
Gael perlahan mulai membuat pergerakan. Lelaki itu sejenak melupakan wanita misterius yang selama ini menganggu fokusnya.
" jika senator masih saja mendesak kita, kau bisa sekali-kali menggertak mereka" Gael memberikan usulan. mereka sedang mengadakan transaksi dimana senator ingin mengikut pertemuan.
Gael bukan tipe orang yang mau di pergunakan, dia sudah menyadari keinginan senator yang janggal.
" kau tahan dulu, mereka masih berada dalam koridor" balas Ansel menahan emosi Gael. Mereka mulai berselisih. Ansel sedikit sabar karena dirinya juga ingin mengetahui keadaan senator, tak bisa di pungkiri jika mafia lain bisa menduduki mereka, Dirinya juga ingin menguasai senator. Akan sangat banyak keinginan yang akan tercapai jika dia bisa menguasai senator.
" aku sudah tidak ingin lagi menjadi menuruti keinginan mereka, jika kau ingin aman dalam berbisnis lebih baik kau jangan mencoba mendekati mereka" ucap Gael kemudian pergi berlalu begitu saja.
Ansel merasa sudah diberikan peringatan, Gael pasti sudah menebak keinginannya. Meskipun Gael hanya sebagai bawahannya, namun untuk masalah dominan Gael memang lebih banyak darinya, lelaki itu lebih bisa mengambil keputusan dan menilai keadaan.
sedangkan Ansel hanya bertindak sebagai penerima hasil kerja kelompoknya. Bertindak sebagai pengamat dan penikmat hasil.
Saat ini tim Myria sudah berjalan lebih dari 2 bulan. Mereka semakin lancar dalam melalukan misinya. Rekannya itu dengan mudah memberikan informasi-informasi penting. Bahkan menurutnya lelaki ini bisa dengan cepat mengambil kepercayaan kelompok tersebut. Bahkan beberapa transaksi sudah diberikan kepada nya secara otonom.
" kita bisa menunggu sampai kau benar-benar menjadi anggota pengamanan. Aku juga memiliki beberapa rencana cadangan agar bisa masuk dan dekat ke dalam kelompok tersebut. Kita bisa memulai rencana dalan beberapa bulan lagi" ucap Myria kepada para rekannya.
Rencana awal mulai berbeda, wanita itu akan merencanakan memutuskan untuk masuk ke dalam kelompok batu hitam tersebut. Dia harus mencari tahu siapa sebenarnya orang yang melakukan pembunuhan ayahnya.
" Bagaimana caranya ketua?" tanya salah satu rekannya.
" aku akan menjemput bola" jawab Myria penuh arti.
Setelah mendiskusikan beberapa hal dengan kelompoknya, Myria kini menghubungi Ansel dan meminta agar mereka bertemu.
" ada apa?". tanya Ansel.
__ADS_1
"aku akan masuk ke batu hitam" ucap Myria yakin.
" kau yakin dengan resikonya?" tanya Ansel memastikan.
"aku sudah siap dengan apapun yang terjadi, aku hanya ingin bertemu untuk terakhir kalinya. Setelah ini aku tidak bisa menghubungimu secara langsung. Aku ingin kau melindungi Gael" jelas Myria dalam telponnya.
" kau tidak usah khawatir, aku akan mengusahakan semuanya. Namun dengan satu syarat" saut Ansel dari sebrang.
" seseorang akan menjemputmu sebentar lagi" Lanjut Ansel dan langsung menutup panggilan.
Tak berselang lama Myria sudah berada di dalam mobil hitam, mereka meluncur menuju Bar. begitu sampai Myria segera di pandu menuju sebuah ruangan.
Myria bisa melihat di sana sudah ada Ansel yang duduk dengan ditemani seorang wanita.
" ada sesuatu yang perlu kamu lakukan untukku" ucap Ansel menatap Myria. Lelaki itu menyuruh wanita yang ada di pangkuannya agar pergi.
Ansel ingin melakukan sesuatu yang tidak hanya tentang kematian. Dia juga ingin menutup lingkaran setan yang selama ini terus berputar. Lingkaran setan yang tidak pernah berhenti.
" melakukan apa? jadi ini syaratnya?" tanya Myria yang sudah duduk di samping Ansel.
" semuanya ada disini" jawab Ansel sambil memberikan beberapa berkas. Myria menerimanya dengan penuh tanya.
Myria membuka sebuah berkas tebal itu. Dia masih belum mengerti untuk apa Ansel memberikan berkas lagi.
" aku ingin kau mencari orang itu dan kau buat dia dikhianati oleh anggota batu hitam. buat dia di usir dan setelahnya biarkan aku yang mengurus nya" Ansel mulai menjelaskan maksudnya.
Dalam benak Ansel, jika Myria berhasil melakukan sesuatu itu dia akan membiarkan wanita itu namun jika tidak, maka Ansel akan memastikan jika wanita itu tidak akan pernah bisa keluar dari kelompok batu hitam.
__ADS_1
"Baiklah aku akan berusaha melakukan nya" Myria menerima tugas itu tanpa berfikir panjang.
Wanita itu kemudian kembali ke markas nya. Dia membuka kembali berkas yang dia terima. Myria membacanya di ruang pribadinya. Ia membuka berkas yang berisi tentang identitas seseorang beserta foto dan segala hal yang menyangkut orang tersebut.
Ini adalah informasi seseorang yang Ansel ingin hancurkan, seseorang itu menjadi penghianat kelompoknya. Ansel ingin memainkan perannya dengan baik, membuat kelompok batu hitam goyah dan menyingkirkan seseorang itu.
Myria melihat dengan seksama semua latar belakang dari orang tersebut. Myria akan menjadikannya target kedua setelah pembunuh ayahnya.
setelah membacanya wanita menutup berkas tersebut dan menyembunyikannya. Dia akan memulai rencana selanjutnya. Bertepatan dengan Malam ini adalah jadwal rekannya akan memberikan informasi.
tok tok
" ketua " ucap rekannya. Sepertinya Harry sudah datang.
"bagaimana perkembangan disana?" Myria memulai rapat.
" sejauh ini perkembangan kita sangat baik" jawab Harry sambil menyerahkan beberapa buku transaksi kepada Myria.
"bagiku yang paling penting adalah statusmu harus sudah sangat dipercaya. Dan kemungkinan dalam waktu dekat aku ingin kau menjadi ku anggota selanjutnya"
" itu tidak akan sulit lagi, tunggu sampai saya bisa mencapai petugas pengaman " ucap Harry yakin.
" baiklah untuk selengkapnya aku akan menjelaskan secara detail setelah kau berhasil" Myria menatap dalam Harry, dialah satu-satu orang yang bisa membantunya.
setelah rencananya berjalan dia akan berjalan sendiri. Mau apapun yang akan terjadi dia akan menghadapi sendiri.
Myria memang sudah memberikan Myria misi khusus. dia ingin Myria membunuh seseorang yang ada di Batu Hitam. sejak awal memang lelaki itu menginginkan Myria melakukan hal ini untuknya. Ansel ingin memberikan balas dendam yang setimpal kepada dia. Lelaki yang sudah membuatnya menjadi ketua mafia. Ansel tidak akan lupa. Sejak awal Batu Hitam adalah kelompok rival, mereka adalah musuh bebuyutan.
__ADS_1