Jaminan 1 Milyar

Jaminan 1 Milyar
20. Pembalasan Dendam


__ADS_3

Pagi menjelang sepasang suami istri itu baru bangun tidur.


" Aku akan sibuk seharian di PIN, Kau bisa melakukan hal apapun sesukamu" ucap Gael sambil menuruni ranjang, setelah mencium kening Myria.


Lelaki itu semakin hari entah kenapa semakin lembut pada Myria. Kini Myria menjadi salah tingkah bukan hanya lembut, dirinya bahkan sangat mudah luluh jika berhadapan dengan Gael. Myria hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawabannya.


Hari ini gel akan melancarkan aksi pembalasan dendam kepada Serigala merah, dia akan memberikan pelajaran agar kelompok mereka tidak akan mengusiknya lagi.


" bos kita mendapatkan kiriman aneh" ucap salah satu anak buah begitu Gael sampai di PIN.


"kiriman apa?" tanya Gael mengerutkan keningnya.


" sebuah video" jawabnya.


" dari serigala merah lagi kan?" Gael mulai penasaran. apakah mungkin serigala merah masih memiliki nyali.


" kali ini tidak" Gael tersenyum meremehkan.


Gael dan anak buah itu pergi menuju ke ruangan monitor, di sana sudah ada Ansel yang sedang melihat video yang dimaksud.


"apa yang terjadi?" tanya Gael padanya.

__ADS_1


" yang mereka kirim adalah video tentang kita. Dari mana mereka mendapatkan video lama ini. kau lihat ini saat ayahku masih merintis organisasi ini. Apa maksud mereka mengirim video ini?" jelas Ansel dengan nada rendah jika berkaitan dengan ayahnya itu Ansel tidak bisa untuk tidak sedih. laki-laki itu begitu mencintai ayahnya meskipun ayahnya selalu meremehkannya.


"Apa mungkin ini berkaitan dengan lawannya dulu?" Gael menimpali.


" mungkin saja. Ayah banyak sekali memiliki lawan pada saat merintis. Namun pada saat ini kebanyakan dari mereka sudah mundur karena melihat keberhasilan kita" jawab Ansel.


" hanya ini saja yang mereka kirim?" Gael menyelidik mungkin saja ada surat atau pesan apapun selain video ini.


" iya bahkan ini hanya potongan video. kau lihat bagian terakhirnya ini belum selesai" Ansel menjelaskan keanehan dari video.


" tunggu, kalian bisa menghentikan sebentar" ucap Gael cepat saat menyadari sesuatu.


"sepertinya aku tahu siapa yang mereka tuju" seketika Ansel terdiam, jawaban Gael yang menemukan hasil langsung membuat Ansel menoleh.


" yang mereka tuju adalah aku" Gael kembali mengamati video itu di bagian akhir nya. dia bisa lihat di belakang sana terdapat dirinya waktu kecil yang sedang membelakangi kamera. jika memang benar tujuannya adalah dia, bagaimana bisa mereka tahu jika anak itu adalah dirinya. Karena fokus video bukan pada ayah Ansel tapi pada dirinya.


" sudah Jangan dipikirkan lagi, lebih baik kita fokus ke serangan untuk Serigala merah mobil"


Setelah menemukan hasil dari pesan tersebut, Gael kini pindah ke ruang berkas. Dia membaca data mengenai Serigala merah. dia sudah berhasil mengacaukan data perdagangan sekaligus menghambat kinerja mereka. Kali ini dia bisa memberikan pelajaran dengan melakukan sabotase.


" kalian sudah mengerti rencana kita?" tanya Gael kepada anak buahnya yang sudah berada di parkiran mobil.

__ADS_1


" sudah bos, kami sudah mempersiapkan semua barang dan peralatannya. Kami juga sudah menyewa beberapa orang yang sedikit mencurigakan untuk mengalihkan fokus mereka" ucap mereka yakin.


" aku ingin dalam waktu 5 jam berita mengenai mereka sudah rilis" ucap Gael membakar semangat mereka.


" baik bos kami akan melakukannya dengan aman dan lancar" mendengar jawaban itu mereka Gael mengangguk puas. anak buah mereka dapat diandalkan.


" Baiklah misi dimulai!" ucap Gael menyuruh anak buah mereka untuk bergegas pergi.


Selama mereka melaksanakan tugasnya di dalam PIN Gael memantau dari kamera mobil, dia juga memberikan arahan lewat earphone kepada seorang ketua misi. Setelah beberapa lama akhirnya mereka sudah sampai di target, kali ini mereka akan menyabotase perdagangan dan menelpon pihak yang berwenang. Karena Gael yakin jika Serigala merah belum kebal dengan perizinan. Kelompok mereka bukanlah tandingan dari PIN.


Tidak terlalu banyak arahan yang Gael berikan.dia sudah memberikan rencana matang kepada anak buahnya. sudah mereka sudah setengah jalan dari rencana, misinya akan berakhir dalam beberapa jam lagi. karena mereka sudah melewati hal yang krusial akhirnya Gael meninggalkan pengawasan dan pergi menemui AnseI.


" kau belum bisa menemukan?" tanya Gael pada Ansel yang sibuk menyelidiki ID pengirim video tersebut.


"belum, aku tidak bisa menemukannya" jawab Ansel mulai kesal. Entah kenapa dia tidak bisa membebaskan hal ini begitu saja.


"aku yakin sekali jika video itu berasal dari data di PIN, Bagaimana bisa mereka mendapatkannya" jawab Ansel yang tahu bahwa tidak banyak yang tahu masalah ini. semua hal yang berkaitan dengan ayahnya mulai dari video dan foto-foto lainnya tersimpan rapi dalam PC nya.


"aku akan mencoba mencarinya juga" Gael mengambil alih salah satu PC, dia mengamati kode dan semua hal yang ada di video tersebut.


waktu berjalam lama dia, bahka anak buahnya sudah kembali selesai melaksanakan misi. mereka langsung memberikan laporan.

__ADS_1


"Baiklah kalian melakukannya dengan baik" Jawab Gael sambil terus fokus mencari data dari ID. anak buahnya pergi dari ruang monitor. seakan menemukan kejanggalan, mereka kaget dengan kehadiran tuan Ansel disana. mereka tidak pernah melihat tuan Ansel dengan wajah serius duduk di depan layar seperti ini.


"aku hanya bisa menemukan titik lokasinya saja. Entah benar atau tidak, titik ini seakan mengingatkanku dengan senator" Gael menunjukkan lokasi yang dia temukan di layar utama. Mereka tidak menyangka sedikitpun lokasi pengiriman adalah di Maldives. Tempat dimana pertemuan asosiasi pelegalan hukum perdagangan mafia diselenggarakan. Baik Gael dan Ansel sama-sama tidak bisa menebak hal ini akan saling berkaitan.


__ADS_2