
Biro pelatihan tersebut dengan bangga menerima laporan keberhasilan misi mereka. Mereka menilai kelompok ini cukup handal dan memiliki strategi yang bagus. Mereka melakukan pembagian tugas yang cukup efektif dan mampu mengerjakan setiap tugas sesuai dengan keahlian masing- masing.
" kerja yang bagus" ucap pelatih
"Kalian sudah siap untuk melaksanakan tugas yang sesungguhnya. Mungkin kalian berada dalam bidang yang berbeda. Namun Ingatlah jika kalian adalah rekan satu pelatihan" lanjut pelatih tersebut dengan tersenyum bangga. 6 bulan membuat mereka benar-benar dekat dan tahu karakter masing-masing.
" terima kasih atas pelajaran yang sudah anda berikan. kami tidak akan melupakan semua pelajaran yang ada di sini" mereka saling memberikan penghormatan.
Setelah selesai dan dinyatakan lulus dari pelatihan, Myria langsung dijemput oleh bawahan Ansel. Lelaki itu sudah mempersiapkan sebuah tempat di mana Myria bisa menyembunyikan dirinya. Ansel masih belum menemukan waktu yang tepat bagi Myria untuk masuk ke PIN secara diam-diam.
"Silakan nona" ucap sopir yang membukakan pintu mobil. Mereka berhenti di depan sebuah apartemen yang lumayan besar. Myria tidak habis pikir kenapa Ansel mau mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk dirinya. Dia yakin jika lelaki itu begitu membencinya tapi kenapa terkadang dia benar-benar seperti terlalu baik padanya.
Sopir itu mengantarnya sampai di depan unitnya. Dia diberikan akses dan supir itu pergi meninggalkannya. Myria masuk ke dalam dan melihat kamar yang benar-benar bagus. Setidaknya masih setidaknya sangat layak untuk ditempati.
Beberapa hari setelahnya Ansel memberikan sebuah alat komunikasi khusus kepada Myria. Ansel juga memberitahukan bahwa kelompok mafia yang sudah membunuh ayahnya sedang melakukan transaksi tak jauh dari sana. Myria tertarik untuk memantau mereka, dia ingin melihat bagaimana kinerja kelompok tersebut. Myria bersiap-siap dan mulai merancang rencana. Kelompok mafia ini menggeluti bidang obat-obatan-obatan.
__ADS_1
Myria berpura-pura sebagai petugas kebersihan di pelabuhan, di sana adalah tempat transaksi yang akan kelompok mafia berlangsung nanti. Dia mendapatkan kabar tersebut dari Ansel. dia akan memulai langkah pertamanya.
Beberapa saat setelahnya datang seseorang menghampirinya. Ternyata Ansel memberikannya seorang rekan untuk memulai langkah pertama. Mereka menunggu sampai waktu transaksi tiba, sejak tadi mereka sudah memasang beberapa kamera tersembunyi di area tersebut. Dengan begitu mereka tidak perlu repot-repot memantau mereka dalam jarak dekat.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka bisa melihat tamu yang mereka tunggu sudah datang. Myria ingin mengetahui dengan jelas siapa yang bertanggung jawab atas transaksi ini. Wanita itu terlalu sibuk sehingga dia tidak menyadari jika ada seseorang lagi yang memantau kelompok tersebut. Tiba-tiba saja alat komunikasinya berbunyi, Ansel menghubunginya di tengah-tengah dia melaksanakan misi.
"ada apa?" tanya Myria sedikit kesal.
" cepat pergi dari sana, ternyata Gael ikut memantau kelompok tersebut. jangan sampai kalian bertemu" ucap Ansel dengan khawatir. Lelaki itu baru mengetahui jika ternyata Gael juga memata-matai kelompok tersebut
Myria segera menghapuskan jejaknya, wanita itu langsung pergi dari sana. Sayangnya pergerakannya dilihat oleh Gael. Beruntung Gael tidak bisa melakukan apapun. Tidak mungkin lelaki itu menunjukkan diri dan merusak penyamarannya.
Myria seketika pergi meninggalkan lokasi tersebut. Dia terpaksa menunda misinya. Sesampainya di apartemen Myria segera menelpon balik Ansel. Dia tidak mau hal ini terulang lagi.
" bagaimana bisa kau tidak mengatakan hal ini sejak awal. Jika harus bertemu dengan Gael seperti ini jangan salahkan aku jika aku tidak peduli dengan ancaman mu. Ini adalah langkah awal ku, aku tidak mau semakin tertunda" ucapnya dengan sedikit menggebu- gebu karena kesal.
__ADS_1
"aku sendiri juga tidak tahu jika Gael ke sana. kau tahu sendiri jika lelaki itu tidak benar-benar melepaskan kelompok yang sudah melakukan pembunuhan itu. kau harus hati-hati dan untuk beberapa waktu aku tidak bisa menghubungimu. Aku akan mengirimkan seseorang untuk membantumu. Dia akan menjadi penghubung kita" semakin hari Ansel semakin kesulitan menyembunyikan hal ini. Apalagi Myria sudah menjadi target utama Gael. Ini hanya soal cepat atau lambat, pergerakan mereka akan terbongkar.
Ansel harus lebih mengatur gerakan Gael agar tidak terlalu fokus dengan Myria.
Ansel menelepon Gael.
"kau di mana?" tanya Ansel cepat.
"ada apa?" bukannya menjawab pertanyaan Ansel, Gael malah membalas balik pertanyaan itu.
" kembalilah sepertinya terjadi sesuatu di PIN, apakah bisa ke sini" ucap Ansel berbohong.
" apa terjadi masalah di sana?" tanya Gael lagi, dia tidak mau menelan mentah-mentah ucapan Ansel. Gael tidak sedang dalam kondisi yang bisa pergi begitu saja.
"Entahlah data transaksi yang di mejaku menghilang" ucapan Ansel mencari-cari alasan.
__ADS_1
" kau bisa menanyakannya pada seseorang yang ada di sana, sudah aku tutup" Gael kesal hanya masalah sepele saja harus menelponnya.
" tunggu, cepat kembali ke PIN. Ada suatu hal lain yang ingin aku diskusikan padamu, atau aku benar-benar akan memusuhi mu" Ansel terus mendesak, lelaki itu berusaha menggagalkan Gael yang mencoba melacak kepergian Myria. Jika sampai berhasil semua rencana Ansel akan terkuak. Untung saja Gael terkecoh, dia pergi menemui Ansel dan terpaksa menghentikan aksinya.