Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
63. Pertemuan 2


__ADS_3

Sesuai dengan kesepakatan pertemuan akhirnya dimulai, Meraka duduk di meja bundar yang berada di sebuah villa pinggir pantai.


" selamat datang tuan Ansel dan Bos Gael" ucap senator. Mereka bersalaman sebagai tanda penyambutan.


" ya, kau juga" ucap Gael dan langsung duduk tanpa menunggu di persilahkan.


" kami tidak menyangka jika kalian mau datang dalam formasi lengkap seperti ini" ucap Senator penuh maksud. Bagaimana tidak senator hanya di wakilkan 3 orang sedangkan Gael dan Ansel membawa 5 orang bawahannya untuk ikut masuk.


" anda pasti tidak keberatan bukan?" saut Gael tanpa memberikan pilihan.


" tentu saja, kami tidak masalah" jawab salah senator dengan senyum sumringah.


" jadi apa maksud kalian mengundang kami kemari?" tanya Gael langsung pada intinya.


" tentu ini ada kaitannya dengan anak buah anda yang membuat video itu" senator juga tidak menutupi niatnya.


" saya kira senator adalah kumpulan orang jenius, kini aku mulai meragukannya" balas Gael yang langsung membuat ketiga lawan bicaranya mengerutkan kening tidak suka.


" apa yang anda maksudkan?" tanya senator.


" iya, kalian yakin jika video itu adalah anak buah kami, padahal itu sama sekali tidak benar. Kalian terlalu bodoh atau memang kalian sengaja menjadikan kami kambing hitam?" Gael tidak sungkan lagi. Dia yang sejak awal tidak terlalu menyukai senator kini lebih mudah memberikan kritikan.


" jelas-jelas di sana, lelaki itu mengatakan 2M yang menyuruhnya" ucap senator mulai meninggi.


" setiap orang bisa dengan mudah mengatasnamakan 2M, tapi hanya kami yang mengetahui kepastian nya" Lanjut Gael dengan lugas.


" jadi kalian menolak mengakui sebagai dalang video itu di buat?" senator tidak mau langsung mempercayai ucapan Gael.


" kami tidak memiliki sangkut paut dengan masalah video ini, bahkan kami baru mengetahuinya saat video itu sudah ramai di lihat dimana-mana. aku sarankan kalian harus mengikuti kabar terbaru dari kepolisian" ucap Gael berbisik dengan maksud lain.

__ADS_1


" Bagaimana kami bisa mempercayai ucapan kalian. kami tidak menerima bukti apapun " ucap Senator, Gael menarik sudut bibirnya. Inilah yang menjadi momok perbincangan. Pihak mereka tidak memiliki bukti kuat bahwa lelaki imigran adalah benar bukan anggota kelompok nya.


" lalu atas dasar apa anda percaya dengan ucapan lelaki di dalam video, dia tidak memberikan bukti jika benar anggota kami" Gael membalikkan kalimat senator dengan mudah. Terlihat jika senator tidak bisa menjawab pertanyaan Gael. Mereka bertiga saling pandang belum mengeluarkan suara.


" kalian tidak bisa mengatakan seperti itu, jelas sekali ini kasus yang berbeda. Jangan kalian kira jika persoalan ini hanya mecangkup video saja, kami juga mendengar jika kalian menghimpun mafia lain dan berniat menghilangkan senator" jawab senator yang merambah pada persoalan lainnya. Mereka terus menyerang posisi Gael dan Ansel.


" siapa yang mengatakan hal seperti itu? kalian tidak memiliki bukti" kini giliran Ansel yang membuka suara. Mereka dulu yang mempersoalkan terkait bukti, kini gilirannya untuk meminta bukti.


ketiga Senator itu saling pandang, mereka mendiskusikan sesuatu. Hingga sebuah anggukan menghentikan perbincangan mereka.


" baiklah kami akan memanggilkan seseorang yang mengatakan hal ini kepada kami" Senator meminta waktu sebentar. Gael dan Ansel di antarkan ke sebuah tempat peristirahatan. Sembari menunggu kedatangan seseorang yang di maksud.


" kau yakin kita bisa mengalahkan mereka?" tanya Ansel saat mereka berada di balkon ruang keluarga.


" kau tidak harus mengalahkan mereka, mereka hanya perlu di goyahkan tekadnya. Sejak pembicaraan di mulai jelas sekali mereka sudah di set. Ada yang mengatur dari balik layar, aku ingin menarik seseorang itu" jawab Gael serius. Jika benar yang akan bersaksi adalah benar mafia yang ikut dalam pertemuan dengannya, Gael juga tidak bisa mengelak. Dia harus membuat alasannya cukup masuk akal.


