
" tuan, anda di tunggu tuan Ansel di ruang istirahat" Sonia menghampiri Gael. Lelaki itu mengerutkan keningnya. Tidak biasanya Ansel seperti ini. Biasanya dia akan langsung menghampirinya jika ada sesuatu. Gael mengangguk dan pergi ke ruang istirahat.
" ada apa?" tanya Gael melihat Ansel duduk dengan sebuah map di atas meja.
" ini adalah salinan kontak dan percakapan Sergio dengan Lucas, lelaki tua yang kita temui itu" ucap Ansel langsung menarik perhatian Gael. Tanpa bertanya Gael segera duduk dan membuka map tersebut.
" ku harap ini bisa membantumu. jujur saja, aku belum bisa memutuskan" Ansel merasa bersalah, dengan pilihan yang dia dapatkan.
" bagaimana bisa kau mendapatkan semua ini?" Gael masih melihat map, dia membaca dengan seksama.
" aku menyuruh seseorang untuk menerobos unit, Sergio dalam keadaan sekarat. Jadi hanya ini yang bisa aku dapatkan" jawab Ansel.
" Lucas? dia bukan pemimpin GM?" Gael menangkap isi dari map itu.
" di hanya kaki tangan. kurasa dia mengambil PIN hanya untuk mencari muka. giliranmu yang mencari tau" jawab Ansel menatap Gael dengan seksama.
" kau tidak memiliki banyak waktu" lanjut Ansel. Dia sadar jika hanya ini yang bisa dia lakukan.
" aku tau" jawab Gael tenang.
" hal ini sangat membantuku" lanjut Gael dengan menatap Ansel.
" ku harap kau bisa menyusun rencana" Ansel tidak akan ragu sedikitpun jika Gael sudah membuat rencana.
Pertemuan selanjutnya Gael tidak ikut, dia pergi dari PIN untuk melakukan hal lain. Sedangkan Ansel memimpin pertemuan yang menjelaskan siapa musuh mereka dan bagaimana hubungannya dengan GM.
" jadi dia bukan dari GM?" tanya salah satu anggota.
" bukan, sepertinya dia bertindak tanpa pengetahuan GM" jawab Ansel.
" kita bisa sedikit lega" bawahan lainnya tampak senang.
" ya, tapi kita tau sendiri, mereka menculik Myria dan itu bukanlah tindakan mudah. di belakang GM saja mereka sudah berani seperti ini. jangan dikira gertakan mereka hanya usapan belaka" Ansel mengingatkan.
" iya tuan" ucap bawahan itu.
" kita tunggu sampai Bos Gael memberikan arahan" ucap Ansel mengakhiri pertemuan.
Gael saat ini tengah berada di privat jet. Dia pergi menemui seseorang. Dia harus bergerak cepat, waktu yang dia miliki sangatlah terbatas.
" lepaskan aku!" teriak Myria, dia terus berteriak jika ada salah seorang penjaga yang masuk.
" diam kau dasar wanita murahan" balas penjaga itu tak kalah kerasnya. Penjaga itu terlalu sering mendengar teriakan Myria. membuatnya malas berjaga di dalam. Jika bukan karena larangan Lucas, mungkin dia sudah menjadikan Myria penghangat tidurnya.
" lepaskan aku!" teriak Myria lagi.
tanpa membalas, penjaga itu pergi dan duduk di depan pintu ruangan.
Dan Memang inilah yang Myria inginkan, dia bisa bebas membuka tali pengikat menggunakan serpihan kayu yang dia pungut sebelumnya.
" kalian buat artikel mengenai GM yang menyerang 2M, buatlah seolah PIN menjadi taruhannya. Aku ingin semua media berita meliputnya" ucap Gael kepada anak buahnya melalui panggilan.
" baik bos" jawab anak buahnya.
Gael berada di sebuah hotel mewah. Dia akan merayu seorang wanita yang kemungkinan bisa memberikan banyak keuntungan.
__ADS_1
Suara musik berdentang kencang, lampu warna warni semakin menambah keasyikan dan kesenangan di dalam sana.
Gael duduk di kursi bar. Dia sudah memesan satu minuman. matanya terus mencari dan mengamati sekeliling. Cukup laman Gael menunggu sampai seorang wanita mendekatinya.
" sedang ada masalah tuan?" tanya wanita itu sambil mengelus dada Gael. lelaki itu menatap wanita tersebut. sudut bibirnya langsung tertarik.
" kurasa kau bisa menghilangkannya" jawab Gael menarik pinggang wanita itu.
" bagaimana jika di salah satu hotel?" bisik wanita itu.
" tentu saja" Gael tanpa perlu banyak waktu segera menggandeng dan membawa wanita itu masuk mobilnya.
" tunggu!" teriak salah seorang lelaki dengan berpakaian jas lengkap.
" nona anda mau kemana?" tanya lelaki itu, dia jelas adalah pengawal wanita ini.
" bukan urusanmu!" jawab wanita itu tegas.
