Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
103. Salah paham


__ADS_3

Sejak semalam Myria menjadi tidak nafsu makan karena memikirkan hubungan Gael dan Angel. pagi ini seperti biasa Myria kembali melihat Angel pergi satu mobil dengan suaminya. Akhir-akhir ini Gael juga jarang sekali menemaninya. Myria menahan semuanya dalam hati. menganggap tidak terjadi apa-apa.


Malam harinya, saat dia terbangun di tengah malam. Myria tidak mendapati Gael di dalam kamar. Dia langsung berfikir buruk, namun perasaannya menolak. Akhirnya Myria memilih keluar kamar sambil mengambil minum.


Saat dia sampai di dapur, matanya seakan menangkap bayangan di pinggir kolam renang. Dia mendekati jendela dapur.


" Astaga" ucap Myria pelan. Dia dengan jelas melihat Gael, suaminya berpelukan dengan Angel sangat erat. Pemandangan ini tentu tidak membuat Myria berfikir yang baik-baik. wanita itu sakit hati, dia berjalan cepat menuju kamarnya. Dia menangis sedih dan terluka. Bagaimana bisa Gael setega ini padanya.


Myria masuk kamar mandi dan menyalakan kram wastafel dengan kencang agar menutupi suara tangisnya. Myria benar-benar kecewa, dia tidak menerima yang namanya pengkhianatan.


Setelah puas menangis, Myria keluar kamar. Gael masih belum kembali. Hatinya semakin teriris. Myria menaiki ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Tak berselang lama suara langkah kaki mendekat.


ceklek, Gael masuk. Myria berusaha mengatur nafasnya. untung saja Gael tidak langsung berbaring dia masuk ke kamar mandi dulu baru menaiki ranjang.


Melihat Myria yang menyelimuti seluruh tubuhnya, Gael berfikir jika istrinya kedinginan. Gael masuk selimut dan memeluk Myria dari belakang. Wanita itu ingin menolak tapi tidak mau Gael mendapati dirinya terbangun. Dengan terpaksa Myria menerima pelukan itu.


Pagi harinya setelah Gale pergi kerja Myria pergi, dia berpamitan berbelanja perlengkapan anak bersama dengan Sonia. mereka pergi bersama dengan supir.


" hati-hati, jangan bawa terlalu berat" pesan Gael. Myria sudah hilang respek.


" iya" jawab Myria singkat.


akhirnya mereka sampai di mall. Sonia dan Myria langsung menuju tempat makanan. jika bersama Gael dia tidak berselera.


" kau kenapa akhir-akhir ini terlihat murung?" tanya Sonia yang diam -diam memperhatikan.


" aku pasti tidak percaya jika aku mengatakannya" jawab Myria datar.


" masalah apa? " tanya Sonia lagi.


" jangan beritahu siapapun" ucap Myria sungguh Sungguh.


" aku melihat Gael dan Angel berselingkuh" ucap Myria yakin.


" kau serius? sejak kapan?" tanya Sonia kaget.


" sudah sejak lama. pertama aku melihat mereka saat mereka di atas ranjang, lalu setiap pulang dan pergi kerja selalu satu mobil, sering makan bersama dan terakhir aku melihat mereka berpelukan di pinggir kolam renang saat tengah malam" jelas Myria menggebu nggebu.


" Astaga, kenapa mereka tega melakukannya saat kau sedang hamil besar seperti ini" Angel langsung bersimpati.


" aku juga tak mengerti, mereka sangat tega" Myria mulai menangis.


" kau tidak boleh tinggal diam" ucap Sonia.


" tidak, aku akan diam saja. Aku sedikit capek dengan Gael. Dia semakin berubah" Myria sudah tidak berharap pada lelaki itu. Dia seakan sudah menyerah dengan Gael.


" jangan seperti itu, kalian sudah melewati banyak hal. apa karena Angel akan hancur begitu saja" saran Sonia.


" Justru karena itu, kenapa bisa Gael melakukan hal ini padaku" Myria membalik ucapan Sonia.


