Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
89. Kabar Buruk


__ADS_3

Mobil sampai di mansion utama, Gael keluar dari mobil. Matanya sibuk mencari sosok lain yang kunjung terlihat.


" dimana Ansel?" tanya Gael pada dirinya sendiri.


Seseorang yang dia cari tidak kelihatan batang hidungnya.


" selamat datang taun Gael" ucap Angel yang sejak tadi menunggu kedatangan lelaki itu.


" kau cari siapa?" tanya Angel yang melihat Gael menatap ke arah pagar Mansion.


" pemimpin 2M" jawab Gael tak sadar.


" bukanya kau?" Angel menjadi bingung.


Di sisi lain Ansel sejak tadi menghubungi Sonia tapi tidak ada jawaban. Lelaki itu tidak bisa tenang sebelum memastikan firasatnya salah.


drrt drrt. Hp Sonia bergetar di dalam sakunya. Wanita itu tidak berani menerima panggilan. Dia tidak ingin persembunyiannya terbongkar.


" bawa kemari!" teriakan Lucas terdengar sayup-sayup.


" mau pergi kemana?" ucap Lucas lagi. Sonia memberanikan diri melihat keadaan sekitar lewat celah pintu.


" mau apa lagi kau brengsek! stt" balas Myria menahan sakitnya. Wanita itu duduk bersimpuh sambil memegang bahunya yang terserempet timah panas.


" kau? gara-gara kau lepas aku tidak bisa memiliki PIN. kini aku pastikan Gael harus memilih, kehilanganmu atau PIN" ucap Lucas tegas.


" brengsek !!" teriak Myria keras. Sonia membekap mulutnya sambil melihat semua kejadian mengerikan itu.


" bawa dia" anggota lain menarik tubuh Myria berdiri dan mendorongnya agar berjalan.


" kau tidak selamat, Lucas" desis Myria, kini tangannya di tali agar tidak bisa melawan.


" oh ya. kita lihat saja" tantang Lucas. lelaki ini terlalu percaya diri karena keberhasilan beberapa waktu yang lalu.


dor dor dor.. Suara tembakan menyabut mereka saat keluar. Ansel menghadapi mereka sendiri. Mendadak anggota Lucas sibuk mengamankan diri dan membalas serangan tembakan.


Kesempatan ini digunakan Myria berlari menjauhi kelompok Lucas.


" Myria" panggil Sonia pelan.


" kenapa kau keluar?" tanya Myria cepat.


" aku akan membantumu melepas ikatan ini" ucap sonia sembari mengambil pisau dan memotong tali tersebut.


" kau pergilah bersembunyi lagi" pinta Myria.


" tidak lebih baik kita pergi dari sini" ucap Sonia, semuanya sedang sibuk di luar dan memang waktu yang pas untuk melarikan diri.


" baiklah ayo" Myria dan Sonia berjalan mengendap- endap dari samping.


" bos wanita itu kabur" teriak salah satu anggota kelompok. Myria dan Sonia mempercepat langkah mereka.


dor dor Myria menebak siapa saja yang mengejarnya.


" kita ke bagian depan" ajak Sonia. kedua wanita itu menerobos pagar dari kolam renang dan turun luar villa. Untung saja Ansel melihatnya, lelaki itu segera menjalan mobil menuju tempat Sonia.


" masuk cepat!" teriak Ansel. Sonia membuka mobil dan membatu Myria masuk.


" kejar mereka jangan sampai lolos" Lucas kewalahan menghadapi serangan Ansel. Dia meradang saat rencananya nyaris gagal.


anggota Lucas yang tersisa langsung menuju mobil, mereka mengejar mobil Ansel. Sedangkan Lucas dia mengendarai mobil sendiri.


Gael terpaksa masuk sendirian, dia sibuk menelpon Ansel sambil menunggu di ruang tamu. Gael juga menelpon Myria, semuanya tidak ada jawaban.

__ADS_1


" Ah Sonia" Gael berganti menelpon Sonia.


ddrrt drrt, Sonia melihat hpnya.


" tuan Gael menelpon" Ucap Sonia dan langsung mengangkatnya.


" Sonia apa An.."


" tuan kami di serang, tuan Lucas mencoba mencelakai kami" potong Sonia cepat.


" berikan padaku" Ansel mengulurkan tanganya mengambil hp.


