Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
62. Tersembunyi


__ADS_3

" siapa?" tanya Myria yang terbangun akibat bentakan Gael tadi.


" tidak penting" jawab Gael dan melanjutkan tidur. Myria menatap Gael lama,


" pasti masalah Senator" ucap Myria dalam hati.


Semalam entah ada maksud apa, Ansel datang dan menceritakan masalah tentang senator. Awalnya Myria tidak mengerti siapa dan kenapa dengan senator. Ansel terus saja menjelaskan, Myria akhirnya menyimpulkan bahwa saat ini Gael dan PIN menjadi target pihak yang mengklaim sebagai pengatur mafia.


Jika benar begitu maka posisi Gael akan sangat terancam, belum lagi dengan kasus video itu. Ansel menjelaskan semuanya tanpa di tutupi seakan mengadukan permasalahannya. Myria mengerti sekarang, Ansel tidak mungkin bercerita hanya untuk mendongeng padanya, atau membantunya mengetahui kondisi Gael.


Ansel adalah lelaki yang tidak ingin rugi, dari sini saja Myria yakin Ansel pasti ingin Myria ikut campur dalam urusan ini.


" kau kenapa?" tanya Gael saat tau Myria menatapnya dalam lamunan.


" tidak, hanya ingin tau siapa saja wanita pernah menatapmu seperti ini" jawab Myria asal.


" hanya kau" jawab Gael lalu menarik Myria dalam pelukannya dan kembali tidur.


" jadi bagaimana?" tanya Gael yang baru duduk di sebelah Ansel. Mereka berada di ruang kerja pribadi Ansel.


" bisa-bisanya kau.."


" berhenti mengomel, jelaskan saja apa rencana mu" Gael tidak ingin kepala kembali pusing akibat celotehan Ansel yang tidak bermutu.


Ansel menatap tajam, dan mengambil nafas panjang.


" besok lusa kita akan berangkat, kaulah yang akan memimpin rombongan kita" Ansel memulai pembicaraan.


" lalu?" tanya Gael.

__ADS_1


" ya kau harus menyiapkan rencana jika senator melakukan agresi. Kau tau apa tidak sih bagaimana kondisi kita saat ini?" Ansel tidak Habi pikir, kenapa Gael terlihat masih tenang dalam menghadapi masalah ini.


" dimana mereka ingin bertemu?" tanya Gael lagi.


" Rusia" Ansel terus menahan emosinya, jangan sampai karena ocehannya Gael akan menolak pergi.


" tidak, jangan mau. Rubah ke jepang. Jika mereka ingin melakukan agresi jelas tidak memungkinkan" balas Gael.


" bagaimana caranya? mereka yang sudah menentukan nya" jawab Ansel dengan nada tinggi.


" kau hubungi saja mereka, bilang PIN ingin mengubah tempatnya. bereskan?" saran dari Gael.


" ck ck.. kau merepotkan saja!" Ansel mau tak mau tetap melaksanakan perintah Gael. Dia sendiri yang mengatakan jika Gael adalah pemimpin PIN. Jadi dia harus memperlihatkan yang semestinya pada Senator.


Gael pergi ke ruangan informasi,


" polisi sudah menerbitkan berita jika lelaki itu adalah imigran gelap yang masuk ke dalam kelompok mafia. Polisi juga menayangkan video terakhir yang mengarah kepada kelompok kita" jelas bawahan itu. Gael semakin tidak menyukai situasi ini.


" mereka sudah menyalakan apinya" guman Gael. Pertemuan lusa akan menjadi sangat krusial. Mereka jelas meminta sesuatu, dan jika tidak otomatis kelompok mereka akan menjadi sasaran kepolisian.


" bos?" panggilan itu membuyarkan lamunan Gael.


" bagaimana rencana kita selanjutnya?" lanjut bertanya.


" kalian cari tau siapa yang bertanggung jawab atas kasus ini dan suruh mata-mata mencari tau penyebab kematian lelaki itu yang sebenarnya" Gael akan mempersiapkan 'pegangan' dengan baik. Dia tidak mau hanya senator yang unggul dalam situasi ini.


" baik bos" jawab mereka.


Gael pergi ke ruangan pribadinya, dengan si temani semua hal yang terkait dengan kasus video. Sejak awal Gael sudah mengira jika masalah ini tidak sepele seperti kelihatannya. Senator yang tiba-tiba terbentuk dan mengatasnamakan sebagai mediasi dengan aparat kenegaraan. Tentu sudah di rencanakan sejak awal.

__ADS_1


" mereka menyanggupinya" ucap Ansel saat masuk ke ruangan kerja pribadi Gael.


" tentu saja, ada yang mereka incar dari kita" balas Gael santai.


" kau berfikir begitu? aku juga sama" Ansel memang merasakan keanehan dengan perhatian senator yang berlebihan pada kelompok mereka.


" menurutmu apa yang mereka incar?" lanjut Ansel penasaran, mungkin Gael bisa menebaknya.


" entahlah, aku belum yakin" jawab Gael lemah. Dia tidak tau mengapa kali ini terlalu sulit untuk dia pecahkan.


" aku merasa jika pertemuan itu akan membuat kita kewalahan" Ansel bergumam sendiri tapi Gael masih bisa mendengarnya.


" kita tidak boleh pergi dengan tangan kosong, aku akan mencari cara agar kita bisa membalikkan keadaan" ucap Gael yakin. Lelaki itu fokus pada layar monitor. Dia akan membuat mereka yang sudah bermain-main dengannya akan merasakan akibatnya.


Hari berganti, kini Gael dan rombongan sudah masuk ke dalam privat jet. Mereka akan terbang ke jepang dan bertemu dengan senator.


" kali ini kalian harus bertingkah jika Bos Gael adalah pemilik PIN. Dan aku akan menjadi asisten pribadinya. mengerti?" jelas Ansel kepada ke lima anggota lainnya.


" mengerti tuan" jawab mereka serempak.


Gael menatap jendela pesawat dalam diam, dia meninggalkan Myria dengan penjagaan yang ketat. Awalnya dia ingin memindahkan wanita itu ke PIN untuk sementara. Tapi wanita itu menolak karena fasilitas PIN yang seperti sekolahan. Dia tidak bisa bebas.


" aku tidak mau, lebih baik disini aku bisa meminta makan apapun, bisa tidur dengan nyenyak apalagi suasana rumah yang enak. Kalau di PIN semuanya hanya tembok. Aku tidak suka" Gael masih ingat betul bagaimana penolakan Myria.


" Gael kita sudah sampai" ucap Ansel saat membangunkan Gael yang tertidur di kursinya.


" em.. " Gael membuka matanya. Hari itu hujan turun dengan deras menyambut kedatangan mereka. Gael dan Ansel segera masuk ke mobil yang memang sudah mereka persiapkan. Perjalanan menuju ke hotel cukup jauh pasalnya tempat pertemuan itu termasuk pelosok dekat dengan desa.


" kita akan membahasa rencana detailnya nanti saja" Gael akan mendalami semua yang sudah dia persiapkan sejak awal. Lelaki itu tidak bergurau saat mengatakan jika mereka tidak akan pergi dengan tangan kosong. Saat ini waktu menunjukan siang hari, Gael dan Ansel memilih untuk beristirahat sejenak sampai waktu malam tiba.

__ADS_1


__ADS_2