Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
6. Dipaksa Menikah


__ADS_3

Tanpa perlu lama kedua lelaki itu pergi dari kamar. Myria sudah bisa bernafas dengan


lega. Wanita itu baru menyadari bahwa dia sudah berpindah di ranjang. Pasti


Gael memindahkannya, dan tiba-tiba saja dia teringat dengan ucapan Ansel.


Kenapa lelaki itu berfikir jika Gael sudah menidurinya, padahal selama ini dia


dan Gael tidak pernah melakukannya. Apa mungkin Gael berbohong karena ingin


melindunginya. Atas dasar apa. Tanpa sadar ada perasaan hangat yang menyentuh


hati Myria. Dia mulai luluh padahal Gael belum mengatakan apapun.


Pertemuan


itu dimulai, dari yang mereka lihat. Semua kelompok mafia raksasa hadir dengan


membawa auranya masing-masing. Dan tidak ada satupun yang berfikir bahwa


apertemuan ini dihadiri oleh para penghuni dunia bawah. Penampilan mereka


sangat menipu, setelan jas mahal terbaik. Seolah seperti para pembisnis


terkenal.


“bagaimana menurutmu?”Ansel meminta pendapat Gael mengenai situasi pertemuan.


“mereka hanya ingin pengakuan kita saja, sepertinya ada yang mereka incar” Gael


memiliki kemampuan menebak yang luar biasa. Perhitungannya tidak pernah meleset


jauh.


“menurutmu apa itu?” Ansel sama sekali tidak bisa melihat itu. Dia hanya ingin memiliki


jaringan luas untuk kelompoknya.


“entahlah, kau lihat salah satu dari mereka sudah mendominasi penyelenggara”


karena Gael melihat jika sebenaranya salah satu dari 5 kelompok inilah yang


mengadakan pertemuan ini.


“maksudmu ini bukan hanya soal kerja sama?” Ansel sedikit memahami permikiran


Gael.


“mereka ingin memastikan sesuatu, kita tidak perlu menjelaskan situasi dalam”


Gael melarang Ansel menjelaskan keadaan kelompok mereka yang baik-baik saja.


Perihal perizinan tidaklah sulit bagi mereka.


“untung aku membawamu” Ansel sudah bisa tenang, dia mengambil minuman.


“jangan makan apapun” larang Gael, dia memiliki firasat aneh, minuman mereka


terbilang asing, tidak seperti cairan  biasanya.


Ansel membola, dia cukup khawatir dengan apa yang Gael temukan. Dia tidak bertanya


lebih lanjut. Tingkah mereka seakan diawasi.


Tanpa membuat curiga Gael tetap tenang memahami pertemuan itu, sesekali dia juga


mengecek hap nya. Setelah ini dia perlu mengurus sesuatu. Dan akhirnya


pertemuan itu selesai, meski Ansel terus saja merasa tegang, namun akhir dari


pertemuan itu cukup menguntungkan menurutnya.


“kau bisa kembali duluan” ucap Ansel, lelaki itu melihat sebuah bar dan jelas


dia tertarik masuk kedalam.


“kalian tetap berjaga” ucap Gael kepada para bogyguard. Dia sedikit memahami

__ADS_1


sikap Ansel yang sedikit ceroboh. Mereka tidak berada di kawasan kekuasaan,


jika terjadi sesuatu yang buruk semuanya akan repot.


“baik bos” ucap mereka serempak.


Gael masuk kedalam mobil, dia menuju hotel.


“cepat bersiap “ ucap Gael kepada Myria yang sedang berbaring di sofa. Myria


tidak ingin berdebat akhirnya dia mengambil sebuah jaket dari koper yang baru


tadi pagi sampai di kamar.


Mereka menaiki mobil menjauh dari hotel, Gael merasa sedikit aneh dengan kebisuan


Myria. Wanita itu tidak biasanya begitu penurut seperti ini.


“untuk apa kita kesini?” tanya Myria begitu mereka sampai disebuah tempat


peribadatan.


“apa kita akan menghadiri pesta pernikahan?” lanjut Myria karena Gael tidak


kunjung menjawabnya. Baru saja Gael berfikir jika wanita ini berubah, kini


sudah kambuh.


Mereka berdua terus berjalan menuju bagian depan, Myria masih bertanya-tanya tujuan


kedatangan mereka. tidak ada siapapun disini kecuali di bagian depan yang hanya


ada satu orang, mungkin selaku pengurus tempat ini.


“bisa kita mulai?” ucap lelaki pengurus. Kening Myria berkerut. Kalimat itu


menandakan jika kedatangan mereka sudah ditunggu. Jelas Gael sudah membuat


janji kedatangan mereka.


