!" Ansel kesal melihat Gael mengabaikannya begitu saja.


__ADS_2