" baiklah siapa yang sudah kalian panggil?" ucap Gael dengan nada santai. Dia tidak terlihat takut ataupun cemas sedikitpun.


" sepertinya Bos Gael tidak merasa khawatir sama sekali" ucap senator sedikit menyindir.


" aku sangat khawatir, jika kau tau" saut Gael dengan memberikan penekanan pada kata terakhir.


Tak ingin meneruskan aksi saling sindir, Senator meminta salah satu orangnya keluar untuk memanggil seseorang itu.


Gael diam saja sedangkan Ansel menatap ketiga lawan bicaranya dengan seksama. Sejak dia berada di dunia hitam ini rasanya tak pernah sedikitpun melihat wajah mereka. Bahkan secara instansi legal pun tidak. Apa mungkin mereka hanya boneka dari salah satu mafia.


Suara pintu terbuka , seorang lelaki masuk dengan wajah menantang. Gael tidak langsung menatapnya, dia menunggu sampai seseorang itu berdiri di hadapannya.


Sedangkan Ansel menatap seseorang itu dengan wajah tidak percaya. Lelaki itu seharusnya tidak mungkin bisa berada di sini.

__ADS_1


" ini adalah bukti kami" ucap senator. Gael menatap lelaki itu dengan pandangan menyelidik. Dari kacamatanya lelaki ini jelas bukan anggota pertemuan yang dia undang beberapa bulan yang lalu.


" apa yang kau katakan pada mereka? sepertinya kau pintar sekali membual, Sergio" ucap Gael. Dia tidak mungkin tidak mengenali pemimpin batu hitam yang terakhir kali kabarnya di tangkap pihak kepolisian.


" aku tidak menyangka, ketua PIN bisa mengenali orang seperti ku" Sergio masih berbasa-basi.


" tentu saja, aku masih memiliki televisi yang menayangkan nasib kelompok mu " ucap Gael sarkas. Wajah Sergio langsung berganti marah. Hampir saja dia akan memukul Gael jika saja pengawal senator tidak menghadangnya.


" sudahlah, kau katakan apa saja yang kau ketahui mengenai mereka" senator akhirnya menengahi. Mereka tidak mau terjadi keributan.


Sergio melepaskan cekalan tangan pengawal.


" seperti yang aku katakan sebelumnya, mereka merencanakan untuk menggulingkan Senator. Kelompok mereka ini selalu saja melakukan sesuatu seenaknya sendiri. Terakhir kali mereka melenyapkan kelompok ku" ucap Sergio dengan cepat dan tegas. Nafasnya mulai memburu saat mengingat apa yang sudah Ansel lakukan pada kelompok nya.


" membual dan terus membual. Apa tidak ada hal lain yang bisa kau lakukan selain membual, Sergio?" Gael jelas merasa tidak terima dengan pernyataan Sergio yang tidak benar. Dia merasa tidak melakukan apapun pada batu hitam.


Sedangkan Ansel menampilkan wajah datar, namun di dalam hati lelaki ini menyesal. Kenapa waktu itu Myria tidak langsung membunuhnya saja. Kini dia berulah lagi dan jelas cepat atau lambat Gael akan tau apa yang telah Ansel dan Myria perbuat.


" mereka tidak pernah mau mengakui hal buruk yang sudah mereka lakukan!. Anda jangan pernah mempercayai apapun yang mereka katakan" ucap Sergio meninggi, dia tidak terima jika dia dituduh membual. Rasanya saat Batu Hitam telah tiada sama dengan dia memutus nadinya sendiri.


" saya rasa pembahasan ini telah melebar, tidak sesuai dengan tujuan pertemuan. Jadi lebih baik tidak usah di lanjutkan lagi. Masih banyak hal yang harus kami lakukan, bukan mengurusi bualan tidak jelas" Gael tidak ingin menghiraukan lagi.


Namun Senator tidak bisa melepaskan begitu saja, akhirnya dia menyuruh pengawalnya untuk membawa Sergio keluar dari ruangan.


" apa ini?" sentak Sergio saat dia akan di keluarkan.


" kau bisa membahas hal itu di lain waktu" ucap Senator dan segera menyuruh pengawalnya dengan cepat membawa Sergio. Ansel cukup lega, dengan ini Sergio tidak lagi mengoceh dan membuka rahasianya.


" kalian akan menyesal!" ucap Sergio kepada para senator. Gael menarik sudut bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2