“bisa” jawab Gael singkat. Myria semakin tidak bisa berkata-kata. Situasi ini


Dan setelahnya semua terjadi seperti yang dia fikirkan. Pengurus itu mengatakan


janji pernikahan. Myria menatap Gael kebingungan, lelaki itu dengan lancar


mengucapkan janji nikah padanya.


“jawab!” ucap Gael penuh penekanan. Myria tidak bisa berfikir otaknya beku


mendadak.


“apa?” tanya Myria kebingungan.


“baca ini, jika tidak Ansel yang akan membawamu”


“tapi ini janji pernikahan?” Myria belum mengerti situasinya.


“ucapkan” Gael menatapnya lembut. Wanita itu seakan terhipnotis dengan manic


Gael yang teduh. Tidak pernah sekalipun Myria melihat manic Gael seperti itu.


Diambang kesadaranya wanita itu mengucapakan tulisan di kertas itu dengan


lancar. Dia seperti terhipnosis oleh mata Gael. Prosesi pernikahan paksa sudah


selesai. Di akhiri dengan ciuman menuntut dari Gael, disinilah Myria merasa aneh


dengan dirinya.


Myria sedikit memberontak namun Gael memegang kepalanya erat. bahkan dorongan


tanganya pada dada Gael sama sekali tidak berpengaruh. Karena lelah akhirnya


Myria pasrah.  Dia tau jika lelaki ini


adalah seorang mafia kejam, namun di sisi lain dia juga menikmati ciuman

__ADS_1


mereka.


Mereka berdua kembali ke mobil.


“apa kita baru saja menikah?” Myria meghentikan langkahnya. dia baru seakan baru


tersadar. Sedangkan Gael yang mendengarnya hanya bisa menarik sudut bibirnya


puas.


“masuk” Gael kembali menjadi lelaki dingin tanpa ekpresi. Myria menyesal sudah


menuruti keinginan Gael tadi. Nyatanya tatapan teduh lelaki itu hanya sebuah


sandiwara.


“kenapa kau menikahiku?” tanya Myria kesal.


“karena kau bodoh dan miskin” jawab Gael membating harapan Myria. Dia fikir


lelaki ini benar-benar tertarik padanya. Jika iya, setidaknya dia menjadi istri


pembisnis sukses dan bergelimpahan harta.


“kau fikir menikah itu sebuah permainan?” Myria tidak habis pikir.


“mungkin” ucap Gael dengan seringai licik. Dia sudah tidak bisa menunggu lebih


lama lagi. Jika tidak begini dia tidak akan bisa mengikat Myria. Wanita ini


tidak boleh terlepas darinya. Sudah lama sekali dia menahan insting dirinya.


Ddrrtt


hp Gael berbunyi,


“apa?” Gael merasa jika sudah ada sesutau yang buruk terjadi.


“kalian tunggu disana” Gael menjawab, terlihat raut wajahnya menahan kemarahan.


Myria yang berada di dekatnya awalnya ingin meneruska acara kesalnya, namun


melihat Gael seperti itu, lebih baik dia mencari aman saja dengan diam.


Laju mobil mendadak menjadi cepat, Myria berpengangan pada tali seatbelt.


Tak lama mereka sudah sampai didepan hotel.


“masuklah aku akan menyusul” Gael menyuruhnya.


Myria menurut saja tanpa banyak tanya. Gael langsung meninggalkannya begitu dia


keluar dari mobil. Sepertinya ada masalah genting yang terjadi.


Gael sampai di depan sebuah Bar, dia mendapatkan kabar jika Ansel tengah mabuk berat


dan dalam kondisinya itu dia menganggu seorang wanita yang ternyata datang


bersama pacarnya. Kekanakan sekali.


“turunkan tanganmu” Gael baru saja datang. Rupanya lawan mereka bukan lelaki


biasa. Pantas saja para bodyguard langsung menghubunginya,


“siapa kau?” ucap lawan mereka


“aku temannya, sudah biarkan saja dia” Gael segera membopong Ansel pergi.


“tidak bisa, dia sudah melecehkan pacarku” lelaki itu tentu saja tidak


melepaskan Ansel dengan mudah.


“kau lihat, dia bahkan tidak mengingat namanya. Kau berharap apa?” Gael tidak


ingin berurusan dengan bocak ingusan yang sombong.


“tetap saja, kau yang harus minta maaf” selalu saja harga diri yang menjadi

__ADS_1


taruhannya. Sudah berkali-kkali Gael berada dalam situasi yang sama. Lelaki itu


melengos tidak memperdulikan sama sekali.


__ADS_2