" Gael, Lucas mengetahui lokasi kita. Dia berusaha membalas dendam. Kau lacak lokasi hp Sonia. Mereka mengejar ku sekarang" jelas Ansel.


Gael yang mendengar itu langsung berdiri dan berjalan keluar, bersamaan dengan tuan besar yang berjalan memasuki ruang tamu.


" kenapa dia?" tanya Tuan besar kepda Angel.


" sebentar paman" Angel berlari menyusul Gael.


" Gael ada apa?" teriak Angel menghentikan langkah Gael. Lelaki itu membalikkan tubuhnya. Dengan posisi ini tuan besar bisa melihat wajah Gael dengan jelas. Jantungnya langsung berdegup kencang.


" Lucas menyerang orang ku" jawab Gael singkat kemudian mengambil alih kunci mobil dari sopir yang berjaga. Lelaki itu langsung melanjutkan mobil dengan kecepatan penuh mengikuti titik letak yabg ditunjukkan hp nya.


Aksi kejar-kerjaan tidak bisa di hindarkan. Lokasi Villa yang berada du pedesaan membuat kondisi jalan sepi dan dengan mudah mobil merek meluncur.


door door, tembakan dari belakang mobil membuat Ansel sedikit tidak fokus. Myria dan Sonia membungkukkan badannya menghindari peluru. Mobil ini tidak Seperti mobil mereka yang memiliki banyak perlindungan.


" Kalian tidak apa-apa?" tanya Ansel khawatir. Apalagi dengan kondisi Sonia.


" tidak" jawab Sonia. Wanita itu ikut berusaha membalut luka Myria menggunakan kain seadanya.


brak bagian belakang mobil terkena hantaman.


" tahan ya" ucap Sonia sedang menali kain.


Ansel fokus melajukan mobil dengan kecepatan penuh.


" sial..!" teriak Ansel. Dia tidak puas dengan kinerja mobilnya. sangat jauh berbeda dengan miliknya.


" mereka masih terus mengejar" ucap Sonia melihat mobil belakang sudah semakin dekat.


Brak .. lagi, mereka mendapatkan hantaman.


" astaga" pekik Myria. lukanya terus mengeluarkan darah.


Mobil itu terus melaju, semakin masuk ke wilayah perkotaan.


drrtt drt hp Sonia bunyi lagi, Ansel segera mengangkatnya.


" aku sudah ada di belakangmu" ucap Gael. meski lumayan jauh, Gael sudah bisa melihat aksi kejar kejaran yang Ansel hadapi.


" baiklah Segera amankan.."


brakk ternyata Lucas juga sedang menunggu Gael. Kini Gael berhadapan dengan Lucas. Mereka saling membenturkan mobil.


Brak brak..


Gael sempat kehilangan kendali. Hal yang sama juga terjadi pada Ansel. Kali ini mereka semakin kewalahan. Jalanan mulai ramai sedangkan mobil belakang terus mengejar. Ansel benar-benar harus hati-hati menghindari pengendara lain.


" Awass!" teriak Sonia saat ada mereka masuk jalur lawan.


" akk" benturan demi benturan terus terjadi bahkan kini perut Sonia mulai merasakan sakit.

__ADS_1


" bertahanlah" ucap Ansel sambil melihat ke belakang, dia tau jika kedua wanita di sana masing-masing menahan sakit.


" awas!" teriak Sonia.


cciit. brakk ... Mobil Ansel bertabrakan saat di persimpangan jalan. Meski tidak sampai terguling namun dengan kecepatan yang tinggi benturan keras tidak terhindarkan.


Semua pengendara berhenti, termasuk anggota Lucas yang sejak tadi mengejar. Mereka keluar dan melihat isi mobil. Banyak orang yang mengelilingi mobil Ansel.


" kasihan sekali" ucap para penonton.


Sayangnya kesempatan ini digunakan kelompok Lucas untuk melancarkan aksinya. Dengan berpura-pura menolong. Mereka mencoba membawa satu persatu penghuni mobil yang semuanya dalam keadaan tidak sadar.


" kalian bawa wanita itu" tunjuk salah satu kearah Myria. Semua menjalankan tugas.


" ini lelaki ini bawa" Ansel mendapat giliran Kedua. Tinggal Sonia, saat ingin membawanya mobil Gael telah sampai. Anggota Lucas langsung tancap gas.