" ya juga. Lalu apa rencana mu setelah tau hubungan mereka?" tanya Sonia penasaran.


" entahlah aku akan memikirkannya nanti" jawab Myria sedih.


" apapun itu aku akan mendukungmu " jawab Sonia memberikan suport.


" terimakasih" ucap Myria.


Seharian ini Myria dan Sonia melakukan apapun yang mereka inginkan. sampai menjelang malam mereka baru sampai di rumah.


" Gael sudah pulang?" tanya Myria pada pelayan


" belum nyonya" jawab pelayan itu. Myria dan Sonia saling pandang, seakan memiliki pikiran yang sama.


" baiklah" jawab Myria kesal. kedua wanita itu memasuki kamar mereka dan langsung membersihkan diri. Karena capek setelah seharian pergi mereka dengan cepat langsung tertidur.


Beberapa hari setelahnya, saat mereka sedang sarapan Gael yang super sibuk tumben ikut duduk di sana.


" kau tidak ada meeting pagi ini.?" tanya Myria datar.


" tidak, aku hanya ingin mengatakan jika besok aku dan Ansel akan kembali sebentar ke PIN. ada sesuatu yang perlu kami urus" ucap Gael. Myria dan Sonia saling pandang.


" aku ikut boleh?" tanya Angel langsung menyahut.


" Angel, kenapa juga kau ikut?" tanya Sam.

__ADS_1


" tidak apa-apa. Aku juga ingin tau bagaimana PIN itu. sekalian ada urusan juga. bagaimana boleh ya paman" rengek Angel.


" bagaimana Gael?" tanya Sam.


" tidak masalah, biarkan saja Angel ikut. Aku tidak masalah" jawab Gael santai. Sedangkan Myria sudah berfikir yang tidak-tidak.


" berapa lama?" tanya Sonia.


" mungkin dua minggu atau bisa lebih" jawab Gael sambil menimbang.


" lama sekali" guman Myria.


" itu hanya sebentar sayang" jawab Gael, dia berusaha menyentuh tangan istrinya namun Myria sengaja mengambil minum.


" kau ingin oleh-oleh apa Myria, Sonia" tanya Angel antusias.


" tak ada" jawab Myria datar.


" aku Sudah selesai" lanjutnya langsung kembali ke kamar. moodnya sudah rusak. Sonia yang tau alasan sikap Myria hanya diam saja. Dia juga tidak suka dengan agenda pulang kampung ini.


Semua menatap kepergian Myria dengan kening mengerut, jelas sekali kekesalan di wajah Sonia.


" aku akan menyusulnya" ucap Gael yang juga khawatir dengan Myria.


" Myria ada apa?" Gael sudah masuk ke kamar menyusul Myria.


" tak ada apa-apa" jawab Myria datar.


" tidak, tidak. pasti ada masalah tidak biasanya kau seperti ini" Gael menarik tangan Myria membuat wanita itu menghadap ke arahnya.


" katakan ada apa?"tanya Gael lagi dengan lembut.


" tidak ada apa-apa" kekeh Myria.


" ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu" ucap Gael lalu berniat mencium bibir Myria. Namun Myria menoleh, menghindari ciuman itu. Gael terdiam, ini bukan pertama kalinya Myria menolaknya. Hal ini tidak bisa di biarkan, Gael tersinggung dengan sikap Myria.


" kau sering menolak ku akhir- akhir ini" ucap Gael dengan sedikit marah.


" tak apa" Myria mencoba melepaskan pegangan Gael pada tangannya.


" tidak sekali ini Myria, kau menolakku. hampir sebulan ini kau terus menghindar, setiap kali aku mengajakmu kau terus beralasan. Bahkan untuk mencium mu saja sering kau tolak" Gael emosi, dia ingin tau apa alasan Myria memperlakukannya seperti ini.


" lepaskan Gael, sakit!" ucap Myria dengan nada tinggi, wanita itu menatap Gael dengan rasa benci.


tap tap suara langkah kaki.