" ayoo sayang" lanjutnya menatap Gael dengan penuh kelembutan.
" ayo" Gael menarik pinggang wanita itu erat.
" berhenti" pengawal itu langsung menghadang Gael.
" kau tidak bisa membawanya" lanjut pengawal itu dengan nada tajam.
" kenapa?" tanya Gael datar. Wanita di sampingnya tersenyum senang. Aura dingin lelaki ini akan sangat membantunya.
" dia bukan wanita sembarangan, lebih baik kau pergi" jawab pengawal itu.
" tentu tidak. lelaki itu pembohong. Kau bisa melakukan sesuatu sesukamu padanya jika mengganggu" wanita itu seakan menyuruh Gael untuk melawan pengawalnya sendiri.
" oh begitu, baiklah" jawab Gael, dan langsung memberikan satu pukulan keras pada pengawal itu. Seketika langsung tumbang.
Gael dan wanita itu masuk mobil tanpa kendala.
" kau pandai sekali" sanjung wanita itu. Dia terus menggandeng lengan Gael yang berotot itu. bergelayut manja merayu Gael.
" jangan terlalu memuji, itu hanya hal biasa" jawab Gael masih fokus menyetir.
Keduanya hanyut dalam kebisuan dan tak terasa sudah sampai di sebuah hotel.
" kamar suite " ucap Gael sombong.
" wow. kau juga kaya" saut wanita itu semakin terpesona dengan seorang Gael.
" ini kuncinya" ucap petugas hotel.
Keduanya menaiki lift menuju kamar. Gael memeluk pinggang wanita itu dengan erat. Seakan tidak mau melepaskan wanita ini.
" emm.. kau sangat seksi" ucap wanita itu saat mereka masuk ke kamar dan segera mengalunkan tangannya di leher Gael.
" kau juga sangat natural" jawab Gael menggantungkan kalimat.
" dalam menipu seseorang"lanjut Gael. Wanita itu bukannya takut, dia semakin tertarik dengan tebakan Gael yang benar.
__ADS_1
" jadi kau tau siapa aku?" tanya wanita itu dengan manja.
" GM, kau berhubungan dengan mereka" jawab Gael datar.
" hahaahah. aku baru pertama kali menemui lelaki yang tampan dan cerdas seperti mu" wanita itu semakin merapatkan tubuhnya.
" tapi kau bukan wanita cantik pertama yang aku temui" jawab Gael setengah merayu dan menghina.
" hahahaha, kau cukup terbuka, setidaknya aku termasuk cantik di matamu" jawab wanita itu kemudian menjauh dan duduk di ranjang.
" aku sudah membantumu menyingkirkan pengawal itu, kau harus membantuku juga" saut Gael dia tidak akan melupakan niat awalnya, karena inilah yang terpenting.
" tergantung " jawab wanita itu membuat emosi Gael tersulut.
" kau ingin bermain-main denganku?" desis Gael dengan tatapan tajam.
" di atas sini? tentu saja. Aku juga ingin merasakan kegagahanmu" ucap wanita itu sambil membuka salah satu kaitan dress nya.
" kau akan menyesalinya" Gael berjalan mendekati wanita itu sambil membuka kemejanya.
tok tok tok pintu kamar terketuk pelan.
Gael langsung tersenyum senang.
" minggir" ucap wanita itu sambil memperbaiki tampilannya dan turun dari ranjang. Gael menghalangi jalannya.
" bukankah kau ingin bermain sebentar? " tanya Gael menahan tubuh wanita itu agar tidak mendekati ranjang.
" menyingkir, ku bilang" ucap Wanita itu dengan nada ketus.
" penuhi kesepakatan" jawab Gael serius mendesak agar wanita itu berjanji untuk membantunya.
" kau?!" desis wanita itu. Mereka saling melempar tatapan tajam.
" baiklah, puas?" jawab wanita itu marah. Gael memberikan jalan.
ceklek
" kenapa lama sekali?" suara lelaki marah langsung menyambut. Gael merasa jika keduanya memiliki hubungan spesial.
Gael melihat ke arah pintu, bersamaan dengan tamu lelaki itu menatapnya.
" siapa dia?" tanya tamunya kemudian masuk mendekati Gael.
" bukan siapa-siapa" jawab wanita itu mencoba menenangkan.
" tidak, kalian pasti telah melakukan sesuatu" tamu itu tidak mempercayai wanitanya.
" katakan padanya!" teriak wanita itu kepada Gael. Gael menyeringai, kedua manusia ini sangat konyol dan merepotkan.
Gael mengambil kemejanya, dan memakainya.
" setelah selesai kesepakatan, aku akan menjelaskannya" jawab Gael sambil berjalan keluar.
" hey, kau mau kemana?" tamunya tidak terima karena belum mendapatkan jawaban kenapa wanitanya bisa satu kamar dengan lelaki tanpa baju.
__ADS_1
" brengsek!" guman wanita itu menatap Gael tajam. Mau tidak mau dia harus melaksanakan kesepakatan yang dia pikir hanya mainan semata.