
Di sisi lain Myria dan Witton sedang menuju kontrakan mereka yang lama. Melviano sebagai sopir hanya diam selama perjalanan, lelaki itu terlihat tidak banyak bicara dan hanya fokus mengendarai mobil.
" Ayah bagaimana bisa ayah yakinkan tuan Ansel untuk bersedia lepaskanku?" tanya Myria kepada ayahnya.
"semua ini berkat bantuan Melviano, ayah tidak sengaja bertemu dengannya dan ternyata dia lelaki yang sangat baik" jawab Witton membuat Melviano berbesar kepala.
"terima kasih Melviano sudah mau membantu kami" ucap Myria tulus.
Beberapa saat kemudian mereka sampai dan kedua ayah dan anak itu turun setelah mengucapkan salam perpisahan. Akhirnya mereka dengan tenang memasuki rumah.
"ayah, tadi aku lihat Melvi berikan tas hitam kepada tuan Ansel. Memangnya tas itu berisikan apa?" tanya Myria yang sejak tadi menahan rasa penasaran.
"itu hanya barang biasa" jawab Witton. Dan Myria bukan wanita yang bodoh dia tahu bahwa ayahnya sedang berbohong padanya.
"ayah katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi, tidak mungkin tuan Ansel mau melepaskanku begitu saja " Myria terus meminta penjelasan.
" kau harus janji tidak akan marah pada ayah jika mengetahui yang sebenarnya" Witton semakin menarik rasa perhatian Myria.
"katakan padaku ayah. ayah saja berbohong masalah mengenai judi itu, sekarang apa? ayah melakukan kesalahan lagi?" tanya Myria menyelidik. wanita itu tau bagaimana karakter sebenarnya tuan Ansel.
"tuan Ansel akan bersedia melepaskanmu jika kami memberikan uang 10 miliar padanya, sebagai ganti uang saat dia membelimu" jawab Witton.
Akhirnya lelaki itu tidak mau lagi berbohong pada anaknya. Cukup sudah Myria menerima konsekuensi dari tindakannya tempo hari. Kali ini jangan, anaknya gadisnya begitu berharga buatnya.
"apa 10 miliar?" Myria langsung kaget.
"lelaki itu hanya membeli ku dengan harga satu miliar" Myria nampak tidak terima dengan harga yang ayah Ayahnya bayarkan.
" uang 10 miliar itu dari mana Ayah?" tanya Myria.
" ya itu, siapa lagi milik Melviano" jawab ayahnya tanpa ada rasa bersalah.
"lalu bagaimana kita membayarnya, kita saja tidak punya uang. Pekerjaan Myria hanya seorang pelayan. Ayah juga tidak bekerja lalu dari mana uang untuk mengembalikannya?" Myria dengan begitu panjang lebar menjelaskan situasinya. Wanita itu tidak habis pikir Bagaimana bisa ayahnya meminjam uang sebanyak itu.
__ADS_1
"tenang kamu tenang dulu ayah bisa jelaskan, jadi Melviano bersedia memberikan 10 miliar asalkan ayah mau ikut dengannya" Witton mencoba menenangkan kemarahan anaknya.
"maksudnya ikut bagaimana? Ayah bekerja di tempatnya?" Myria masih belum mengerti yang ayahnya maksud kan.
" iya, dia bersedia memberikan ayah pekerjaan. tapi ayah belum tau seperti apa pekerjaanya"
"ayah ini selalu saja ceroboh besok aku akan menemui Melviano, aku akan menggantikan ayah bekerja, ayah di rumah saja" jawab Myria menolak ide dari sang ayah.
Wanita itu tidak mau melihat ayahnya bekerja lagi di usianya yang sudah tidak muda. Dulu ayah harus bertanggung jawab atas semua yang wanita itu kerjakan dan butuhkan sekarang sudah saatnya Myria harus menjadi lebih dewasa. Kedua ayah dan anak itu saling berpelukan mereka saling menguatkan satu sama lain ada. Mereka hanya berdua tidak ada keluarga lain yang mereka miliki.
"anak ayah sudah dewasa sekarang" jawab ucapan Witton. Lelaki itu selalu saja bangga kepada anak perempuan satu-satunya ini.
" maafkan Myria yang baru sekarang menyadarinya ayah" Myria merasa bersalah.
Pagi harinya, sesuai dengan ucapannya dan setelah ayahnya memberikan barang-barangnya termasuk handphone, wanita itu pergi menemui Melviano.