" Gael ada apa?" Sam bertanya karena supir sudah menunggu lelaki itu.


" kita bahas ini nanti" ucap Gael dingin. lalu keluar kamar


" tak apa, Myria sedang tidak badan saja" jawab Gael. kemudian turun bersama Sam untuk pergi ke kantor.


Di dalam kamar Myria terdiam atas sikap Gael barusan. Ini pertama Kalinya Gael memarahinya karena masalah sentuhan dan ranjang. Ingin sekali Myria mengatakan alasannya tapi bibirnya selalu kelu tak bisa bicara. Dia tidak mau masalah ini membesar dan menghancurkan semuanya. Namun Gael benar, Myria memang sengaja tidak mau berhubungan badan dengan Gael. Dia selalu teringat dengan kejadian di pinggir kolam renang. membuatnya seakan tak sudi di sentuh oleh Gael.


" Myria" panggil Sonia dari pintu.


" kau tak apa?" tanya Sonia khawatir, dia lalu masuk dan mendekati Myria. wajah Myria sangat sedih dan kacau.


" Gael marah padaku" jawab Myria sedih.


" marah kenapa?" tanya Sonia balik.


" aku menolak ciumannya" jawab Myria terus terang. Sonia mengambil nafas panjang, dia tidak bisa memaksa Myria bersikap seperti sedia kala saat hatinya terluka karena perselingkuhan. Sonia tau benar bagaimana hancurnya hati Myria saat ini. Apalagi saat tau Angel juga ikut.


" sabar ya, semua ini pasti akan membaik" Sonia memeluk pelan Myria. dia tak tau harus mengatakan apa.


Di kantor emosi Gael menjadi tidak stabil, dia memarahi siapapun yang melakukan kesalahan sedikit saja. Dia terbawa marah oleh sikap istrinya yang terus mengabaikannya. Semua orang jadi heran kenapa pimpinannya menjadi pemarah, tidak seperti biasanya yang selalu tenang dan tidak mudah tersulut emosi.


" Gael!" panggil Ansel yang sejak tadi melihatnya melamun di tengah rapat.


" ah ya" jawab Gael tersadar.


" fokuslah" bisik Ansel. Akhirnya meeting kembali di ulang. Gael tidak bisa tenang mengetahui sikap Myria pagi ini. Apalagi besok dia akan pergi lama.


Seharian ini kantor sangat sibuk, dia bahkan kewalahan mempersiapkan semua hal sebelum pergi.

__ADS_1


" Gael ayo pulang " ajak Ansel waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.


" besok kita berangkat pagi untuk mampir ke rumah sakit dulu" lanjut Ansel Saat Gael yang tak kunjung beranjak.


" iya iya" Gael langsung berberes.


Sampai di rumah suasana sudah sepi, seperti biasa. Gale langsung naik ke atas. Di bukanya kamar dan Myria sudah tidur, seperti biasanya.


Gael membuang nafas kasar kasar lalu masuk ke kamar mandi.


Myria membuka matanya, dia hanya berpura-pura tidur. Bagaimana bisa tidur saat dia tau Gael pulang dan akan meneruskan pertengkaran mereka pagi tadi.


ceklek kamar mandi terbuka. Gael sudah selesai, dia mengambil celana lalu naik ke atas ranjang.


" Myria" panggil Gael mencoba memastikan jika istrinya benar-benar terlelap. Myria terdiam masih dalam kepura-puraanya. Gael terus saja memanggilnya.


mendadak panggilan itu berhenti, Myria mulai lega. Tapi setelahnya ada sebuah tangan memeluk tubuhnya dari belakang. Tak lama setelahnya, lehernya merasakan akan benda kenyal yang terus menempel. Gael menciumi leher bagian belakang.


Myria diam seolah terlelap, dia berdoa agar aksi Gael akan mereda.