" heyyy" teriak Gael saat menuruni mobil. Baru saja melangkah ingin masuk ke mobil dan mengejar, sudut mata Gael melihat Sonia masih terkapar. Lelaki ini tidak mungkin membiarkannya begitu saja.


Alhasil Gael menuju mobil Ansel dan mengangkat Sonia ke dalam mobilnya. Lelaki itu langsung menuju rumah sakit terdekat.


" suster!" teriak Gael memecah keheningan rumah sakit. Para tenaga medis langsung berlari menghampiri. Gael mendorong ranjang menuju ruang operasi.


" anda bisa mengurus administrasi dulu, kami akan menangani pasien dengan sebaik mungkin" ucap perawat. Gael berhenti di depan pintu ruangan. Dia dilarang masuk.


" sial, kau Lucas " desis Gael. Dia menyesal kenapa tidak membunuh lelaki tua itu sejak awal.


Sedangkan lelaki tua itu tersenyum senang menuju tempat persembunyian. Dia mendapatkan kabar baik dari anak buahnya.


" tuan kita mendapatkan wanita itu beserta Asistennya" ucap mereka dalam panggilan.


" bagus, bawa mereka ke labolatorium lama" jawab Lucas. Dia sengaja memilih tempat yang terlupakan agar tidak mudah di temukan.


" baik tuan" jawab anak buahnya. Mereka langsung melajukan menuju tempat yang tuan mereka inginkan.


Dalam perjalanan Lucas tidak ada hentinya bersenandung gembira. Dia sudah kehilangan akal. Meski Angel bahkan asisten tuan besar sedari tadi menelponnya, Lucas sama sekali tidak mengangkatnya. Yang ada di pikirannya hanyalah PIN. Lelaki itu tidak tau jika tuan besar kini membela Angel. Meski mendapatkan PIN, nyatanya sikapnya lebih dulu mengecewakan tuan besar.


Di Mansion utama Angel masih terus mencoba menelpon Lucas.


" bagaimana nona?" tanya asisten tuan besar.


" belum juga di angkat" jawab Angel lemah. Dia tidak tau bagaimana keadaan Gael dan teman-temannya. Lelaki itu juga tidak bisa di hubungi.


Sedangkan tuan besar semenjak melihat wajah Gael, lelaki itu seakan terseret masa lalu. Lelaki itu menatap album foto istri dan anaknya. Entah perasaannya saja atau tidak, wajah itu sangat mirip dengan dirinya. Mengingatkannya pada bayi kecilnya yang hilang puluhan tahun yang lalu.


" tuan mereka tidak bisa di lacak ataupun di hubungi." lapor Asisten ya. Tuan besar tidak merespon, terpaksa asisten itu keluar. Jika seperti ini tuan besar sedang tidak ingin di ganggu.


ddrrttt drrttt. Sejak tadi hp nya berdering. Gael dengan tidak membukanya. Dia termenung duduk di bangku rumah sakit. Dia harus menyusun rencana, kali ini dia pastikan akan membunuh Lucas dengan tangannya sendiri.


" keluarga pasien!" teriak perawat.


" iya" Gael mendekat.


" pasien mengalami pendarahan, kami akan berusaha menyelamatkan bayi serta ibunya. anda silahkan mengisi surat pernyataan untuk menyetujui Segala tindakan" jelas perawat tersebut.


" Sonia hamil?" tanya Gael tidak percaya. Bagaimana bisa Ansel tidak mengatakan apapun mengenai hal ini.


" iya, anda silahkan menandatangani surat ini" perawat itu memberikan map yang berisi lembaran kertas.


" saya mohon selamatkan bayi dan ibunya, saya mohon sekali" ini pertama kalinya Gael mengiba pada orang lain. Dia harus bisa menjaga bayi Ansel dengan baik. Sonia harus aman.


" kami akan mengusahakannya, anda jangan khawatir" ucap perawat itu.


" ini, anda isi secepatnya" pesan perawat, Gael mengambilnya. Dia masih syok mendengar kabar ini. Seharusnya ini adalah kabar baik, tapi situasinya seperti ini. Gael hanya bisa berharap agar bayi itu bisa bertahan.

__ADS_1


__ADS_2