Berdasarkan informasi dari ayahnya lelaki itu ternyata bekerja di sebuah toko bangunan. Sayangnya toko itu berada di luar kota. Wanita itu perlu menaiki sebuah taksi untuk bisa sampai di sana. Tak berselang lama Myriapun sampau, dia langsung menemui seorang karyawan.
"permisi apa tuan Melviano bekerja hari ini?" tanya Myria dengan ramah.
"apa bisa aku menemuinya?" tanya Myria lagi.
" kamu bisa menunggunya sampai jam istirahat tiba" jawab karyawan itu.
Myria melihat jam tangannya, waktu masih menunjukkan pukul 10 pagi. Setidaknya dia perlu menunggu 1 jam lagi untuk bisa bertemu dengan lelaki itu.
"baiklah terima kasih sampaikan bahwa aku menunggunya" sebelum akhirnya wanita itu pergi dan menunggu di depan toko atau berjalan-jalan sebentar. Setelah menyelesaikan sarapan menjelang makan siang, Myria kembali ke toko bangunan itu.
"apa aku sudah bisa bertemu dengan Melviano?" tany Myria lagi.
"sebentar kau tunggu saja di sini" jawab karyawan itu tanpa tersenyum.
Myria sendirian menunggu di depan toko dengan setia, meski karyawan tersebut seakan tidak suka dengan kehadirannya. Tapi Myria tidak ambil pusing niatnya hanya ingin menggantikan ayahnya bekerja.
__ADS_1
"hey, kau datang kemari?" ucap Melviano begitu melihat Myria ada di depan toko.
" hei, sepertinya aku memiliki hutang yang begitu banyak padamu" jawab Myria berbasa-basi.
"aku tidak tau tahu harus mengatakan apa, tapi uang 10 miliar itu sangat banyak sekali, jadi apa yang bisa aku lakukan untuk menebus uang tersebut" Myria mencoba untuk menjelaskan situasinya.
" ayahku mengatakan kalau kau sempat menawarkan sebuah pekerjaan " ucap Myria memecahkan kecanggungan mereka.
"sebenarnya itu alasan saja agar ayahmu mau menerima uang itu" jawab Melviano salah tingkah.
"jadikan kau bener-benar memberikan uang 10 milyar itu kepada kami?" Myria belum bisa mempercayainya. Karena meskipun wanita itu bekerja, butuh puluhan tahun baru bisa melunasinya. Melviano diam. Lelaki itu seakan mengiyakan ucapan Myria.
"tidak masalah aku benar- benar ingin membantu tuan Witton" jawab Melviano yang terdengar begitu tulus.
"tidak, tidak. aku tidak bisa menerima uang sebanyak itu. aku akan mengembalikannya" lanjut Myria.
" tidak usah, aku mendapatkan uang itu juga secara cuma-cuma" jawab Melviano polos.
"tetap saja aku tidak bisa menerima uang itu. Aku akan berusaha untuk membayarnya" Myria tetap tidak mau menerima uang tersebut.
Setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya Melviano bersedia menerima angsuran uang dari Myria sebagai pembayaran atas hutang-hutangnya
"apa malam ini kau ada janji?" tanya Melviano ragu-ragu.
"sepertinya tidak, kenapa?" Jawab Myria. Wanita ini masih tidak tahu maksud hiti Melviano.
"bagaimana kalau malam ini kita makan berdua?" ucap Malviano yang sedikit terbata-bata.
"boleh saja, ah ya berikan akun nomormu agar aku lebih mudah menghubungimu. Karyawan itu sepertinya tidak suka dengan kehadiranku" ucap Myria. Mereka berdua terlihat sudah akrab dan dekat.
Tanpa mereka sadari seseorang melihat semua kejadian itu dari dengan tangan memegang setir mobil dengan sangat kuat. Kemudian pergi meninggalkan kedua sejoli itu dengan rasa amarah. Lelaki itu menuju rumah sakit.
" kau dari mana saja? Tidak ada orang lain yang bisa menyuapiku" ucap Ansel dengan nada merengek.
__ADS_1
Lelaki itu terlihat tidak baik-baik saja. Tubuhnya penuh luka lebam, salah satu bibirnya berdarah, matanya juga membiru. Kedua tangannya mengalami pergeseran sendi. Semua luka itu tidak lain akibat pertarungan mereka semalam.