Nyatanya tidak Gael semakin berani, dia bahkan sudah menurunkan tali gaunnya dan menarik tubuhnya agar terlentang. Myria berpura-pura terganggu dengan mengelap lehernya yang basah.


Tapi bukannya berhenti Gael malah dengan memaksa mencium bibirnya.


" em Gael" Akhirnya Myria menyerah dengan kepura-puraanya. Dia kaget dengan Gael yang sudah berada di atasnya.


" masih menolak ku?" tanya Gael dingin.


" berhenti" Myria mencoba mendorong tubuh Gael. dan menolehkan kepalanya agar Gael tidak bisa menciumnya. Alhasil malah lehernya yang kena.


" tidak, katakan apa yang membuatmu berubah?" tanya Gael dan terus meraba tubuh Myria. Kini tubuh bagian atas Myria sudah polosan.


" Gael!" Myria terus menolak sentuhan Gael.


" kau sedang hamil Myria, jangan memaksaku melakukannya dengan keras" desis Gael mengancam. Myria tidak bisa kekeh menolak, dia juga merasa memang Gael berhak meminta ini. Hampir 2 minggu Myria menolak terus menerus. Dan malam ini karena Gael sudah mengancam, Myria tidak berani menolaknya lagi. Wanita itu membiarkan Gael mendapatkan apa yang dia inginkan.


Setelah selesai, Myria mencoba menyelimuti tubuhnya yang polos. Hari sudah menunjukkan tengah malam. Gael masih berbaring di sampingnya.


" Myria" Gael menahan selimut.


" kau sudah mendapatkannya, mau apa lagi?" ucap Myria sambil bergetar menahan tangis.


" maafkan aku karena sedikit memaksa tadi. Sekarang katakan kenapa kau berubah?" tanya Gael merayu Myria.


" hiks hiks" bukan jawaban melainkan isak tangis. Gael langsung duduk dan memeluk Myria.


" ada apa? katakan padaku. Apa aku berbuat salah?" tanya Gael halus.


" aku tau, kau dan Angel" ucap Myria sepenggal lalu diam


" kenapa aku dan Angel?" Gael belum mengerti.


" kalian berselingkuh" cicit Myria, akhirnya kata itu keluar. Gael seakan tidak percaya dengan pendengaran nya.


" sungguh tidak masuk akal" jawab Gael datar.


" kalian selalu bersama bahkan aku pernah melihat kau memeluk Angel tengah malam di pinggir kolam" jelas Myria tidak mau di tuduh asal bicara.


" Myria, aku dan Angel tidak ada hubungan seperti itu" Gael menarik bahu Myria menghadap kearahnya.


" hey, hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai, tak ada yang lain. kau jangan berfikir yang macam-macam. Aku akan mengatakan semuanya saat aku kembali nanti. Ingat jangan berfikir jika aku berpaling" jelas Gael, dia memeluk sambil mengelus perut Myria pelan.


" kau selalu bersamanya" cicit Myria tidak terima.


" ada sesuatu yang aku dan Angel rahasiakan. Tapi bukan perselingkuhan. Kau akan tau nanti setelah aku kembali" ucap Gael lagi. Myria terdiam masih belum sepenuhnya percaya.


" tidak mau percaya?" tanya Gael


" jika aku selingkuh dengan Angel, aku tidak akan memaksa mu seperti ini. Aku akan sering tidur di luar dan tidak memperhatikanmu. Tapi Apa ? setiap malam aku selalu di rumah, membuatmu susu ibu hamil. Jangan terlalu berfikir yang berlebihan "terang Gael terus meminta agar Myria percaya padanya.


" aku akan menunggu penjelasan mu" jawab Myria lemah. Dia mencoba melepaskan pelukan Gael. Tapi Gael tidak mau.


" aku akan tidur" ucap Myria karena mereka dalam posisi setengah duduk.


" sekali lagi" ucap Gael lalu mencium bibir Myria.

__ADS_1


Dan mengulang kembali aktifitas panas kali ini Gael berusaha untuk berhati-hati.


__ADS_2